74 Tahun Telah Berlalu, Ingatkan Kita Akan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI?

Yuk Main Sepeda Lagi by ARO
Yuk Main Sepeda Lagi by ARO

Pukul 10.00, hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Ir.Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.

74 tahun kemudian, di hari sabtu dan tanggal yang sama, 17 Agustus, di tahun 2019.  Isi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang sama dibacakan oleh Presiden Jokowi pada peringatan detik detik proklamasi yang diadakan di Istana Negara hari ini.

Di detik-detik sebelum proklamasi, dulu panitia persiapan kemerdekaan republik ini berjuang mempersiapkan hari yang paling bersejarah untuk perjalanan masa depan bangsa ini dengan baik. 

Mereka mendiskusikan penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hingga pukul 4.00 pagi waktu itu. Para pencetus kemerdekaan bangsa ini tanpa mengenal lelah mencoba mewujudkan cita cita memerdekakan bangsa yang telah dijajah hingga ratusan tahun ini. Sampai akhirnya lahirlah sebuah teks proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik, yang kemudian dibacakan bersama dengan berkibarnya Bendera merah putih yang sudah dijahit oleh Ibu Fatmawati dan berkumandang pula lagu Indonesia Raya ciptaan WR. Supratman. 

***

Hari itulah disebut hari proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dan awal dari perjalanan panjang menuju Indonesia yang adil dan makmur.

Sedangkan kalau kita lihat hari ini, hampir semua rakyat Indonesia sibuk mempersiapkan hari-hari kebebasannya dari kepenatan pekerjaan yang sudah dijalaninya selama seminggu. 

Semua mulai bersiap siap untuk mengisi liburan setelah “dijajah” oleh pekerjaannya masing masing. Ada yang sudah siap siap untuk jalan jalan dengan keluarga dan atau mungkin ada yang sudah di pantai menikmati liburan bersama keluarga dan sanak saudara.

Semua itu tidak mungkin dapat kita nikmati sekarang, jikalau dulu para founding father tidak meletakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi mereka. Jadi sudah layaklah kita menghormati perjuangan mereka semua dengan mengisi kemerdekaan yang sudah diperoleh ini dengan hal hal yang lebih positif. 

Nah kalau ternyata sampai hari ini ada yang masih belum bisa berkontribusi dengan maksimal, maka setidak tidaknya jangan sampai melupakan hari bersejarah itu.

***

Peringatan hari ulang tahun negara tahun ini memang bersamaan dengan eforia persiapan weekend. Jadi entah berapa banyak yang masih ingat kalau hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa ini. 

Aku sendiri mulai melihat ada sebuah kecenderungan untuk melewatkan  tanggal 17 Agustus ini tanpa ada acara apa apa untuk memperingatinya. Tanggal 17 Agustus  mulai dilihat sama seperti tanggal-tanggal lainnya, untungnya saja angka 17 di kalender masih berwarna merah sebagai tanda hari libur. Kalau tidak apa jadinya? ☺

Aku juga merasakan sudah mulai terjadi penurunan kadar antusiasme untuk memperingati hari besar bangsa ini.  Terutama warga perkotaan yang selalu menggunakan  kesibukannya sebagai alasan untuk tidak berpartisipasi dengan kegiatan-kegiatan yang biasanya menghiasi perayaan ulang tahun negeri tercinta ini. 

Masih ingatkah teman teman keramaiaan RT/RW menjelang 17 Agustus setiap tahunnya? Namanya tujuhbelasan pasti dipenuhi dengan lomba-lomba seperti panjat pinang, tarik tambang, makan koin oli dan aneka lomba lainnya yang tidak kita sadari telah mampu meningkatkan keakraban sesama warga satu lingkungan. 

Sejujurnya praktis sejak pindah ke Jakarta, aku tidak pernah ikut acara acara seperti ini, kecuali kalau diadakan di kantor. Sayangnya sudah hampir bertahun tahun kantor juga tidak mengadakan acara apa apa. Bukan karena dilarang, tapi memang tidak ada lagi orang yang antusias menjadi panitia untuk membantu penyelenggarannya. ☹

Untuk tahun ini, mungkin weekend bisa dipakai sebagai alasan untuk  tidak merayakan hari ulang tahun bangsa ini dengan lebih meriah.

Eh malah jangan jangan peringatan detik detik proklamasi di Istana tadi juga dilakukan hanya sebagai formalias yang teragendakan sehingga sudah menjadi sebuah rutinitas yang tidak bisa dihilangkan. Ini baru dugaan aku saja bisa salah bisa benar.

Masih antusiaskah bangsa ini memperingati hari besar Negaranya sendiri. Semua dipulangkan kepada diri kita masing masing sebagai penghuninya. Sebagai orang orang yang hidup dan menghidupi Negara ini ada baiknya tidak melupakan sejarah perjalanan bangsanya. 

Hai Indonesiaku, Dirgahayu untuk Dirimu, dari rakyatmu yang bukan siapa siapa ini. Semoga aku bisa menjadi berguna buat dirimu atau sekurang kurangnya tidak mereportkan dirimu. Sekali lagi Selamat hari kemerdekaan buat kita semua bangsa Indonesia. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s