Ramen Girl, Ramen dan Indomie

Kaget by ARO
Kaget by ARO

Apakah ada yang pernah nonton film berjudul Ramen Girl yang dibintangi oleh Brittany Murphy? Film ini tidak sengaja aku tonton waktu itu dan aku juga sudah lupa kapan persisnya menonton film itu. Tapi yang jelas, cerita film itu masih begitu membekas di kepala, dan dari film itu juga akhirnya aku berkenalan dengan makanan khas jepang yang bernama ramen. 

Diceritakan dalam film, bahwa ramen itu begitu special. Bahkan untuk menjadi seorang koki ramen, seseorang harus diuji terlebih dahulu oleh sesepuh yang paham mengenai keaslian cita rasa semangkuk ramen yang dibuatnya. 

Yang sungguh menarik aku dari keseluruhan cerita di film itu adalah kedahsyatan kuah ramen yang dapat membuat orang yang memakannya mengekpresikan seluruh perasaan hati yang dialaminya saat itu tanpa dapat dikontrol oleh mereka. Diceritakan disitu, kalau suasana hati penikmat ramen sedang sedih maka secara tiba tiba ia bisa menangis, begitu juga kalau hati mereka sedang senang maka penikmat bisa ketawa tanpa kontrol.

Bagian cerita itulah yang sebenarnya selalu membuat aku penasaran dan membuat aku bertanya-tanya, apakah sehebat dan seajaib itukah semangkuk ramen jepang itu. 

Dari titik itulah aku mulai mencari cari informasi mengenai ramen. 

****

Setelah aku tanyakan teman-teman yang pernah mencoba ramen dan bertanya kepada mereka yang kebetulan pernah ke Japang, tidak aku temukan cerita ajaib seperti itu. Walaupun begitu, ternyata ramen memang begitu special di Jepang sampai sampai dibuatkan museumnya. 

Jadi sampai hari ini, aku masih belum pernah menemukan atau mendengar cerita nyata mengenai sensasi yang ditimbulkan ketika memakan ramen seperti yang diceritakan pada film itu.

Karena dulu restaurant ramen belum semenjamur seperti sekarang, maka kesempatan untuk mencobanya  sendiripun menjadi cukup sulit. Tetapi saat ini, hampir semua restaurant special ramen sudah aku pernah kunjungi dan cicipi, dari yang paling mahal sampai yang murah. 

Saking penasaran ingin membuktikan hal itu, maka setiap kali ada teman yang merekomendasikan restaurant ramen yang enak pasti aku bela-belain untuk datang ke sana dan mencicipinya. Aku benar benar ingin mengalami sensasi makan ramen sampai menangis dan ketawa yang diceritakan di film itu. 

Bermangkok mangkok ramen sudah aku coba, dari ujung Jakarta yang satu ke ujung yang lain, dari mall yang satu ke mall yang lain. Tapi aku tidak mengalami apa apa, jangankan nangis atau ketawa, mengerti kenikmatan makan ramen saja tidak.

Memang perlu diakui kuah ramen itu memang enak, tepatnya gurih karena kaldu dagingnya. Tapi kalau mau jujur ya dan setelah makan begitu banyak ramen dari berbagai restaurant ramen. Aku kok pelan pelan mulai menyimpulkan kalau ramen itu lebih mirip indomie kuah yang dihidangkan secara mewah menggunakan daging. 

Tentunya, bukan aku saja yang bilang begitu, sudah sering juga aku denger pengunjung restaurant yang mulai menyimpulkan begitu. Sering aku mendengar percakapan mereka seperti, “ini sih kayak makan indomie di kasih daging doang ya” dan komentar yang serupa lainnya.

Malah aku sering menangis ketika makan indomie dengan cabe rawit cincang. 🙂

Bagaimana dengan teman teman, apakah juga merasakan hal yang sama dengan aku?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s