Pentingnya Pergeseran Paradigma (Paradigma Shift) untuk kita semua

Look At Me by ARO
Look At Me by ARO

Paradigma berasal dari kata Yunani Paradeigma yang artinya membandingkan. Paradeigma berasal dari kata Para yang artinya bersebelahan dan Deik artinya memperlihatkan. Karena itulah mungkin paradigma didefinisikan dengan cara kita memandang sesuatu dimana cara pandang kita itu sering dijadikan sebagai kerangka, acuan atau kenyakinan kita dalam berpikir dan bertindak.  

Cara seseorang melihat sesuatu (paradigma) akan menentukan apa yang dilakukan, apa yang dilakukan akan menentukan hasil yang didapat (hasil).

Paradigma seseorang dalam melihat atau memandang sesuatu di sekitarnya, peta di dalam pikiran seseorang seringkali tidak lengkap atau keliru sehingga perlu selalu diperiksa dari waktu ke waktu.

Paradigma bisa berubah karena belum tentu benar, parqdigma juga bisa dikondisikan dan perilaku bisa dirubah karenanya. Jadi apa yang kita lakukan akan ditentukan oleh paradigma. Paradigma yang tidak lengkap akan sangat bahaya karena sangat menentukan perilaku. 

***

Proses terjadinya perilaku kita dipengaruhi secara penuh oleh cara berpikir kita seperti yang akan dijelaskan dalam lingkaran proses yang sering disebut dengan “See Do Get” Cycle

  1. See (Paradigma)

Ini merupakan cara pandang dalam melihat suatu situasi atau kondisi yang ada di hadapan kita. Ketika kita melihat sesuatu, maka dapat dipastikan bahwa paradigma yang berasal dari pengetahuan yang kita miliki,  informasi ketika ini, dan kondisi lingkungan saat itu akan menjadi sumber atau input yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk berpikir dan menentukan langkah akan diambil selanjutnya.

  1. Do (Perilaku)

Setelah mempertimbangkan semua input, informasi dan pengetahuan yang kita miliki saat itu, kita mengambil sebuah keputusan untuk melakukan sesuatu. Proses pengambilan keputusan bisa seketika itu, bisa juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi sebaiknya perilaku yang kita ambil telah mempertimbangkan seluruh konsekuensi akibat atas apa yang akan kita lakukan. Walaupun kadang penyesalan selalu  datang belakangan.

  1. Get (Hasil)

Dari perilaku yang kita ambil, tentu akan menghasilkan sesuatu, entah itu positif ataupun negatif. Lazimnya semua yang kita putuskan untuk dilakukan telah mempertimbangkan banyak hal yang memihak pada kesenangan kita. Ya setidak-tidaknya memiliki kecenderungan untuk memihak kepada kita. Walaupun keputusan tersebut belum tentu benar karena paradigma bisa  saja berasal dari sumber yang salah. Sehingga tidak jarang juga hasil yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataannya. 

***

Ini ada sebuah ilustrasi cerita terkait bagaimana perilaku seseorang dapat berubah ketika mendapatkan informasi baru.  Dalam cerita ini telah terjadi pergeseran padadigma karena adanya informasi baru sehingga merubah seluruh perilakunya secara drastis.

Sebagai contoh, setiap orang memiliki cara pandang sendiri tentang seorang pengemis. Cara kita melihat seorang pengemis menentukan bagaimana kita berperilaku.

Ketika seseoang yang setiap hari memberikan sedekah kepada seorang pengemis yang berada di lampu merah. Setiap hari Ia selalu memberikan sebagian rezekinya kepada pengemis itu dan setiap kalipun hatinya selalu merasa bahagia karena telah memberi dengan ikhlas dan berpikiran bahwa ia telah membantu orang membutuhkan. 

Akhirnya cara berpikir itu berubah ketika satu pengalaman yang membuat semuanya harus berubah. Seseorang yang baik hatinya ini, suatu hari melihat sepasang suami-istri berbelanja di salah satu supermarket besar di kotanya. Ia seperti merasa telah mengenal mereka sebelumnya, tapi ia tidak dapat mengingatnya ketika itu. Terdorong rasa penarasan yang besar, ia akhirnya memutuskan untuk mengikuti sepasang suami-istri tadi menuju keparkiran. Ia melihat mereka masuk ke dalam sebuah mobil mewah dan menghilang.

Singkat cerita, kejadian itu membuatnya terus mengingat-ingat siapa gerangan orang yang mukanya begitu ia kenal tapi ia tidak tahu namanya. Tiba tiba entah apa yang membuatnya mampu mengingat, Ia mendadak kaget dan mukanya berubah. Ia mampu mengingat dan mengenal sosok yang ditemuinya di supermarket tadi. Ia  adalah pengemis yang setiap hari ia berikan sedekah. Ternyata mereka memiliki kendaraan yang lebih baik dari dirinya. Sedihlah hatinya, karena ia merasa telah menolong orang yang salah selama ini.

Sejak saat itu, ia memutuskan untuk tidak akan memberikan sedekah kepada pengemis lagi. Ia sunguh kecewa dan merasa tertipu oleh pengemis tadi.

Kejadian seperti itu, mungkin juga pernah kita alami. Dan juga telah membuat kita merubah perilaku kepada pengemis.

Dan ini adalah cerita terkait paradigma, walaupun cerita di atas benar, tapi keputusan untuk berhenti memberikan sedekah kepada semua pengemis bisa saja merupakan keputusan yang salah, jika mengantungkan semua keputusan kita hanya berdasarkan pada pengalaman yang dialami kemarin. Apalagi karena membaca tulisan ini. Karena pengalaman yang lalu, hanya akan membuat paradigma baru yang tentunya juga belum tentu benar untuk senantiasa dijadikan justifikasi kepada semua pengemis.

Maka sangat disarankan berbijaksanalah menggunakan paradigma dan sebaiknya carilah informasi sebanyak-banyaknya sebelum memutuskan untuk melakukan sesuatu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s