Sekelumit Pengalaman Dengan Tawuran

Tomat by ARO
Tomat by ARO

Ada yang tahu istilah mendarat, ya asal ngomong aja tapi tidak bisa di implementasikan bahkan tidak akan pernah diimplementasikan. Sehingga semua ini hanyalah akan menjadi sebuah iklan nasional mengenai tawuran yang bukan merendam tapi malah membuatnya menjadi lebih besar, bahkan fatalnya bisa jadi ajang untuk di komersialkan sehingga ada kocek yang bisa ditilep yang katanya dalam rangka untuk memberantas tawuran.

Solusi mencegah tawuran aku tidak punya, tapi aku punya cerita untuk dibagikan mengenai tawuran. Tidak apik juga ngomongin solusi kalau kita tidak pernah menjadi bagian dari masalah itu. Prinsip aku adalah masalah itu hanya bisa diselesaikan sendiri oleh yang buat, tugas orang yang diluar hanya menfasilitasi dan mendukung.

Mari kita mulai ceritanya ya….

Sekolah Menegah Pertama (SMP)

Waktu aku masih duduk di bangku SMP, pernah ada sebuah kejadian menimpa aku dan temanku ketika pulang dari sekolah. Kami bertiga dihadang orang di jalan dan dibawa ke markasnya. Dan meraka menodongkan sebilah pisau kepada kami, dan menyuruh kami tidak lewat jalan itu. Padahal setiap hari, aku harus lewat jalan itu. Mau tahu kenapa kami di todong seperti itu, karena temanku itu kebetulan tinggal di daerah yang memang bermusuhan dengan daerah dekat sekolahku itu. Walhasil, permusuhan antar kampung yang ternyata sudah turun temurun itu, berimbas pada penodongan kami. Untung saja waktu itu tidak ada kejadian apa apa. Tapi beberapa hari kemudian, diketahui bahwa orang yang menodong kami sudah luka luka karena mampir ke daerah temanku. 

Kalau dilanjutkan permusuhan itu bisa menjalar sampai sekolah, apalagi kalau anak yang bermusuhan sekolah di tempat lain. Jadilah perang kampung menjadi perang sekolah. 

Inilah satu alasan kenapa aku bilang, ajak bicara mereka yang tawuran karena masalahnya bisa jadi tidak semudah yang terlihat.  

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Ok aku kasih. Siapa yang pernah tahu 2 geng terbesar di Yogya dulu? Kenapa pake dulu karena aku tidak tahu sekarang masih ada apa tidak. Dulu waktu aku masih SMA dua geng yang bernama Qzruh (qita zuka rusuh) atau  Joxzin (joko zinting, aka pojok benzin) selalu tawuran.  Dan setiap sekolah sebenarnya punya anak anak geng itu, kalau kebetulan satu sekolah lebih banyak anak Qrzuhnya maka kalau ketemu anak sekolah yang banyak anak Joxzinnya pasti mereka akan tawuran disetiap kesempatan yang ada.

Dulu SMA aku adalah banyak anak Qzruhnya dan salah satu teman baik aku adalah salah satu yang paling dihormati di geng itu dan sekarang dia kalau tidak salah jadi pegawai negeri. Dan tentunya aku cukup “anteng” kalau dekat dekat dia, berasa aman gitu. Hehehe

Tapi kalau lagi sial bisa kejebak tawuran juga. Beberapa kali SMA aku tidak ada hujan tidak ada angin diserang oleh SMA lain. Dulu aku tidak mengerti mengapa sekolah aku di serang, sekarang aku baru tahu kalau yang berantem itu bukan sekolah tapi geng disana. 

Sebenarnya sama punya beberapa contoh kejadian lagi. Karena aku memang sering kejebak dalam tawuran pelajar dulu. Tapi untungnya aku berhasil meloloskan diri dengan baik.

***

Aku mau cerita ah yang paling aku ingat adalah waktu itu ada final pertandingan basket antar SMA. Dan pertandingan ini memang sudah diperdiksi akan berpotensi kerusuhan, karena yang bertanding adalah “SMA Joksin” dan “SMA Qzruh”. Jadilah belum sempat satu menit pertandingan di mulai stadion yang berisi penuh supporter masing masing SMA tiba tiba dikagetkan dengan bunyi paksa pintu masuk yang di jebol dan sejumlah orang berlari masuk ke tengah lapangan dan disambut dengan tidak kalah garangnya penonton lain berlari turun ke bawah kelapangan. Untungnya panitia segera membuat pagar betis manusia untuk memisahkannnya. Keadaan begitu mencekam dan tidak ada yang berani keluar karena kita sudah tidak bisa membedakan mana teman mana lawan, semua sudah berkumpul bawah. Hanya tinggal menunggu satu pemicu lagi maka tawuran di dalam ruangan akan terjadi. Aku tidak bisa bayangkan korbannya kalau sudah seperti itu. Dan aku ada di dalam situ menyaksikan keganasan anak anak SMA yang notabene teman teman sendiri. 

Untunglah tidak beberapa satu kompi brimbob bersenjata lengkap datang melapisi pagar manusia panitia tadi dengan senjata menghadap ke pelajar yang sedang dirasuk amarah. aTiba tiba ada satu gerakan dari satu sisi pelajar dan dengan cepat kokang senjata bribompun terdengar seketika mengheningkan suasana didalam stadion. Melihat kondisi lapangan, akhirnya kami semua dipulangkan dan pertandingan di batalkan.

Sudah selesai….? Belum.

Disepanjang jalan pulang, masih ada pelajar yang melakukan sweeping. Dan akhirnya akupun terpergok mereka dan ditanya, “Kamu dari SMA mana?” Sebenannya pertanyaan ini mudah, tapi tidak mudah dijawab pada saat itu, karena kita tidak tahu di depan kita orang yang membawa batu bata itu teman atau lawan. Salah salah jawab, batu bata bisa meluncur ke kepala. Sambil berdoa aku menjawab dan syukurlah jawaban aku benar. Dan aku dibebaskan melenggang.

Begitulah sekelumit cerita waktu masih jadi anak SMA dan bermain main dengan tawuran.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s