Bernostalgia bersama Google Map Street View

Mengenang masa lalu memang menyenangkan, apalagi kalau peristiwa yang dikenang itu adalah kejadian yang bisa membuat kita lebih berbahagia. 

Mengembalikan kenangan indah di masa lalu dan memutar kembali setiap  adegan demi adegan di dalam pikiran kita, kalau kata Syahrini itu sesuatu. 

Tapi seberapapun kerasnya kita mengingat ingat semua kenangan itu, pasti ada satu dua hal yang akan terlupakan. Khusus buat aku yang ingatannya bisa dibilang cetek ini, aku sering melupakan tempat dan lokasi kejadian. 

Seperti kejadian beberapa waktu ini, ketika aku mencoba menceritakan pengalaman aku ketika pertama kali tinggal di kota Melbourne kepada teman. Aku cukup kesulitan mengingat ingat lokasi kejadian tepatnya pada cerita itu secara detail. Aku bisa menceritakan kepada teman teman secara detail kejadian per kejadian, tapi begitu sampai kondisi lokasinya, aku cukup sulit mendeskripsikannya dengan baik. 

Untungnya, aku menemukan google map street view. 

Dan lahirlah ide tulisan ini yang  akan membawa teman teman semua ke masa lalu aku ketika tinggal di Australia. Tepat dimana pertama kali aku menginjakan kaki di satu suburb yang bernama West Brunswick, Victoria. Dan tentunya berkat bantuan google map street view cerita aku akan dilengkapi dengan foto-foto yang aku ambil dari sana google map itu. 

Ayo… mari kita mulai.

21wales street

Ini adalah rumah pertama aku di Australia. Dulu rumah ini milik seorang Ibu India asal Fiji. Aku tinggal bersamanya dan juga seorang teman dari Medan. Pengalaman tinggal bersama keluarga India pernah aku ceritakan disini. 

Di belakang rumah itu dulu, ada pohon Apple Granny Smith dan Plum, yang dapat dipanen antara bulan November-Desember. Itulah pohon apple yang pertama kali aku naiki seperti layaknya memanjat pohon jambu air di depan rumah. Dan di depan persis tepatnya samping mobil pada gambar, tumbuh juga pohon buah Apricot. Iya, buah-buah mahal ini tumbuh di halaman rumah.

Foto ini diambil oleh Google Map tahun 2009, dan aku meninggalkan rumah ini tahun 1996. Rumah yang berlokasi di 21 Wales St, West Brunswick ini ternyata masih sama seperti dulu dan tidak ada sedikitpun yang berubah. 

St. Joseph Catholic Church

Berikutnya adalah sebuah gereja katolik, yang bernama St Joseph Catholic Church yang berlokasi di Hope St, West Brunswick. Untuk ke gereja ini hanya diperlukan waktu 5 menit dengan berjalan kaki dari rumah. Gereja ini merupakan gereja pertama yang aku kunjungi setelah seminggu di Negara orang lain. Orang tua aku selalu berpesan, ketika pergi kemanapun juga, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari gereja terdekat dan berkenalan dengan Romonya. Jadi kalau ada apa apa, aku bisa minta pertolongan gereja terdekat. Syukurlah sampai waktu aku meninggalkan Australia, tidak ada kejadian aku yang sampai merepotkan pihak gereja. Dan gereja ini selalu terbuka, dan aku lumayan sering mampir ke gereja ini hanya untuk sekedar berdoa saja.   Satu hal yang menarik ketika mengunjungi gereja ini adalah isinya yang hanya orang yang sudah tua atau orang Asia.  Kemana bule-bule itu. Silakan artikan sendiri.

kantor pos final

Nah, ada yang tahu gambar apa ini? Iya betul, ini adalah toko majalah (news stand) yang sekaligus merangkap kantor pos yang terletak di Melville Road. Ini juga tempat yang sering aku kunjungi setiap minggunya. Aktifitas rutin aku di toko ini lebih banyak untuk membeli perangko. Setelah surat cinta ditempelkan perangko, langsung dimasukan ke dalam kotak pos berwarna orange, karena yang kuning buat pengiriman express dan lebih mahal biayanya. Kalau aku tidak salah ingat, pengiriman keluar negeri akan dilakukan pada hari Rabu. Jadi aku selalu memasukan surat surat aku pada hari selasa.

Di jaman yang serba internet ini, ternyata di Australia keberadaan kantor pos masih tetap berjaya. Buktinya setelah bertahun tahun ditinggalkan kota ini,  kotak pos yang sama masih tetap eksis.

telephone umum

Foto yang ini adalah telepon umum yang hanya berjarak 50 meter dari toko majalah itu. Ini adalah telepon umum pertama yang aku gunakan untuk menghubungi keluarga di Indonesia sesaat setelah aku tiba di rumah home stay tadi.  Tentunya telepon umum ini dan tepatnya yang di foto itu,  memiliki kenangan historis tersendiri buat aku terutama dalam hal membantu aku menjalani Long Distance Relationship.  Aku sering melepaskan kangen dengan sang gadis yang dulu masih menjadi pacar aku. Dan syukurlah kalau sampai saat ini, telepon umum itu masih tegak berdiri pada posisi yang sama. Semoga masih akan berdiri sampai nanti aku berhasil mengajak sang gadis ke sana.

Nah sebenarnya masih banyak kenangan aku di suburb yang bernama West Brunswick ini. Sepanjang aku menyusuri jalan jalan pada google map street view, timbul rasa kangen tersendiri dalam diri ini. 

Tulisan berikutnya, aku akan aku lanjutkan dengan gambar-gambar lain seputar West Brunswick. 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s