Konvoi Pengantar Jenazah Yang Arogan, Perlukah Seperti itu?

Gereja Baptis by ARO
Gereja Baptis by ARO

Sebenarnya sudah beberapa kali aku berpapasan dengan rombongan iring iringan pengantar mobil jenazah di Jakarta. Dan aku juga cukup toleran dengan semua tindak tanduk mereka di jalanan, apalagi kalau mikir mereka memang sedang dirundung duka yang mendalam. 

Memberikan jalan bagi rombongan iring iringan pengantar mobil jenazah memang sudah seharusnya dilakukan. Sama halnya kalau mendengar sirene ambulance atau mobil pemadam kebakaran. Sebaiknya sebagai sesama pengguna jalan, kita dianjurkan untuk mengalah dan memberikan jalan kepada mereka. 

Dan entah sejak kapan tradisi konvoi pengantar mobil jenazah ini dimulai, yang pasti kegiatan yang satu ini sudah bisa dibilang bagian dari budaya Negara ini. 

Budaya yang sangat baik sebagai wujud saling perhatian dan tolong menolong antar sesama warga.  Tradisi yang mempertontonkan saling dukung antar sesama manusia terutama ketika ada orang yang sedang tertimpa musibah.

****

Tapi sayang sungguh disayang…

Budaya yang dimulai dengan niatan yang baik itu sering dilakukan dengan cara cara yang tidak baik. Kegiatan konvoi pengantar mobil jenazah ini tak jarang memberikan kesan negatif bagi sebagian masyarakat, terutama pengguna jalan.

Iring iringan pengantar mobil jenazah yang dikomandoi oleh pengendara motor berbendera kuning sering melakukan tindakan yang membahayakan pengguna jalan lain.

Rombongan motor pengantar mobil jenazah tak segan segan melakukan hal hal ‘berani’ yang mungkin akan mencelakai dirinya sendiri dan tentunya juga pengguna jalan lainnya. 

Pemandangan ketika sejumlah pengendara motor tanpa helm menganyun-ayunkan tongkat kayu dari atas motor dengan kecepatan tinggi, dan memerintahkan pengguna jalan lain untuk memperlambat atau meminggirkan kendaraannya adalah bagian dari kegiatan konvoi yang sangat mengganggu. 

Bahkan tak jarang pengguna jalan lain harus mengalah sampai keluar dari jalan. 

Yang lebih buruk lagi, mereka juga sering terlihat menggunakan tongkat kayu itu untuk memukul mobil yang kebetulan tidak patuh dengan perintah mereka.

Beberapa juga ada yang melawan arus jalan, yang mungkin juga akan mencelakakan mereka juga nantinya.

****

Pertanyaannya.…

Haruskah mereka mengantarkan kerabat yang dicintai ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan cara searogan itu? 

Aku yakin kalau saja yang diantarkan itu masih hidup, ia pasti juga tidak akan mau diantar dengan cara seperti itu.

Ada baiknya sekarang sudah mulai dipikirkan cara yang lebih baik untuk mengantarkan jenazah manusia, apalagi kalau kita semua setuju dan menganggap kegiatan ini adalah sesuatu yang mulia. 

Karena seperti orang bijak sering katakan, sesuatu yang dimulai dengan baik harus pula berakhir baik. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s