Perokok Hakmu Perlu Diatur ya!

Mendorong Kereta Bayi by ARO
Mendorong Kereta Bayi by ARO

Setiap manusia yang hidup diperbolehkan untuk menuntut haknya dan tidak boleh ada satu manusia pun yang melarangnya.  

Akan tetapi kemudian bukan berarti setiap manusia bisa melakukannya dengan seenak jidatnya sendiri. Ada hak hak manusia lain juga yang perlu dihormati. Manusia hidup di dunia ini ditakdirkan untuk berdampingan dan oleh sebab itu wajib hukumnya untuk saling menghormati satu sama lain.

Pemikiran yang masa bodoh dan mengesampingkan hak hak orang lain adalah perbuatan manusia yang egois. Dan tentunya manusia yang egois biasanya lebih mudah membawa permusuhan daripada persahabatan. 

****

Nah, merokok adalah salah satu hak yang dimiliki manusia di dunia ini.  Setiap manusia yang hidup diperbolehkan untuk menikmati sensasi asap rokok yang masuk melalui tenggorokan ke paru paru dan di pompa keluar lagi melalui mulut dan hidungnya. Tidak ada satu manusiapun yang boleh melarang manusia lain untuk merokok. 

Sah sah saja kalau mau merokok. Kalau kata perokok kawakan, prinsipnya sudah jelas. Duit duit sendiri, mulut mulut sendiri, paru paru punya sendiri, mau sakit mau tidak, itu bukan urusanmu dan urus saja masalah masing masing. Jadi melarang  perokok untuk merokok itu merupakan salah satu pekerjaan yang mustahil. 

Coba saja lihat pemerintah, mereka saja hanya mampu memilihkan tempat buat para perokok untuk memuaskan hasrat merokok mereka. Bukan melarang mereka untuk tidak merokok sama sekali. Aku yakin masalahnya bukan pendapatan pajak, tapi pemerintah juga takut kalau sampai tersangkut masalah hak asasi manusia.

Dengan alasan itulah, akhirnya aku simpulkan kalau tidak ada satu manusiapun di dunia ini yang sanggup membuat seoarang perokok untuk berhenti. Hanya diri mereka sendirilah yang sanggup melakukannya. Hanya perokok itu sendirilah yang mampu mengkontrol nafsu “membakar uangnya”.

****

Nah kalau sudah begitu, buat para perokok yang baik hati, aku mohon bantuannya sedikit. Mampukan diri teman-teman untuk menahan nafsu merokoknya ketika berada di warung makan yang tempatnya relatif kecil. 
Aku tahu betapa nikmatnya merokok setelah makan itu. Aku juga tahu betapa mengasyikan merokok sambil cerita dengan rekan atau kerabat. Tapi perlu diingat juga Sobat, ada sebagian dari pengunjung warung yang tidak merokok di sana. Di tempat yang sempit, biasanya asap rokok lebih membuat sumpek suasana. Di warung yang kecil, asap rokok tidak mudah keluar dari ruangan dan akan mengganggu pengunjung yang lain. Apalagi kalau ada Ibu hamil disana, pasti akan sangat merasa terganggu sekali.

Jadi tidak ada salahnya sebelum rokok itu dibakar, pikir dua kali untuk melakukannya. Ada baiknya untuk melihat-lihat dulu keadaan sekitarnya. Bahkan mungkin akan lebih baik lagi, kalau bisa keluar dari warung kecil itu agar udara di dalamnya tetap bersih. 

Yuk, jadi perokok yang lebih bijaksana ketika sedang akan menuntut haknya.

Tulisan ini, tercetus karena kejadian pagi ini ketika sedang makan bubur ayam di warung dekat kantor. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s