Persiapan Untuk Membawakan Permainan Pada Pelatihan

 

Garuda di Monas by ARO
Garuda di Monas by ARO

Pelatihan yang baik bukan hanya ditentukan dari materi ataupun pelatihnya, tapi hal hal yang mendukung terlaksananya proses belajar mengajar juga menjadi faktor penting bagi terselenggaranya pelatihan dengan baik. Seperti pemilihan tempat yang baik, tata letak ruangan yang nyaman, pencahayaan, dan permainan yang dilaksanan selama proses pelatihan. 

Permainan yang menarik dan sesuai dengan materi yang sedang dibahas akan mempermudah peserta mengikuti pelajaran yang sedang dibawakan. Permainan juga dapat membantu meningkatkan partisipasi aktif dari peserta dan juga membantu mencairkan situasi ketika terjadi kebekuan atau kebosanan.

Oleh karena ini, coba simak beberapa tip terkait hal-hal yang perlu dipersiapkan ketika ingin membawakan permainan ke dalam pelatihan. 

1. Memberi tahu permainan dan hadiahnya

Pemberitahuan akan ada  permainan dan hadiah sebelum dimulainya pelatihan akan menjadi faktor pendukung untuk meningkatkan semangat dan antusias peserta untuk mengikuti dan terlibat selama masa pelatihan berlangsung. Permainan bisa kita beri nama yang unik dan dapat memacu rasa penasaran seperti apa permainan-permainan yang akan dijalani pengajar selama pelatihan berlangsung. Memperlihatkan dan memajang hadiah di tempat terbuka walaupun hadiahnya tidak seberapa, tapi akan tetap dapat meningkatkan semangat berkompetisisi di antara peserta. Pemainan dapat meningkatkan semangat belajar, membantu mencerna materi lebih mudah, juga dapat meningkatkan persentase kehadiran dan sekaligus menurunkan keterlambatan peserta untuk memasuki kelas.

2. Pembagian Kelompok

Pembagian kelompok sangat perlu dilakukan terutama bagi pelatihan yang sifatnya workshop, dimana akan menuntut tidak hanya partisipasi aktif peserta di dalam kelas tapi juga peserta harus mempraktekan materi yang sedang diajarkan. Dengan adanya kelompok kelompok akan memudahkan peserta untuk mendiskusikan tugas yang diberikan. 

Pembagian kelompok sebaiknya dilakukan diawal-awal pelatihan bukan ditengah tengah pelatihan, dan sebaiknya meja dan kursi sudah disusun sedemikian rupa untuk mengakomodasi diskusi kelompok. Karena jika dilakukan ditengah-tengah kelas sedang berlangsung, akan menghambat jalannya diskusi karena perpindahan peserta di dalam kelas biasanya membuat materi dan kursi menjadi acak acakan. Mekanisme pembagian kelompok dapat dilakukan dengan berbagai cara yang semoga dapat didiskusikan di artikel yang lain.

3. Pemilihan Ketua Kelompok

Peran ketua kelompok terkesan tidak penting, tapi kalau berdasarkan pengalaman selama ini, peran ketua kelompok sangat dibutuhkan. Ketua kelompok akan menjadi perpanjangan tangan pengajar untuk menyampaikan tugas dan memimpin kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan. 

Peran ketua kelompok akan sangat penting apabila dalam pelatihan, terdapat banyak sekali tugas kelompok yang akan dilakukan dan didiskusikan. Pemilihan ketua kelompok dapat dilakukan dengan cepat menggunakan mekanisme ditunjuk oleh pelatih atau ditunjuk oleh kelompok tersebut. Mekanisme pemilihan dapat juga dilakukan di dalam kelas dengan cara yang menarik, sebagai pencair suasana sebelum berlanjut dengan diskusi materi.

4. Menetapkan Nama Kelompok

Meminta kelompok yang sudah terbentuk untuk memberikan nama kelompok barunya tidak banyak memakan waktu, tapi merupakan proses yang menarik dan membuat para anggota kelompok membuka pembicaraan satu sama lain. Oleh karena itu proses penentuan nama di dalam kelompok dapat membantu mencairkan suasana apabila peserta pelatihan tidak mengenal satu sama lain sebelumnya. Selain itu, tentu saja pemberian nama kelompok akan membantu mempererat dan meningkatkan semangat memiliki atas kelompok apalagi ketika permainan di dalam kelas sudah dimulai

5. Menentukan Ciri Khas Kelompok

Selain nama kelompok sebaiknya kelompok juga diminta untuk membuat ciri khas kelompok seperti yel-yel, bunyi bunyi singkat, ataupun bendera. Pelatih dapat menggunakan ciri khas kelompok untuk membangunkan suasana ketika terlihat peserta mulai mengantuk, konsentrasi menurun, dan terlihat kurang berinisiatif, yel-yel atau ciri khas kelompok dapat dipakai untuk membangunkan peserta dari kondisi tersebut. 

6. Penilaian setiap permainan

Setiap permainan sebaiknya diberikan poin-poin yang dapat dikumpulkan oleh kelompok ataupun peserta. Mekanisme pengumpulan poin dapat dijelaskan diawal pelatihan ataupun secara mendadak diberikan tergantung kebijaksanaan pengajar. Poin dapat diberikan ketika datang ke kelas on time, menjawab pertanyaan dengan benar, mengerjakan tugas dengan baik dan lain lain. Sebaiknya jumlah poin perlu dibuatkan dashboardnya dan ditampilkan secara jelas di depan kelas sehingga setiap peserta atau kelompok terpacu untuk memenang kompetisi. Sehingga secara tidak langsung kelas akan menjadi lebih aktif.

Semoga tips di atas dapat berguna bagi kalian yang diminta untuk mengajar di dalam kelas. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s