Empty Heart (baca… kesepian)

Ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi memang satu kenikmatan tersendiri. Kalau sudah menyatu dengan obrolan rasanya seperti orang yang tidak punya hutang. Ketawa ketiwi tidak perlu mikir macam-macam, pokoknya bersenang senang saja menikmati indahnya hari tanpa beban.

Topik obrolan bisa macam macam, bisa ngomongin orang yang baru saja lewat, membicarakan korupsi para penguasa,  wabah covid-19 yang melanda sekarang, sampai masalah masalah pribadi yang menyerempet urusan syahwat sekalipun. Pokoknya apa saja topiknya,  yang penting ocehan terus berlanjut dan kebersamaannya juga semakin hangat. 

I See Merlion by ARO

Memang begitu kali ya, yang namanya manusia sebagai makhluk sosial. Kita membutuhkan banyak teman untuk bersosialisasi. Kalau teori itu salah, mana mungkin tuh penemu facebook dan twitter bisa mendadak menjadi kaya. Manusia memang mencintai kebersamaan dan keinginan untuk diterima di lingkungannya.

Pernah tidak disadari, apa sih yang sebenarnya yang memampukan manusia untuk berbincang-bincang panjang lebar berjam-jam tanpa ada topik yang jelas?

Tak perlulah sekolah tinggi atau berpengetahuan luas untuk urusan bercengkrama seperti itu. Tidak penting topiknya apa, mau masalah politik sampai topik ngawur seada adanya, selama semua itu bicarakan dengan rasa persahabatan antar teman pasti akan asyik asyik saja.  

Dan kalau sudah larut dalam obrolan, perpindahan antar topik pun tidak mampu lagi disadari, karena begitu cepat dan otomatisnya. Sampai sampai ketika sudah selesai baru disadari kalau sedari tadi sudah membicarakan begitu banyak topik dari yang jelas sampai yang paling tidak jelas.

Perasaan kesepian itu tidak selalu ketika kita benar benar sendiri, tapi ketika kita dikeramaianpun dapat merasakannya.

Belajarlah untuk mengenalinya dan menyadari kehadirannya. Perasaan kesepian wajar adanya. – ARO

Tapi begitulah enaknya kalau sudah ngumpul dengan teman teman yang sejiwa dan cocok susunya.

Tentunya selain faktor teman, tentunya hal lain yang juga ikut menentukan adalah situasi hati yang membuat manusia bisa berlama lama berkumpul dengan temannya. Coba kalau lagi galau, topik apapun yang dibicarakan pasti akan terasa hambar, bahkan ketawa teman temanpun tidak membawa respon yang baik untuk diri sendiri.

Kondisi ini yang sering aku sebut dengan “Kesepian di Keramaian” atau Empty Heart. Mungkin kalau anak anak jaman sekarang sering disebut dengan keadaan hati sedang galau. Kondisi dimana seseorang tetap merasa kesepian walaupun ada di keramaian atau istilah lainnya adalah badannya ada tapi rohnya tidak ikut.

Keberadaan orang dalam kondisi seperti ini tidak selalu dirasakan oleh teman teman sekitarnya. Kecuali kalau ada teman yang cukup perhatian di situ, pasti dengan mudah dapat ditebak kalau sedang galau.

Apakah teman teman pernah merasakan Kesepian di Keramaian?  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.