Perbedaan Cara Mendidik Anak Menjadi Berani & Mandiri Di Kota dan Desa

Dokar Samsuri by ARO
Dokar Samsuri by ARO

Sebuah perjalanan untuk menaikan angka kilometer pengalaman menyupirku pun akan segera dimulai. Keren ya kayak pilot. Menurut aku seorang supir mobilpun harus ada pengalaman kilometernya. ☺ Sayangnya kalau di Jakarta ukuran itu tidak berlaku karena memang lebih baik indikator pengalamannya menggunakan seberapa banyak kaki direfleksi selama kegiatan supir menyupir dilakukan. ☺

Menyupir menuju Purwokerto, kampung halaman bukanlah pengalaman pertama kali untukku. Sudah bertahun-tahun, aku melakoni profesi dadakan menjadi ‘supir pribadi’ mobil antar kota antar provinsi. Hanya saja dua tahun terakhir ini, jumlah penumpang bertambah satu, yaitu putri semata wayangku.

Seperti layaknya jalan menuju Roma, jalan menuju Purwokerto juga banyak alternatifnya. Ada yang terbiasa menggunakan jalur pantura dan ada yang melalui jalur selatan, seperti yang selalu aku pilih. Kalau melalui jalur selatan, maka aku akan menyusuri jalan yang relatif lebih bergunung-gunung dan berkelok kelok di bandingkan jalur utara. Pemandangan pedesaan dan sawah nan hijau adalah obat penghilang jenuh yang paling ampuh buat aku pribadi ketika melewati jalur ini.

Perjalanan Jakarta-Purwokerto dapat  ditempuh kurang lebih 9-10 jam, tergantung tingkat keberanian. ☺ Pada dasarnya kalau ngebut sekalipun paling perbedaan waktu tempuhnya cuma terpaut setengah sampai satu jam dengan mobil yang santai santai saja. Jadi buat apa ngebut ngebut jika perbedaan waktu yang dihasilkan hanya segitu saja. Kan jauh lebih penting selamat sampai tujuan. ☺

****

Di sepanjang perjalanan itu, ada beberapa potret kehidupan yang aku cermati dan cukup mengganggu pikiran. Dan rasanya ingin sekali aku cepat cepat menuangkannya dalam bentuk tulisan dan dipostingkan di blog ini sebagai oleh oleh buat teman teman.

Salah satunya adalah ketika aku melihat banyak sekali anak anak kecil bermain di pinggir jalan tanpa pengawasan orang tua. Mereka berlarian dan bermain di sepanjang jalan raya yang penuh dengan bis-bis besar dan truk dengan kecepatan tinggi tanpa ada perasaan takut sama sekali. Bahkan aku yang melihatnya saja kuatir kalau terjadi apa apa sama anak anak itu. Orang tuanya begitu ‘berani’ membiarkan anak mereka bermain di pinggir jalan seperti itu. 

Aku coba berkaca kepada diri sendiri. Saat ini aku mengalami begitu banyak kekuatiran dan ketakutan ketika membesarkan anak. Aku membesarkan anak dengan kehati-hatian. Larangan-larangan untuk tidak melakukan ina itu sering keluar dari mulutku. Tidak perlu sampai bermain di jalan raya seperti anak anak itu, nyebrang jalan di komplek rumahpun akan aku awasi. 

Sebuah pemandangan yang kontras memang. Akupun yakin, bukan aku saja yang memiliki kekuatiran yang berlebihan seperti itu. Banyak orang tua lain juga mengalami masalah yang sama seperti aku.

Maka tidak heranlah kalau ada sebagian orang tua di Jakarta tertarik dengan penawaran dari sekolah sekolah yang katanya akan mendidik putra putrinya menjadi orang yang kelak mandiri dan berani. Bahkan program sekolah yang membuat muridnya menaiki kopaja keliling Jakarta saja akan mendapatkan pujian luar biasa dari orang tua murid. Padahal apa hebatnya anak naik angkutan umum seperti itu.

Kalau saja program sekolah seperti “naik kopaja” diterapkan untuk anak anak yang terbiasa bermain di jalan tadi, hampir bisa dipastikan sekolah akan mendapatkan omelan dari orang tua mereka. Karena tanpa itupun, anak anak mereka sudah jauh lebih mandiri dan berani. 

Ternyata betul kata orang bijak, Tuhan memang tidak tidur dan akan selalu adil. Disatu sisi kita diberikan kelebihan tapi disisi yang lain juga diberikan kekurangannya. Kita sebagai manusia sajalah yang harus pandai pandai bersyukur dalan menyikapi semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s