Antara Tiket Tram, Bahasa Inggris dan Pemilik Toko

21walesstreet

Melanjutkan Flashback ke masa silam dan masih tetap bercerita tentang hari hari pertama aku berada di Australia dan tepatnya di lokasi West Brunswick, Victoria.

Tentunya dicerita kali ini, aku masih menggunakan fasilitas yang diberikan oleh google map street view. Memang mengagumkan sekali Google map street view ini, idenya dan eksekusinya sederhana dan benar benar brilliant hasilnya.

Oh ya, balik lagi ke acara flash back aku ini dan tanpa berpanjang panjang lagi, mari aku mulai perjalanan ke masa lalu dan semoga saja teman teman bisa ikut 

menikmatinya.

****

Di hari-hari pertama di Australia, tentunya banyak hal yang harus dilakukan sebelum kita bisa memulai berbagai aktifitas seperti layaknya warga lain di sana. Dan satu hal yang bisa dibilang penting sebelum memulai hidup di Negara orang adalah mempelajari transportasi umumnya. 

Untuk mempelajarinya, aku tentunya harus pernah menaiki salah satu moda transportasi milik mereka. Waktu itu, moda transportasi yang menurut aku unik dan juga keren adalah Tram. Kendaraan ini menggunakan rel kereta api listrik dan dijalankan di tengah jalan bersama mobil dan kendaraan lain. Dan katanya dulu, kalau tidak salah Jakarta juga punya moda transportasi seperti ini di bilangan kota tua. 

Untuk naik Tram aku membutuhkan tiket. Pengguna moda transportasi umum di Negara bagian ini diberikan pilihan untuk dapat membeli tiket secara berlangganan baik itu bulanan, mingguan bahkan harian. Dan satu tiket langganan itu dapat digunakan untuk seluruh moda transportasi lainnya, seperti Bus dan MRT, tanpa perlu membeli tiket lagi.

Untuk menghemat, aku selalu membeli tiket secara bulanan. 

****

Tempat beli tiket pertama kali

Gambar berikut adalah foto toko majalah tempat aku membeli tiket pertama kali. Dan ada cerita tersendiri saat aku membeli tiket langganan bulanan di toko ini. 

Mau tahu ceritanya. Mari….

Di sepanjang jalan aku sudah diberitahukan oleh Ibu home stay agar membeli tiket berlangganan yang bulanan. Dari rumah sudah hafalkan kata kata yang akan diucapkan kepada si penjaga toko. Maklum datang ke Australia, aku hanya bermodalkan nekat dengan persiapan bahasa inggris yang minim.

Kurang lebih kata katanya adalah ‘Can I have a monthly ticket, please? 

Sepanjang perjalanan ke toko itu, aku mengulang ngulang kalimat itu, biar dapat logat bulenya.

****

Ada suara bel terdengar seketika aku membuka pintu toko itu, sebagai pertanda bagi penjaga kalau ada calon pembeli yang baru saja masuk. Mendengar suara bel itu, pemilik toko datang menghampiri. Seingat aku dia adalah orang keturunan dari timur tengah. 

Dengan gagah berani, akupun langsung mengutarakan keinginan aku dengan mengatakan kalimat yang sudah aku pelajari sepanjang perjalanan tadi.

‘Can I have a monthly ticket, please?’

‘Pardon’, katanya

Aku ulangi lagi kalimat tadi, ‘Can I have a monthly ticket, please?’

‘Sorry, say that again’,  katanya lagi

Mulai ada keraguan dalam diri ini tapi tetap tidak merasa ada yang salah. Anehnya, mengapa manusia di depan aku ini tidak mengerti apa yang aku ucapkan barusan.

Dengan percaya diri tinggi aku ulangi lagi ‘Monthly ticket, please?’

What?’, tanyanya lagi.

Mendengar jawaban itu, hilang semua rasa percaya diri dan bertanya dalam hati,  apa yang salah dengan kata kata yang telah aku ucapkan. 

Akhirnya, aku ulangi kalimat tadi dengan perlahan beserta penekanan pada huruf ‘th’ dengan lidah menyentuh langit langit pada kata monthly. 

‘Monthly ticket, please?’

‘Oh…Monthly ticket’,  Ia mengulang dengan penekanan pada huruf ‘th’ untuk memastikan aku belajar.

Fuiih, akupun tersenyum lega dan akhirnya aku berhasil mendapatkan tiket berlangganan selama satu bulan. 

Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah bicaralah dengan bahasa inggris yang pelan dan intonasi yang tepat agar lawan bicara mengerti. Kecenderungan orang Indonesia bicara adalah cepat dan banyak huruf ‘r’nya sehingga kata monthly sehingga ke sebut ‘manli’ tanpa penekanan pada huruf ‘th’.

Nah aku tidak tahu persis yang ‘oon’ aku atau pemilik toko. Tapi setelah aku tanyakan kepada teman teman lain yang juga Indonesia. Ternyata mereka juga pernah mengalami masalah yang sama ketika membeli tiket itu. 

Saran aku lagi, lakukan persiapan bahasa inggris yang benar kalau mau keluar negeri. Jangan dadakan seperti aku waktu itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s