3 Hal Yang Selalu Diperbaharui Oleh Pemimpin

Yogyakarta Tersenyum by ARO
Yogyakarta Tersenyum by ARO

Apakah kalian merasa sudah menjadi seorang pemimpin atau bahkan sudah benar-benar menjadi pemimpin, bukan sekedar rasa-rasa saja? 

Benar, pada dasarnya kita semua adalah seorang pemimpin, lahir untuk memimpin. Bermula dari memimpin diri sendiri, dan seiring berjalannya waktu dan bertambahnya umur, kita mulai belajar untuk memimpin orang lain, memimpin adik sendiri bagi yang memiliki adik, memimpin teman  sepermainan di sekolah, memimpin di organisasi baik pekerjaan ataupun bukan dan akhirnya kita dinobatkan sebagai seorang pemimpin sejati dan diakui oleh semua orang kita pimpin. 

Kemampuan seseorang dalam memimpin memang selalu dimulai dengan keahlian dalam memimpin diri sendiri, atau di kenal dengan istilah self leadership. Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk memimpin diri sendiri, dapat dipastikan akan mampu memimpin orang lain, tetapi tidak sebaliknya. Ketika kita belum mampu memimpin diri sendiri secara efektif, maka dipastikan kepemimpinan yang dipercayakan kepada kita juga pasti akan rapuh. Dengan kata kalian kemampuan kita tidak akan dapat menginpirasi orang lain, terutama   bagi anggota tim yang kita pimpin.

Karena kemampuan akan self leadership menjadi dasar, dan dalam tulisan ini, tidak akan membahas terkait bagaimana caranya memimpin diri sendiri.  Semoga dalam waktu dekat aku bisa membahas terkait self leadership. 🙂 Tetapi lebih membahas apa saja sih yang harus dimiliki dan senantiasa diperbaharui untuk menjadi seorang pemimpin.

***

Ada tiga hal yang harus selalu diperbaharui oleh seorang pemimpin untuk menghadapi tantangan yang semakin besar, terutama dalam hal memimpin tim dalam organisasi, baik itu organisasi yang berorientasi profit maupun non-profit :

1. Mindset

Mindset adalah cara pandang kita terhadap pekerjaan, tim, atasan, rekan kerja, target, kompetisi, dan perubahan. Cara pandang memiliki peran penting dalam menentukan perilaku kita. Pada artikel sebelumnya terkait padadigma shift (pergeseran paradigma), kita membahas bahwa cara pandang tidak selalu benar, karena itu memiliki cara pandang yang benar terhadap sesuatu akan membantu kita bertindak dengan benar pula. 

Cara kita melihat pekerjaan yang kita lakukan dan menyadari kontribusi positifnya terhadap organisasi secara keseluruhan akan membuat kita senantiasa bersemangat dalam mengerjakannya. 

Begitu juga cara pandang kita terhadap atasan, rekan kerja dan target yang dipandang selalu memberikan tekanan, memiliki dua mata pisau yaitu sebagai pemberi semangat dan juga dapat menjatuhkan. Maka dengan memastikan kita memiliki cara pandang yang positif kepada semua hal, dapat membantu kita agar tetap semangat untuk datang ke kantor setiap hari misalnya. Datang dan berkumpul bersama dengan rekan kerja berbekal cara pandang yang positif setiap hari akan sangat membantu diri sendiri dan tim yang kita pimpin secara keseluruhan. 

Satu hal sangat penting dan perlu dilatih dengan baik sebagai pemimpin adalah bagaimana memiliki mindset yang positif terhadap perubahan. Karena sebagai pemimpin, kita wajib mengetahui bahwa apapun itu tidak akan luput dari yang namanya perubahan.  Oleh sebab itu, kesiapan kita dalam menyikapi setiap perubahan dan melihatnya sebagai sebuah kesempatan bukan bencana, membawa perilaku baik untuk menyambut perubahan yang mungkin terjadi.

Karena semua itu, sangatlah penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki mindset atau cara pandang yang baik dalam memimpin diri sendiri dan tentunya juga orang lain.

2. Skill Set

Tentu saja memiliki cara pandang yang baik tidak semerta-merta mampu menjadikan kita sebagai pemimpin yang baik. Pemimpin yang diakui oleh timnya tentu memerlukan kehandalan dan kemampuan sebagai tempat bertanya, konsultasi, bertumpu, belajar, dan bertumbuh bagi tim yang dipimpinnya.  Karena itu seorang pemimpin dituntut untuk memiliki skill set yang baik juga. Contoh skill-set yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah Ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan teknis baru, manajerial, dan leadership. Semua itu adalah contoh-contoh skill set yang dibutuhkan ketika sedang memimpin. 

Ambil satu contoh, seorang untuk dapat diterima pemimpin diperlukan keterampilan dan pengetahuan di atas rata rata anggota tim yang dipimpinnya. Akan aneh, kalau pemimpin dianggap kasarnya lebih bodoh oleh anggota tim yang dipimpinnya.  Pernah mendengar curhat temanmu, terkait pemimpin yang dianggap memiliki kompetensi rendah oleh anggota timnya.  

Karena itu, maka sebagai pemimpin kita harus memiliki dan melengkapi diri kita dengan skill set yang memadai. Banyak belajar, banyak baca untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan sehingga sebagai pemimpin kita dapat senantiasa memberikan masukan yang baik kepada tim kita. Tentu selain untuk kelihatan lebih pintar, kita juga dapat membuat tim kita menjadi lebih baik dan membuat mereka juga menjadi orang yang baik

3. Tool Set

Pemimpin memiliki mindset dan skill set yang baik, perlu ditunjang dengan  perangkat-perangkat untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan sendiri dan team. Memiliki system management, pengukuran kinerja yang efektif, dan sistem reward dan punishment yang menarik dapat membantu keseluruhan proses pemimpin dalam membentuk tim yang solid dan kompak. Tim yang termotivasi karena semuanya transparant, jelas, terukur sehingga mereka dapat memantau  kinerjanya dengan baik. Pemilihan tool yang cocok dengan kebutuhan tim akan sangat baik, dan tentunya tools harus mendapatkan persetujuan bersama sebelum digunakan agar terjadi komitmen bersama ketika akan digunakan.

Sekarang sudah banyak tools yang dapat digunakan untuk dapat membantu kinerja tim, collaboration tools yang dibantu dengan teknologi semakin mudah didapatkan. Tantangan sebagai pemimpin adalah bagaimana cara mengimplementasikan itu semua, sehingga dapat diterima dan dilakukan oleh tim dengan baik. Sehingga tujuan dari memiliki tool sebagai alat bantu benar benar tercapai.

Sebagai catatan tambahan, sebagai pemimpin yang baik,  pembaruan secara terus menerus dan konsisten terhadap ketiga komponen diatas sangat diperlukan untuk menunjang pencapaian kinerja tim secara keseluruhan dan juga performance sebagai seorang pemimpin yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s