Asal Kujamah Jubah-Nya, Aku Akan Sembuh

Best Friend Always Together by ARO
Best Friend Always Together by ARO

Sejujurnya sampai hari ini, aku masih tidak tahu sakit apa yang sebenarnya menimpa diri beberapa minggu lalu. Aku sempat mencurigai kalau typhus kembali bermain main di tubuh ini. Karena memang penyakit inilah yang sering bolak balik selama ini dan mengharuskan aku terkapar di kamar selama seminggu. 

Gejala-gejala terserang penyakit typhuspun begitu terlihat dengan jelas, seperti demam di malam hari dan sehat di pagi hari. Akan tetapi setelah 3 hari terbaring di kasur, aku pun pergi ‘menabung’ ke rumah sakit. Ternyata hasil test lab menyatakan negatif, baik dari virus DBD maupun typhus. Aku hanya di bilang batuk saja, dimana batuk saja aku jarang jarang sekali.

Di saat yang bersamaan, sekitar sebulan sebelumnya, aku disuruh melakukan bisnis trip ke Hongkong oleh kantor. Nah, syukurnya penyakit dengan demam itu datang kurang lebih 10 hari sebelum keberangkatan. Melihat diagnosa dari dokter yang mengatakan kalau aku hanya menderita batuk, aku sebenarnya tidak terlalu senang. Karena kalau hanya sekedar batuk saja, pasti tidak akan membuat aku terkapar di kamar.  Setelah 3 hari meminum obat dari dokter dan tetap tak kunjung sembuh, maka aku kembali ke dokter untuk memastikan penyakit apa yang harus aku hadapi saat ini. Lagi lagi dokter hanya mendiagnosa batuk dan sekarang aku diberikan antibiotik. 

****

Badan terasa lebih baik, tapi demam tak kunjung hilang di malam hari. Aku makin stress karena waktu semakin sempit.  Aku harus segera memutuskan apakah perlu mengcancel keberangkatan aku ke Hongkong apa tidak. Dalam hati, aku sudah tidak mau berangkat. Aku mau berkonsentrasi menangani penyakit yang belum jelas jundrungannya ini. 

Menghadap bos adalah keputusan yang bijak, dalam kondisi badan sedikit lebih fit, pagi pagi aku menghadap bos untuk memberitahukan kondisi aku sebenarnya. Melihat aku sudah berada di kantor, maka jawaban kurang lebih begini, ‘kamu akan baik baik aja, anggap saja badanmu sudah sehat. Berangkat dulu, sakitnya lanjutin setelah pulang dari Hongkong’. ☺

Mendengar itu, sebenarnya antara senang dan sedih. Senang, karena memang seperti itu seharusnya seorang yang sakit dalam menghadapi penyakitnya. Tidak boleh terlena dalam sakit, tapi harus berpikir positif kalau penyakitnya sudah sembuh. Sedih, karena memang benar benar masih sakit… ☹

****

Hari hari semakin dekat, tapi kondisi badan masih tetap tidak mendukung diri ini untuk beraktifitas. Dan puncaknya adalah sehari sebelum keberangkatan, malamnya aku masih terbaring demam di kasur. Sayangnya, besok tetap harus berangkat. Tidak ada kata tidak. Berdoa sekuat tenaga semoga besok pagi, ada sebuah mukjizat yang akan membuat badan ini mendadak menjadi sehat.

Aku tidur lebih awal, karena aku harus berangkat pagi pagi buta ke airport. 

Benar saja dan Tuhan memang baik. Pagi pagi badan ini tiba tiba bangun dalam kondisi segar. Seolah olah tidak ada masalah apa apa semalam. Dengan perasaaan antara senang dan sangsi, aku menetapkan untuk tetap berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Dan berdoa, agar selama di Hongkong nanti, kondisi aku semakin membaik dan pulang tanpa kurang satu apapun juga.

Sekali lagi, memang Tuhan itu baik. Selama aku di Hongkong dengan kondisi mendung dan hujan, aku tidak mengalami sedikitpun demam yang berarti. Hanya badan masih sedikit lemas tapi semua itu dapat di handle dengan baik. 

Semoga pemikiran positif dan iman kepada Tuhan dapat memberikan kesembuhan kepada setiap orang yang sakit. Yang perlu dilakukan hanyalah percaya saja. 

“Asal kujamah jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s