Toko Roti Mirota Kampus Yogyakarta

Toko Roti Mirota Bakery by ARO
Toko Roti Mirota Bakery by ARO

Status tulisan sih masih di Yogyakarta tapi manusianya sudah di Jakarta.

Inilah salah satunya alasan kenapa aku senang menulis, aku bisa sejenak kembali ke belakang dan maju ke depan pada saat bersamaan. Pada saat proses menulis itu terjadi, aku bisa ‘mengembalikan’ pengalaman masa lalu dan ‘mengalami’ masa depan sekaligus. Menulis juga memampukan aku tersenyum dan cemberut pada waktu yang sama. Gimana tuh? Intinya bisa lah kayak gitu ya… maksa nih. ☺

Jadi rajin rajinlah menulis. Kata orang pinter, menulis juga bisa buat terapi pikiran loh.

Sobat sobat sekalian, dikesempatan kali ini aku mau menulis sesuatu yang personal. Ciyee.. beneran loh, jarang jarangkan aku menulis yang berhubungan dengan hal hal personal aku di blog ini. Jadi ini kesempatan langka. (Jiah… sok bener kayak seleb aja…)

Eh… Dulu tepatnya 25 tahun yang lalu, aku sukses ‘nembak’ seorang anak gadis. Dan itu merupakan pengalaman pertama aku berpacaran. Kok bisa?  Ya bisa, karena yang sebelum sebelumnya tidak aku hitung. Kalau sempat dihitung aku juga tidak tahu, ini sudah keberapa kali. ☺ (preeet… sok laku..)

Tentunya ini juga pengalaman pertama aku ‘menembak’ seorang gadis untuk dijadikan pacar. Karena biasanya lebih sering ditembak. Jiaah.. cape deh. 

Aku tidak tahu kenapa saat itu aku bisa nekat sekali, kata orang sih karena cinta. Cinta…. Masa sih? 🙂

Penasaran mau tahu prosesnya? 

***

Sore itu, bermodalkan bonceng motor teman, aku nekat pergi ke kostnya tanpa janjiaan dulu dengan sang gadis. Kok bonceng? ga sendiri aja? Maklum dulu aku tidak punya motor, cuma adanya sepeda.  Bilang aja ga bisa naik motor jeee.. ☺

Khan tidak lucu juga, sudah keren keren, terus keringetan sampai sana.  

Untungnya… si gadis itu ada di kost. Coba kalau saat itu tidak ada, bisa bisa aku kehilangan momentum keberanian dan kenekatan.

Sayang ya dulu belum ada acara ‘katakan cinta’, coba kalau ada, kan bisa ikut dan numpang narsis. ☺

Setelah bertemu, aku langsung ajak sang gadis keluar jalan-jalan mencari tempat nyaman untuk menjalankan hasrat terpendam itu. Aku tidak tahu, apakah gadis yang berjalan di samping aku waktu itu tahu mengenai rencana penembakan ini. 

Dengan saksi gunung merapi dan nyai Roro Kidul, waktu itu kami berdua jalan kaki menyusuri daerah dekat dekat kosan sang gadis untuk mencari tempat makan. (romantis ya.…) 

Sebenarnya menyesal juga, kenapa aku kok tidak mempersiapkan tempat yang baik untuk moment sepenting itu. Memang beginilah orang yang tidak pernah memplanning kegiatannya.

***

Setelah berjalan cukup jauh dan bingung mencari tempat yang representative untuk melakukan ritual penembakan, akhirnya kami masuk di Toko Roti Mirota Kampus. 

Karena rasa gugup dan deg degkan, maka kami hanya memesan minum es jeruk saja. Sebenarnya sih aku sengaja pesen minum doang, karena takut uang tidak cukup. Wong budgetnya makan lesehan sekarang mendadak masuk ke toko roti. Ck ck ck.. ☺

Sengaja memilih duduk bersembrangan agar bisa melihat ekpresi sang gadis ketika nanti kalimat nekat itu meluncur dari mulut. Dasarnya aku memang tidak bisa basa basi, tanpa berlama lama lagi, langsung aku nyatakan perasaan terpendam ini kepada sang gadis. 

Sontak saja sang gadis kaget… deg…  aku lihat ekspresi mukanya biasa saja. Mate… mate.. tidak diterima nih.

Eh.. eh.. ternyata diam diam diapun memiliki hati pada aku yang terbilang aneh ini. Hore.. akhirnya selama hampir 3 tahun tinggal di Yogyakarta akupun punya pacar. 

Tanpa terasa sudah hampir satu jam kami di toko roti itu, benar kata orang-orang kalau sudah pacaran dunia kayak milik berdua dan yang lain hanya ngontrak. Tiba tiba aku ingat dengan teman aku yang nganterin tadi dan Ia masih tertinggal sendirian di kost sang gadis.. eh pacarku ding… ciyee langsung ganti statusnya ya… ☺ 

Kamipun pulang jalan kaki lagi ke kost, dan tentunya, itu akan menjadi ‘sepanjang jalan kenangan’ buat kami berdua.  So sweet…. 🙂

***

Sayangnya aku memang tidak bisa menikmati masa kebersamaan dengannya lama lama, karena jarak waktu ‘penembakan’ itu dengan rencana kepergian aku untuk kuliah di Australia begitu dekat.

Sebenarnya rencana sekolah itu sudah aku sampaikan waktu penembakan dulu. Dan tentunya setelah dia setuju baru dikasih tahu rencana kepergian aku, kalau tidak mana mau dia nanti. ☺

Tapi mungkin karena dia benar benar mencintai aku, maka diapun menerima tawaran untuk berlong distance relationship (LDR). Kata orang cinta itu buta dan buta karena cinta itu beda tipis sama oon. ☺

Untuk sementara cerita segini dulu ya.. mau tahu kelanjutan ceritanya bagaimana akhir kisah long distance relationship aku. Nantikan kehadirannya di hari senin minggu depan.

Tulisan episode ini sebenarnya hanya untuk mengenang sebuah tempat bernama Toko Roti Mirota Kampus di daerah Kota Baru Yogyakarta. Untung saja pada saat aku kemarin kembali lagi ke Yogyakarta, aku masih bisa melihat dan mampir ke toko itu untuk sebentar bernostalgila. 

Semoga toko roti itu akan selalu ada disitu dan bisa tetap menjadi bagian kecil dari semua kenangan aku akan kota Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s