8 Peraturan Dalam Kelas Pelatihan Agar Berjalan Dengan Baik

Andong Cah Wetan by ARO
Andong Cah Wetan by ARO

Pelatihan atau proses belajar mengajar apapun itu, memiliki tujuan untuk memastikan bahwa peserta dan pengajar dapat belajar bersama secara timbal balik, sehingga keduanya memperoleh hasil yang ingin dicapai sebelum, selama dan sesudah proses pelatihan itu berlangsung.

Berdasarkan banyak pengalaman selama ini, pelatihan tidak jarang berakhir dengan hasil yang mengecewakan, dengan berbagai kendala dan alasan yang dialami selama masa pelatihan. Kendala bisa terjadi karena kurangnya persiapan, fasilitas belajar mengajar yang kurang memadai, konsumsi tidak sesuai harapan, tingkat partisipasi peserta, kemampuan pengajar dalam menguasai kelas dan materi, antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan dan masih banyak yang lainya. 

Dari banyaknya kemungkinan yang disebut diatas, beberapa tip dan aturan untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung dengan baik selama di kelas berlangsung. Di bawah ini adalah beberapa aturan yang dapat diterapkan dan disepakati bersama antara pengajar dan peserta pelatihan:

1. Hadir tepat waktu

Kehadiran tepat waktu peserta ke dalam ruang training untuk mengikuti pelajaran menjadi sangat penting, karena akan memudahkan pengajar untuk memulai pelajarannya tepat waktu, sehingga materi yang diajarkan juga dapat diselesaikan dengan baik tanpa merasa diburu-buru karena kehabisan waktu. Kehadiran peserta yang terlambat dapat mengganggu konsentrasi proses belajar mengajar mengingat buka tutup pintu dapat menggangu konsentrasi pengajar maupun muridnya. Kehadiran tepat waktu juga membantu peserta dan pengajar dapat pulang tepat waktu. Pemberian hadiah bagi peserta atau tim yang datang tepat waktu dapat membantu menegakan aturan ini di dalam kelas.

2. Fokus di Dalam Kelas

Murid diharapkan dapat fokus mengikuti pelajaran dengan baik. Menyimak dan mengikuti pelajaran tanpa ada gangguan dari pihak manapun. karena itu sebaiknya training training yang menuntut tingkat fokus yang tinggi sebaiknya tidak dilakukan di area dalam dan dekat kantor kantor. Karena akan ada kemungkinan bagi peserta untuk meninggalkan kelas dengan alasan pekerjaan. Fokus peserta di dalam kelas dapat membantu pelajar untuk dapat memahami dan mencerna materi pelajaran dengan lebih baik. Karena yang fokus saja belum tentu mengerti apalagi mereka yang tidak fokus.

3. Satu topik per satu diskusi 

Ketika terjadi diskusi kadang topiknya bisa keluar kemana-mana, diakibatkan tidak jarang oleh peserta yang bertanya keluar dari topik yang sedang dibahas sehingga membuat diskusi tanpa disadari semakin menjauh dari topik bahasan. Kondisi keluar dari topik  akan membuat peserta dan pengajar menjadi bingung sampai dimana tadi diskusinya dan mengapa sampai disini. Oleh karena itu sangat dibutuhkan peraturan ini agar peserta dan pengajar dapat benar benar fokus dengan topik diskusi yang sedang diajarkan atau diberikan dan tentunya dapat membantu proses pelatihan dapat selesai tepat waktu juga.

4. Hape silent mode

Peraturan yang satu ini, kedengarannya sepele, seolah-seolah ini menjadi aturan yang sudah basi. tapi nyatanya sampai hari ini dimana-mana di setiap pelatihan selalu ditekankan aturan ini. Jelas ini menunjukan bahwa kesadaran kita untuk tidak mematikan hape ketika sedang mendengar pelajaran masih kurang baik. Apakah mungkin ini menandakan kurangnya pemberian hormat kepada orang lain? 

5. Tidak menelpon, membaca dan menerima pesan singkat

Peraturan ini sebenarnya berhubungan dengan peraturan “Hape Silent Mode”, pasti kalian bertanya mengapa ada peraturan hape silent tapi masih ada peraturan ini. Karena silent mode, hape tidak dimatikan, hanya tidak diberikan notifikasi sehingga kita tidak sadar akan adanya pesan masuk atau telepon masuk. Akan tetapi, kebiasaan bolak balik melihat hape ketika tidak ada pesanpun menjadi momok sekarang. berapa banyak diantara kita yang bolak balik lihatin hape walaupun tidak ada pesan yang masuk. Nah, karena kebiasaan inilah akhirnya lahir peraturan ini.

6. Tidak ngobrol dengan sesama peserta

Peraturan ini termasuk peraturan yang sudah sangat kuno, bahkan telah ada ketika dijaman sekolah dulu, tapi tetap saja rasanya peraturan ini tetap dibutuhkan. walaupun sudah sangat jarang terjadi bahwa ditengah-tengah pelajaran masih ada orang yang ngobrol. Tapi alangkah baiknya peraturan ini tetap dipasang mengingat kemungkinan untuk mengobrol akan selalu ada. 

7. Tidak boleh tidur di dalam kelas

Peraturan tidak boleh tidur di kelas sebenarnya tidak dibutuhkan, peraturan ini sebenarnya hanya menekankan kalau jika memang mau tidur sebaiknya tidak menganggu orang lain. Untuk memastikan bahwa peserta yang tidur tidak mengeluarkan bunyi bunyi yang dapat mengganggu teman lain yang juga mau tidur. Sebenarnya tidur di dalam kelas jauh lebih baik daripada mengobrol, mainan hape, atau keluar masuk ruangan.  Karena itu tidur di dalam kelas tidak menggangu pengajar selama tidak mengeluarkan suara yang dapat menganggu jalannya proses belajar-mengajar.

8. Aktif mengerjakan tugas individu ataupun kelompok

Partisipasi aktif peserta kelas sangat dibutuhkan selain agar tidak mengantuk di kelas, juga dapat membantu peserta untuk menginternalisasi bahan pelajaran. Tugas dan permainan dapat membantu peserta mencerna materi pelajaran dengan lebih baik. Tapi mengapa peraturan ini masih tetap perlu diberitahukan, karena dalam pelatihan biasanya tidak ada ujian, sehingga peserta sering menyepelekan materi dan seolah-olah merasa tidak penting lagi atau merasa sudah tahu.

Dengan tips dan trick dijelaskan di atas, semoga kita dapat menyelenggarakan pelatihan dengan baik dan efektif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s