Tranportasi Hongkong Dan Jakarta, Beda Tipiskah?

Meniup Bola Ping Pong by ARO
Meniup Bola Ping Pong by ARO

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima jam, akhirnya aku mendarat juga di Bandara Udara International Hongkong, Chek Lap Kok.  Deg-degan mulai lagi, tapi dengan cepat aku paksa otak ini untuk berpikir positif. 

Bandara yang terkenal sibuk dan memiliki lebih dari 500 gate memang keren dan modern. Layaknya airport airport Negara Negara maju lainnya, airport Hong Kong juga sudah seperti mall. Orang lalu lalang dengan tujuan penerbangan masing masing, merupakan suatu pemandangan yang sangat menarik.

Hongkong… Here I come. Rasanya mau cepat cepat keluar dari airport dan menghirup udara segar Negara ini untuk pertama kalinya. Begitulah ritual aku, setiap kali mendaratkan diri di satu Negara baru. Rasanya senang sekali, ketika pertama kali pintu otomatis airport terbuka dan udara pertama yang masuk ke paru paru, langsung menyadarkan diri kalau sekarang sudah bukan di Indonesia lagi.  Sejauh ini, menurut aku setiap Negara punya ciri khas wangi tersendiri yang nantinya akan selalu dikangenin. 

Coba kalau udara Jakarta gimana?

****

Balik dulu ke masa silam, sebenarnya, di tahun 2003 aku sudah hampir ke sini. Tapi penerbangan di cancel akibat wabah flu burung di mana-mana. Sempat terlintas, kalau kejadian sakit aku kemarin, adalah juga tanda tanda yang akan menggagalkan aku kembali untuk menginjakan kaki di Hongkong untuk kedua kali ya. Puji Tuhan ternyata tidak. 

Di dalam bis menuju hotel.

Sebenarnya Indonesia itu tidak kalah maju dengan Negara Negara lain, kalau hanya diukur atau dilihat dari perjalanan antara Bandara sampai ke pusat kota Jakarta.  

Jakarta juga punya jalan tol cukup keren yang menghubung Bandara hingga dalam kota. Kalau kita melewati jalan tol itu di Jakarta, rasanya sama seperti aku sekarang melewati jalan dari bandara menuju hotel di Hongkong. Sama sama mewah dan bersih. 

Sayangnya memang, dalam hal ini Jakarta masih memiliki satu kekurangan, yaitu tidak punya public transport yang terintegrasi. Walaupun sekarang Jakarta sudah  memiliki public transport yang menghubungkan antara bandara dengan pusat kotanya. Sehingga turis-turis tidak hanya mengandalkan taksi saja sebagai moda transportasi, yang sering membuat mereka merasa tertipu.

Jadi kita tuh tinggal sedikit lagi  melangkah menuju seperti Negara Negara maju itu

Semoga ya, suatu hari kita akan punya public transport yang benar benar mampu menjunjung tinggi rasa kemanuasian dari para penggunanya. Tentunya bukan cuma bisa membuatnya saja, tapi juga diberikan kemampuan untuk merawatnya juga. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s