Acara Kantor di Weekend, Apakah Baik?

Penjual Selai by ARO
Penjual Selai by ARO

Semua ada waktunya, jadi bersabarlah karena pasti gilirannya akan sampai. 

Pada saat waktunya sampai, maka cara pandang kita terhadap satu kejadian bisa jadi akan berubah juga. Dulu untuk peristiwa tertentu, mungkin kita meresponnya biasa biasa saja. Bisa jadi saat ini jika kita dihadapkan dengan peristiwa yang sama itu kembali, cara kita meresponnya akan berubah.

Dan itu wajar. Sejalan dengan waktu yang terus bergulir dan umur yang semakin bertambah, pengalaman serta pengetahuan yang semakin banyak, maka seharusnya semua itu akan membuat pikiran kita sebagai manusia menjadi lebih terbuka dan bijaksana.

Sebagai contoh, sekarang mungkin kita tidak senang melihat sikap teman yang suka tidur tiduran di kantor. Tapi belum tentu dimasa yang akan datang, apakah perasaan yang sama akan terus seperti itu. Akan ada kejadian kejadian dalam hidup ini yang dapat membuat kita merubah sikap. 

Manusia memang diberikan keterbatasan waktu dan tempat untuk mengalami semua kejadian yang ada di dunia ini. 

Manusia memiliki keterbatasan daya ingat guna menampung semua hal yang dipelajari dan dialami setiap harinya. Keterbatasan pikiran untuk memahami semua kejadian sehingga hanya peristiwa yang dialaminya secara pribadi dan khusus sajalah yang akan terus berbekas dibenaknya.

Karena itulah manusia dengan berbagai keterbatasannya sampai kapanpun akan selalu memiliki pemikiran yang berubah, sejalan dengan bertambahnya umur dan tingkat kedewasaan. 

****

Dulu ketika masih bujangan, aku selalu merasa aneh ketika mendengar ada keberatan dari sebagian rekan rekan kantor untuk acara yang diadakan pada hari Sabtu atau Minggu. Aku selalu menuduh kalau itu hanyalah alasan yang mereka buat buat untuk menghindari ‘kerja’ extra hari di kantor tanpa bayaran. Mereka selalu beralasan kalau akhir minggu adalah waktunya bersama keluarga terutama anak-anak. 

Aku selalu berpikir, pada intinya rekan rekan kantor aku tidak mau menghormati kerja panitia yang sudah bersusah payah mengusahakan agar acara dapat terselenggara dengan baik. Walhasil, perasaan sebel terhadap orang orang yang sering mengucapkan alasan seperti itu sering sekali muncul.

Lain dulu lain sekarang.  Waktu terus berjalan, sampailah waktunya akupun berkeluarga dan memiliki anak. Akupun mengalami masalah yang sama. Aku ternyata menikmati waktu bersama keluarga dan anak dan tanpa disengaja akupun mulai menghindari acara acara yang dilakukan kantor pada hari ‘weekend’. 

Ya alasan klasik yang sama yaitu kepentingan anak dan keluarga meluncur begitu saja tanpa ada perasaan bersalah. Seolah olah lupa, kalau dulu aku adalah orang yang paling tidak suka dengan alasan itu. Dan saat ini aku juga minta difahami seperti rekan rekan kantor aku dulu. 

****

Begitulah mungkin aku pikir “cycle” kehidupan itu, kalau kita tidak mengalaminya sekarang, tentu suatu hari yang kita pasti akan mengalaminya. Itu hanya masalah waktu saja agar kita juga bisa merasakan hal yang sama. Hal yang akan membuat kita semakin dewasa dan bijaksana.

Sikap saling salah menyalahkan yang sering terjadi di tengah tengah masyarakat kitapun, menurut aku penyebab utamanya semata mata karena keengganan kita untuk mengerti orang lain. Ya kurangnya rasa empati terhadap kondisi orang lain sering kali membuat kita merasa benar sendiri dan tidak mau tahu. 

Makanya orang sering bilang “put yourself in someone else’s shoes” artinya coba rasakan apa yang mereka alami sekarang atau tempatkan dirimu diposisi mereka. 

Coba saja kalau kita mau sedikit mengerti orang lain, pasti semuanya akan baik baik saja. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s