Makanan Favorit, Tukang Sate dan Berdoa

cruising down the river by ARO
cruising down the river by ARO

Sate adalah makanan favoritku setelah nasi goreng. Sate juga merupakan makanan yang akan aku pilih ketika berkunjung ke restauran baru dan di sana tidak ada makanan yang sreg di hati. Tentunya restaurant itu harus jual sate ya, kalau tidak pilihan akan jatuh ke nasi goreng. ☺

Terserah mau sate ayam atau sate kambing semua aku suka. Hanya saja kalau sekarang makan sate kambing harus lebih berhati hati. Ingat umur, tidak boleh banyak banyak nanti leher bisa sakit sakit. Sebenarnya aku lebih suka sate sapi, kesannya lebih sehat gimana gitu. Hanya saja memang jarang yang jual sate sapi. Nah, kalau teman teman ada yang tahu dimana yang enak? Kasih tahu aku ya.

Satu hal lagi, kalau soal makan, aku bisa dibilang cepat, dan termasuk orang yang malas mengunyah. Tapi anehnya, kalau sudah makan nasi goreng dan sate,  kecepatan makan berkurang.  Ada rasa sedih ketika makanan kesukaan itu akan habis. 

Aku juga bisa tidak kenyang-kenyang kalau sudah makan sate dan nasi goreng. Yang bisa membuat aku berhenti makan, mungkin hanya rasa malu dan perasaan tidak enak. ☺

Bagaimana dengan teman teman ada makanan favorit yang membuat teman teman tidak bisa berhenti makan?

****

Sejujurnya aku tuh sudah ngelantur di atas. Aku sebenarnya hanya ingin menceritakan kejadian menarik dengan langganan tukang sate dekat rumah.

Walaupun aku suka sama sate, lalu tidak semerta merta aku setiap hari keranjingan makan sate. Untungnya aku termasuk orang yang bisa mengatur nafsu sehingga makan sate ketika benar benar mau saja. Kata orang bijak, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Jadi walaupun suka banget ya, tetap harus mengkontrolnya, betul?

Jadi ceritanya semalem itu aku beli sate. 

Aku ditanya sama tukang sate, ‘sudah lama Pak tidak mampir ke sini?’ 

‘Oh, iya sekarang lebih sering masak di rumah.’

Gimana Pak, sehat? Balasku.

Ini merupakan pertanyaan yang selalu aku tanyakan kepada siapa saja yang aku temui. Entah kenapa aku senang sekali kalau tahu lawan bicara sedang dalam keadaan sehat. 
Hanya saja kali ini, aku terkejut dengan jawaban dari tukang sate yang menurut aku tidak biasa. 

Alhamdulillah sehat. Itu yang diminta setiap hari’

Aku terpesona dengan kata kata ‘itu yang diminta setiap hari’ dan langsung membuat aku bertanya dalam hati. 

Memang aku setiap kali berdoa selalu minta diberikan kesehatan, tapi aku kok rasanya tidak benar benar menyadari kalau minta itu.  Mendengar jawaban si Tukang sate tadi, rasanya kok dia sadar dan benar benar meminta sehat itu kepada Tuhan. 

Pertanyaan saya, seberapa sadarkan teman teman terhadap setiap permintaan dalam doa yang diajukan kepada Tuhan. Sudah bersungguh sungguhkan kita berdoa sehingga kita benar benar menyadari setiap doa yang dihaturkan kepadaNya.

Kelihatannya aku perlu memperbaiki kesadaran aku ketika berdoa, mungkin itu juga yang sering membuat doa doa aku terasa tidak pernah dikabulkan oleh NYA. Mungkin karena aku tidak pernah benar benar sadar ketika meminta.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.