Berapa Banyak Orang Yang Mendoakan Dirimu?

Singapore Souvenir by ARO
Singapore Souvenir by ARO

WhatsApp merupakan chat engine yang dinikmati oleh pengguna handphone android dan iPhone. 

Memang, kalau sudah terkoneksi dengan WhatsApp dan menggunakannya menjadi sebagai alat bantu kerja, maka tingkat ketergantungannya semakin tinggi sehingga membuat kondisi menjadi lebih runyam. WhatsApp memang sudah menjadi bagian dari hidup sehari hari. Bahkan kalau tidak ada kerjaan, WhatsApp bisa menjadi alat yang menyenangkan. Aku bisa membaca status dan melihat profile picture dari teman teman untuk menghilangkan kebosanan sesaat.

Buktinya. Tulisan ini lahir juga gara gara WhatsApp ketika aku melihat salah satu profile picture teman yang bertulisan

 ‘Sesungguhnya apabila seorang Ibu sudah tiada, maka hilanglah satu keberkatan doa’

Aku pikir pikir dan renungkan baik baik dan aku ulang ulang kalimat itu. Kok rasanya benar ya tulisan itu. 

Siapakah orang di dunia ini yang dengan suka rela selalu mendoakan diri kita setiap hari tanpa henti? Kalau dipikir pikir hanya seorang Ibulah yang akan melakukan itu. 

Gimana dengan Bapak? 

Waduh berkaca kepada diri sendiri, kok rasanya susah ya. ☺ Memang tidak semua Bapak seperti aku. Tapi kok rasanya jarang ya bapak bapak mendoakan keluarganya. Semoga yang merasa bapak rajin dan selalu mendoakan keluarga, bisa protes dan mampu memperbaiki kesimpulan sementara aku ini. 

Doa seorang Ibu kata kitab suci manapun juga pasti mujarab. Dan akupun sering mengalaminya sendiri. Setiap ada persoalan berat, aku selalu meminta Ibu aku untuk bantu doa. Karena pertama tama, hanya beliau seoranglah yang aku yakin dan percaya yang selalu berdoa setiap harinya. Kedua aku juga yakin kalau nama aku akan selalu diikut sertakan dalam setiap doanya. 

Dan berdasarkan pengalaman, kalau aku sudah meminta kepada Ibu untuk ikut mendoakan, rasanya beban yang aku pikul akan terasa lebih ringan. 

Balik lagi ke tulisan diatas, jadi kalau dipikir pikir dan kalau semua teman teman setuju, hanya seorang Ibulah yang selalu mendoakan anaknya setiap hari. Dan apabila dipikir pikir lebih dalam lagi, maka cuma Ibulah satu satu orang yang mendoakan kita setiap harinya. Tidak ada orang lain. 

***

Ayo coba hitung, berapa banyak orang yang diri kalian yakin akan mendoakan Anda setiap harinya? Berapa banyak orang yang akan memasukan nama Anda dalam doa doanya setiap hari? 

Sudah menghitungnya… kalau aku sih tidak yakin yang mendoakan aku jumlahnya lebih banyak dari jumlah jari tangan aku. 

Karena itulah, mungkin ada baiknya. Jika ada teman yang meminta bantuan doa dari kita, sebaiknya kita benar benar mendoakan mereka. Bukan cuma bilang, ‘ok nanti gw doain deh’ yang sebenarnya diucapkan hanya untuk basi basi doang. Sehingga pada saat berdoa boro boro didoakan, ingat saja tidak.

Kan semoga orang setuju, bahwa kekuatan doa, kepada siapapun doa itu dipanjatkan pasti akan membawa kebaikan. Apalagi, kekuatan doa yang dimintakan oleh banyak orang secara bersamaan. 

Oleh karena itu, mengingat sedikitnya orang yang mendoakan diri kita setiap harinya. Ada baiknya rajin rajinlah berdoa dan ikutkanlah nama nama orang terdekat dalam setiap doa kita. Supaya makin banyak orang mendapatkan manfaat dari setiap doa yang kita panjatkan. Untuk apa? Ya tentunya untuk kemuliaan namaNYA saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s