Cara Isi Bensin dan Petugas SPBU (POM Bensin)

Peniup Seruling by ARO
Peniup Seruling by ARO

Melanjutkan cerita aku saat makan siang bersama Wahyu dan teman-teman tempo lalu, dimana ia melarang teman temannya untuk membuang sampah keluar dari mobilnya. 

Sebenarnya masih ada cerita lain yang tidak kalah menariknya untuk aku tulis dan bagikan kepada pengunjung blog ini. 

Ceritanya seperti ini.. simak baik baik ya…

Sesudah menyelesaikan makan siang hari itu, kami semua segera menuju parkiran. Sebelum mobil melaju di jalan, Wahyu meminta izin kepada kami semua untuk mengisi bensin terlebih dahulu. Ia sedikit berguyon, jika kita tidak membiarkan dirinya mengisi bensin maka kemungkinan besar kita semua terpaksa mendorong mobilnya sampai ke kantor.

Aku yang kebetulan duduk di belakang kursi supir, mencoba mencuri melihat, memastikan apakah bensinnya benar benar habis apa tidak. Arah jarum penunjuk bensin bukan hanya berada di posisi huruf E, tapi sudah dibawah huruf E itu sendiri.  “Gila juga si Wahyu ini, kenapa tidak tadi pas jalan pergi saja, ia minta izin mengisi besinnya”, pikirku.

Mobilpun melaju, kebetulan memang tidak jauh dari tempat makan siang kami ada sebuah SPBU Pertamina baru. Mobilpun berhenti di salah satu “station” pengisian. Wahyu kemudian mematikan mesin mobil dan membuka pintu untuk keluar dari mobil. Sebelum sempat keluar, teman yang kebetulan duduk di depan di samping Wahyu mengingatkan,  “Ngapain kamu perlu turun dari mobil untuk mengisi bensin, dari sini aja. Sini kasih tahu aku mau ngisi berapa nanti aku sampaikan saja lewat jendela ke petugasnya.” Wahyupun tidak memperdulikan kata kata temanku tadi dan tetap saja turun dari mobil.

Dari dalam mobil terlihat Wahyu berdiri di samping lubang tangki pengisian bersama petugasnya sambil menunggu tangkinya penuh. Ia juga terlihat sedang bercakap cakap dengan petugasnya seolah olah ia sudah lama mengenalnya.

Tidak beberapa kemudian, tangkipun kelihatannya sudah penuh dan Wahyupun menyerahkan uangnya dengan mengucapkan kalimat perpisahan dengan petugasnya. Wahyupun kembali ke dalam mobil dan ternyata temanku tadi tetap penasaran dan melanjutkan pernyataannya yang tidak dipedulian oleh Wahyu tadi.

“Wahyu, ngapain sih kamu harus turun? Kan sekarang sudah tidak jamannya perlu turun. Petugas kan sudah pasti akan melayanimu dengan baik, walau kita tetap di dalam mobil juga,” tanya temanku lagi kepada Wahyu.

Seperti biasanya senyum khasnya Wahyu tergambar dimukanya sebelum ia menjawab pertanyaan itu. Iapun menjelaskan, “Dulu waktu SPBU Pertamina tidak ada tanda “PAS”nya, yang artinya, ukuran satu liter bensinya tidak benar benar  satu liter. Dimasa itu semua orang turun  dari mobil pada saat mengisi bensin untuk memastikan. Tapi sekarang disaat kita semua sudah percaya dengan SPBU Pertamina, banyak dari kita memilih untuk tidak turun dari mobil. 

Dari semua yang baik tadi ternyata menurut aku ada yang hilang. Kita tanpa disadari ternyata mulai melupakan perasaan petugas SPBU yang membantu kita.

Dengan tidak turun dari mobil, kita secara tidak sengaja mulai tidak menghormati dirinya sebagai petugas pengisi pom bensin. Dengan menyuruh mereka mengisikan bensin dari dalam mobil itu seperti memposisikan mereka seperti seorang “kacung” kita saja. 

Memang benar konsumen adalah Raja dan mereka adalah karyawan yang sudah digaji oleh Pertamina.  Tapi jangan lupa juga kalau mereka itu masih manusia yang butuh dihormati dan diperlakukan sama tingginya dengan yang lain.

Jadi dengan turun, tadi aku sebenarnya mau tetap menghormati mereka sebagai manusia. Begitu saja.”

Kami pun semua terdiam dan terheran heran dengan pemikiran manusia satu ini.  Bagaimana menurut teman teman pendapat Wahyu diatas?

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s