Menikmati Rumah Tanpa Pembantu

Sebelum melanjutkan tulisan ini, aku ingin terlebih dahulu bertanya kepada teman teman semua, kapan terakhir Anda menikmati rumah tanpa pembantu? Iya rumah tanpa pembantu? Pekerjaan rumah dikerjakan oleh anggota keluarga sendiri.

Melukis Tembok by ARO

Aku yakin banyak sekali yang baru saja mengalaminya kemarin ketika liburan Idul Fitri lalu. Mungkin ada yang tidak merasakannya tahun ini karena berhasil “menghasut” pembantunya agar tidak pulang kampung. Atau jangan jangan ada yang sudah bertahun tahun selalu hidup dengan pembantu, karena pembantunya sudah tidak pernah mau pulang kampung lagi. 

Tak peduli kapan terakhir di tinggal pembantu, intinya kerepotan kerepotan yang dihasilkannya pasti akan sangat mengganggu kehidupan yang selama ini adem ayem. Perubahan kondisi yang mendadak memang sering merepotkan, tapi tentu dibalik semua itu juga akan selalu memberikan warna baru pada kehidupan. 

****

Tangan dan kaki yang sudah tidak terbiasa lagi mengerjakan pekerjaan “kasar” selama ini, terpaksa harus dikompromikan untuk bergerak menyelesaikan pekerjaan rumah yang terbelangkalai. 

Letak barang barang yang tadinya hanya diketahui oleh pembantu dan Tuhan, Pelan pelan mulai disingkapkan keberadaannya dan kondisi sebenarnya. Barang-barang yang dulunya datang hanya dengan meneriakkan sebuah nama. Sekarang mungkin harus pikir dua kali untuk melakukannya kalau tidak mau barang yang lebih keras menghantam batok kepala. 

Terbukalah semuanya. Sesuatu yang tadinya tidak pernah mau tahu, sekarang mau tidak mau harus tahu.  Pembantu yang tadinya diremehkan sekarang sudah mulai terasa manfaatnya. 

****

Ditinggalkan pembantu mudik selalu membawa hal hal yang positif dalam kehidupan berkeluarga. Banyak hal yang tidak bisa dilakukan kalau sedang ada pembantu di rumah. Kebebasan kebebasan yang harusnya dapat dinikmati kapan saja, seolah olah terpenjara begitu lama.

Tanpa pembantu kita sekarang bisa kembali jalan jalan keliling rumah hanya dengan cangcut (celana dalam) saja atau beraksi bugil ria setelah mandi sambil mencari baju ganti. 

Eh… atau jangan jangan ada juga orang yang sudah lama terengut kebebasannya untuk kentut sesuka hatinya dan sekencang kencangnya hingga menggetarkan seisi rumah. 

Tanpa pembantu di rumah juga, sekarang pasangan suami istri bisa bercinta dimana saja sesuka udelnya sendiri, tapi tentunya setelah anaknya sudah tidur. 

Ah… pokoknya masih banyak hal hal yang menyenangkan yang mungkin sudah lama ditinggalkan gara gara ada pembantu di rumah.

****

Disamping hal yang menyeleneh yang aku sebutkan diatas, tentunya yang terpenting adalah terjalinnya kembali komunikasi yang lebih intens antar anggota keluarga.

Yang tadinya jarang ngobrol, sekarang terpaksa harus ngomong baik baik karena ‘remote control’ dalam bentuk teriakan sudah tidak berfungsi lagi. Selama ini pembantu adalah dewa penolong setiap anggota keluarga, tinggal teriak maka datanglah semua barang yang dibutuhkan di depan mata. 

Keakraban dan kehangatan keluargapun mulai terasa di rumah dan menghilangkan suasana yang tadinya hambar karena sering melakukan pekerjaan sendiri sendiri tanpa mempedulikan orang lain.

Begitulah ternyata manusia, keseharian yang teratur, rutin dan serba sudah beres sering sekali menghilangkan kesempatan kita untuk saling bersilahturahmi.  

Semoga dengan Idul Fitri tanpa pembantu, semangat kebersamaan dan proses silahturahmi antar anggota keluarga menjadi semakin baik dan bukan ala kadarnya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.