Antara Reformasi, Penegakan Hukum dan Trans Jakarta

Jalan Menuju Sentosa Island by ARO
Jalan Menuju Sentosa Island by ARO

Sejak awal reformasi dulu, agenda penegakan hukum atau bahasa kerennya “law enforcement” tidak henti hentinya didegung degungkan. Para ahli percaya kalau yang namanya aturan di negara tercinta ini tidak kurang banyaknya, bahkan karena terlalu banyak sampai akhirnya saling tumpang tindih satu dengan yang lain. Orang orang pintar itu juga percaya bahwasanya penegakan hukumlah yang sebenarnya diperlukan Negara yang sudah merdeka lebih dari 70 tahun ini. 

Tidak konsisten dalam penegakan hukum adalah muara dari semua masalah yang ada di Negara ini. Sehingga pada akhirnya membuat masyarakat Indonesia mengganggap kalau aturan dibuat hanya untuk dilanggar. Hampir disemua lapisan masyarakat memiliki pemikiran seperti itu, bahkan parahnya lagi, mayoritas dari mereka sudah tidak percaya lagi dengan yang namanya hukum. 

Hukum di Negara kita memang bisa “dibeli”. hingga hanya orang kaya yang bisa menikmati apa yang disebut dengan ‘keadilan hukum’. Walaupun tak jarang juga mereka “dikerjai” oleh oknum yang katanya penegak hukum. Makanya banyak yang bilang, lebih enak ditangkap sebagai penjahat korupsi dari pada maling ayam. 

Yang paling menyedihkan lagi, setelah melalui ber tahun-tahun masa reformasi, penegakan hukum masih hanya menjadi wacana dan topik topik pembicaraan pada talk show di televisi. Seolah-olah penegakan hukum memang barang yang mahal sehingga hanya dapat dibicarakan dan tidak mungkin diwujudkan.

****

Dulu aku yakin banget, kalau seandainya penegakan hukum dijalankan dengan konsisten di Negara ini pasti masyarakatnya akan menjadi teratur. 

Lihat saja Singapore yang terkenal dengan aturan aturannya. Negara yang kalau dikencingi oleh seluruh rakyat Indonesia tenggelam saja, bisa lebih maju di bandingkan dengan Negara kita yang katanya terkaya di dunia ini. Orang pintar berkata, kalau Singapore sampai seperti itu karena penegakan hukum yang diterapkan dengan baik.

Karena itulah aku percaya akan kemajuran penegakan hukum.

****

Sialnya, hari ini aku melihat kejadian di jalan, lalu terpikir, rasanya kok jadi sedikit sangsi kalau hanya menggantungkan pada penegakan hukum untuk membuat masyarakat Negara ini teratur.  

Sejak pemerintahan Jokowi dan Ahok aku sering melihat jalur Transjakarta dijaga petugas agar jalan tersebut tetap steril untuk bis.

Tetapi setiap hari juga aku heran, kenapa jalur yang sudah dijaga seperti itu, masih tetap saja dilalui oleh mobil dan motor. Padahal pemisah jalur berupa pagar setinggi lututpun sudah terpasang di sepanjang jalan. Kok masih bisa lewat pikir aku?

Akhirnya tadi pagi aku menemukan jawabannya. Jadi walaupun jalur masuknya dijaga petugas, sayangnya masih banyak lubang untuk mobil dan motor dapat kembali masuk ke jalur Transjakarta tanpa diketahui petugas. Pagar pemisah sengaja dibuat masih bercelah untuk penyebrang jalan, dari situlah motor dan mobil bisa masuk.

Melihat itu aku bertanya, butuh berapa banyak petugas untuk menjaga jalur Transjakarta ini agar benar benar steril? Kasihan sekali. Di saat pemerintah DKI serius menegakan hukum agar masyarakatnya teratur, tapi disisi lain masih banyak manusia yang tidak menghormati usahanya. 

Karena itulah aku simpulkan, penegakan hukum belum tentu akan berhasil apabila tidak didukung oleh kesadaran dari masyarakatnya yang secara aktif berpartisipasi untuk mentaati peraturan yang sudah dibuat.

Aku tidak tahu sampai kapan dan seberapa kuat usaha Gubernur DKI untuk mengupayakan jalur TransJakarta tetap steril. Waktulah pasti yang akan menjawabnya. Kalau bisa tahan dan tetap konsisten, aku masih optimis, rakyat pasti akan takluk dan akhirnya mengikuti aturan yang ada. 

Walaupun berdasarkan pengalaman selama ini, pemerintah yang selalu kalah. Eh… bukan kalah rasanya, jangan jangan memang disengaja. Karena pada prinsipnya dibalik ketidakteraturan selalu ada celah buat korupsi. ☺

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s