Bebas dan Bertanggungjawab

My Style by ARO
My Style by ARO

Sejujurnya nih, aku sedang kehabisan ide menulis. Eh… salah bukan kehabisan ide istilahnya tapi aku sedang tidak mood menulis tepatnya. Karena sebenarnya semua ide yang akan aku tuliskan sudah tercatat di dalam sebuah aplikasi notes di komputer. Jadi aku pasti ada ide. Hanya saja pada saat aku melihat ide ide di notes itu, rasanya kok males banget untuk mulai menuliskannya.

Apakah ini tanda tanda aku mulai bosen ya? Jenuh dengan ngeblog, sampai sampai ada ide saja males nulisnya. Memang sih yang sedang aku pikiran sekarang adalah menulis yang ringan ringan saja, tapi apa ya?

Jadi maaf ya teman teman semua, karena bingung mau nulis apa, jadi sampai dengan detik ini aku hanya menceritakan proses pencarian ide tulisan pada kalimat pembuka. Jadi deh kalimat pembukanya panjang dan tak berbobot. Sering tidak sih teman-teman mengalami kesulitan untuk memulai sebuah tulisan? Coba dong kasih tahu aku bagaimana cara mengatasinya?

Bayangkan saja sudah sepanjang ini, aku masih belum masuk ke topik utamanya dan  jujurnya masih belum tahu mau nulis apa. Padahal kemarin baru saja ngaku sebagai blogger sejati, eh sekarang sudah terlanda penyakit bingung. ☺ Katanya mau berguna tapi masa nulis aja tidak bermutu seperti ini.

Gini deh, coba aku mulai dengan menceritakan satu kisah yang pernah terjadi dulu waktu masih duduk di bangku SMA. Simak ceritanya. CERITA ANAK SMA lagi. ☺

***

Di pagi hari seorang bapak guru memasuki ruang kelas satu. Guru ini terkenal baik dan sangat dihormati oleh semua siswa di sekolah ini. Kelas yang tadinya sedikit gaduh tiba tiba sunyi tak bersuara menyambut kedatangan guru yang hampir setengah abad usianya ini, sebut saja namanya Pak Broto.

Ini adalah kali pertama Pak Broto berhadapan dengan murid kelas satu di awal tahun ajaran baru ini.

Dia memulai pelajaran di kelas dengan mengucapkan salam “selamat pagi” kepada semua murid murid barunya, sambil menuliskan namanya besar besar di papan tulis.  Sebagai awal perkenalan dengan siswa kelas satu baru, iapun memperkenalkan diri dan memberitahu beberapa aturan yang harus dipatuhi agar hubungan komunikasi antara guru dan murid terasa akrab dan baik. Pak Broto memang terkenal tidak pilih pilih dalam bergaul, ia begitu dekat dengan hampir semua murid di sekolah. Bagi yang tidak mengenalnya, ia memang terkesan tidak seperti guru, melainkan seperti teman bagi murid murid sma ini.

Satu peraturan yang paling aneh yang pernah disampaikan beliau di pertemuan pertama antara murid dan guru ini adalah “Kalian boleh panggil aku apa saja, terserah. Mau dipanggil monyet kek tidak apa apa. Tapi yang perlu kalian ingat kalau kalian tidak boleh menghina selain diri aku, apalagi keluarga atau orang terdekat aku” Pernyatan seperti itu membuat anak anak bingung dan membuat salah satu murid bertanya kepadanya “ Jadi kalau aku bilang ke bapak kalau bapak itu anjing dan kemudian bapak tidak marah?” Pak Broto menjawab dengan tegas, “ aku tidak akan marah. Dijamin, selama itu masih menyangkut diri aku sendiri. Mendengar itu muridpun merasa senang sekaligus bingung dengan keanehan aturan tersebut.

***

Bulan berganti bulan, hubungan Pak Broto dan muridnya memang sangat baik. Berkali kali pak Broto dipanggil “asu (baca: anjing)” oleh muridnya, ia tetap tidak marah dan menganggap itu adalah guyonon anak anak sma saja.

Sampai satu hari ada sebuah kejadian yang merubah semuanya dan membuat semua murid sadar akan apa yang sedang diajari oleh Pak Broto selama ini.

Seperti biasa diwaktu istirahat sekolah, murid murid duduk duduk di teras depan kelas dan Pak Broto lewat sambil menyapa mereka. Tiba tiba terdengar suara keras yang memanggil Pak Broto dengan sebutan “genjik”. Biasanya dipanggil dengan kata kata seperti itu, ia hanya memberi tangan sambil tersenyum. Tapi kali ini ia datang mendekati murid yang memanggilnya itu dan tanpa basa-basi ditampar muka siswa itu oleh Pak Broto.

Setelah menampar Pak Broto bertanya kepada siswa itu “Kamu tahu kenapa aku tampar?” Murid itupun menjawab sambil memegang pipinya “tidak pak”.

Pak Broto melanjutkan pertanyaannya, “kamu tahu artinya genjik?” lagi lagi murid ini menjawab, “tidak tahu pak”. Pak Broto kemudian menasehati dan menjelaskan duduk perkara kenapa sampai dia menampar murid itu, “Berani benar kamu tidak mengerti kata itu dan mengucapkanya pada aku. Dan itu adalah salah besar. Kamu tahu kalau arti kata Genjik adalah anak celeng atau anak babi hutan? Itu artinya kamu telah menghina orang tuaku. Kamu mengatakan kalau orang tua aku adalah babi hutan. Masih ingat aturan aku? Murid itu mengangguk tegas tanpa masih ingat. 

Pak Broto melanjutkan penjelasannya,“aku memberikan kebebasan kepada kalian semua untuk memanggil aku apa saja. Tapi aku mohon kebebasan yang aku berikan itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap kata yang kamu keluarkan harus kamu pikirkan dengan sadar semua resikonya. Dan kalian harus benar benar mengerti setiap kata kata yang keluar dari mulutmu. Jadi sadarlah dan pikirkan baik baik ucapan yang keluar dari mulutmu karena disetiap kebebasan dituntut tanggungjawab yang besar”

Itulah arti sebuah kebebasan bertanggungjawab dari seorang Pak Broto. Apa arti kalimat itu buat diri teman teman blogger?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s