Pengemis, Penghinaan Dan Kampanye

TKW Singapore by ARO
TKW Singapore by ARO

Memang benar kata orang, kalau kita sudah berlibur waktu rasanya cepat sekali berlalu dan tanpa terasa dua hari di Purwokertopun sudah habis. Bahkan tempe Mendoan dan Soto Sokaraja saja belum sempat masuk ke dalam sistem percernaan aku.  Dan akupun sudah harus berangkat lagi ke Yogyakarta melanjutkan perjalanan liburan ini. Tapi tenang, aku berencana untuk kembali lagi ke kota ini setelah dari Yogyakarta. 

Terus terang, aku sangat exciting dengan perjalanan ke Yogyakarta via Purwokerto ini. Selain ini merupakan kali pertama buat aku menyetir sendiri ke kota pelajar, aku juga benar benar tidak paham jalan yang akan dilalui. ☺

Dan bukan aku namanya kalau berangkat menggunakan persiapan. Buat aku jalan-jalan menggunakan persiapan itu tidak menarik. Maksud aku persiapan disini adalah mempelajari rute, mencari peta kota Yogyakarta dan lain lainnya. Prinsip aku berangkat aja dulu, lihat nanti di jalan gimana. Nah, karena itulah ‘nyasar’ adalah nama tengah aku. 

Perjalanan Yogyakarta-Purwokerto (PP) hanya mengandalkan plang petunjuk di jalanpun akan segera dimulai.  Seru sekaligus deg degkan. 

****

Baru saja setengah jam melakukan perjalanan dan masih di berada di sekitar kabupaten Banyumas. Ada sebuah pemandangan yang membuat aku bertanya tanya sepanjang perjalanan.

Aku melihat cukup banyak ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek dan anak-anak di pinggir jalan. Mereka ada yang duduk, dan ada yang berdiri seakan akan sedang menunggu kendaaran. Mereka tidak bergerombol tapi berpencar di setiap 5-10 meter. Waktu itu memang gerimis dan mereka tetap bertahan disana.

Aku sempat bertanya kepada Istri sebagai orang yang besar di daerah sana, ternyata dia juga tidak tahu. Aku mencoba menerka nerka, apa kira kira yang ingin mereka capai dengan berdiri di jalan seperti itu. Apakah mereka sedang menunggu mobil umum? Apakah mereka sedang menjual jasa seperti three in one di Jakarta? Tak ada jawaban yang pantas untuk menjawab pertanyaanku. 

Aku benar benar penasaran dan coba melupakan kondisi itu.

****

Ternyata tidak cuma di Jawa Barat saja yang sedang melakukan pemilihan umum daerah.  Kabupaten Banyumas juga ternyata sedang akan memilih Bupati barunya. 

Dipikir pikir demokrasi di Negara Indonesia bukan cuma membuat orang berani mengungkapkan pendapat. Tapi demokrasi juga sudah membuat orang nekat dan menjadi ‘banci tampil’ dengan memerkan fotonya diatas billboard dan baliho yang besar besar dipinggir jalan. Padahal coba tanya orang orang yang di suruh milih,  pasti tidak ada kenal mereka. Biarlah, yang penting tuh para orang narsis nan nekat itu tahu kalau mereka kerja buat kesejahteraan rakyat bukan sebaliknya memperkaya diri sendiri.

Walah, malah ngomongin orang berkampanye lagi. Kembali ke laptop ya.

Akhirnya, pada saat perjalanan pulang dari Yogyakarta-Purworkerto, aku menemukan jawaban mengapa orang orang itu berdiri di pinggir jalan.
Aku melihat beberapa mobil di depan aku melemparkan uang koin ke jalan dan orang orang itu berebut mengambilnya. Betul, mobil-mobil dengan kecepatan 60 km/jam memberikan orang orang itu uang. Wow betul, ternyata mereka sedang mengemis. Mereka mengharapkan uang yang akan dilemparkan dari dalam mobil dengan kecepatan seperti itu.

Jujur, aku sampai bingung mau ngomong apa lagi. Masih ada ternyata penghinaan atas diri manusia yang lebih rendah dari sekedar mengemis di lampu merah. Mengemis kepada mobil yang berhenti di lampu merah saja adalah sebuah kerelaan dari anak manusia untuk merendahkan diri demi menyelematkan dari kemiskinan yang menimpa. Yang aku mau tanya, bagaimana menjelaskan usaha orang orang yang mengharapkan pertolongan dari orang di dalam mobil yang melaju diatas 60 km/jam itu.

Hoi… para manusia narsis yang fotonya di pajang di pinggir jalan. Apakah dirimu punya agenda untuk membantu mereka kelak? Atau jangan jangan kalian hanya melihat mereka adalah barang dagangan untuk memuluskan dirimu mendapatkan kekuasanaan. 

Semoga jika salah satu manusia narsis itu terpilih, beliau bisa memprioritaskan orang orang tadi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s