Tentang

PHOTO-2019-07-24-09-05-19

Aku…

Siapa aku?

Aku lebih suka dipanggil bukan siapa siapa

Aku sering ditanya berasal dari mana, dan setiap kali itupun aku menjawabnya seperti ini.

Aku lahir di sebuah kota kecil di pulau kalimantan

Aku hanya menumpang lahir dan belajar jalan di sana

Aku bermigrasi bersama orang tuaku ke kota kecil di provinsi paling barat pulau Jawa

Aku tinggal di sana hingga aku menyelesaikan pendidikan sekolah menengahku

Aku kemudian melanjutkan perjalanan hidupku seorang diri ke Yogyakarta

Aku melanjutkan sekolah menegah atasku di kota yang terkenal sebagai kota gudeg itu

Setelah menyelesaikan studi di kota pelajar…

Aku kemudian melanjutkan pengembaraan yang kali ini semakin jauh

Aku pergi ke negara kangguru untuk melanjutkan pendidikan tinggiku

Setelah menetap kurang lebih 4 tahun di sana

Aku mengais rezeki di Ibu Kota Negara Indonesia 

Begitulah aku menjawab ketika ada yang menanyakan dari mana aku berasal.

Aku

Siapakah aku?

Orang Indonesia malu malu bertanya tentang agama seseorang,  tapi mereka ingin tahu sehingga sering mencari tahu secara diam-diam.

Daripada teman teman bertanya dan mencari melalui orang lain, ada baiknya aku beritahu saja.

Terlahir sebagai seorang Katolik, tidak semerta-merta membuat seseorang menjadi Katolik. Itulah yang aku alami sendiri. 

Sehingga, ketika ada yang bertanya, apa agamamu? Aku selalu menjawab, “tidak memiliki agama (atheis) “. Aku pikir ketika itu jawaban itu keren. 

Ternyata mencari Tuhan juga sebuah perjalanan sendiri dalam kehidupan aku.

Berbekal kecintaan aku akan membaca, aku mempelajari agama-agama besar yang ada, dan kuambil ajarannya yang menurutku cocok dengan pandangan dan seleraku.

Akhirnya di suatu hari di suatu kejadian, Tuhan “memanggilku”  untuk memalingkan kepalaku dan tersungkur dibawah kakiNya. 

Belajar untuk mengenalNya, merasakan keberadaanNya, dan mengalami cintaNya. 

Singkat cerita, dari begitu banyak ajaran agama yang aku bisa pilih, aku jatuhkan pilihanku mengikuti ajaran Yesus, Putra Allah Yang Tunggal. 

Bersatu dengan Gereja yang Ia dirikan sendiri 2000 tahun yang lalu. 

Aku memilih dengan sadar untuk menjadi dan menjalani iman Katolik.

Begitulah aku menjawab ketika ada yang bertanya terkait iman dan kepercayaanku.

berlanjut…