Pengalaman (Belajar) Bahasa Jawa Pertama Kali Di Yogyakarta

Marah by ARO
Marah by ARO

Masih menyambung CERITA MENJADI ANAK SMA yang lalu. Berikut juga cerita pengalaman saya menikmati kekayaan budaya Indonesia, terutama Yogyakarta.

Selain cerita yang kemarin masih ada cerita lain yang tidak kalah menariknya sebagai cindera mata perkenalan awal saya dengan bahasa jawa. Dan cerita kali ini adalah pengalaman saya belajar bahasa jawa dengan seorang nenek di Yogyakarta. 

Sebagai pendatang yang baru saja belajar mengenal bahasa jawa, saya bisa di bilang termasuk fast learner. ☺ Saya memang tidak malu malu untuk bertanya kesana kemari dan selalu memperhatikan setiap percakapan teman-teman yang memang mayoritas menggunakan bahasa jawa. Lambat tapi pasti, tanpa saya sadari, sayapun sudah mulai menguasai berapa kalimat untuk percakapan sehari hari yang  menurut saya sudah cukup untuk menunjang kehidupan sosial saya di kota pelajar ini.

Berbekal kosa kata yang sedikit itu, sayapun mencoba untuk selalu mempraktekan kemampuan berbahasa jawa saya ke semua orang yang saya temui. Ceritanya biar cepet bisa dan lancar juga atau minimal logatnya dapet lah. ☺ Rasa percaya diri inipun mulai terus meningkat. 

Sampailah saya pada sebuah pengalaman yang membuat saya berkesimpulan bahwa berbahasa jawa itu tidak mudah dan membutuhkan lebih dari 120 SKS untuk menguasainya. 

Ceritanya begini.

***

Cerita ini berawal ketika saya membeli teh botol di sebuah warung di pinggir jalan dekat batas kota. Warung itu dijaga oleh seorang nenek-nenek.  Setelah menghabiskan teh botol di tangan,  sayapun kemudian bermaksud untuk membayarnya. Saya bertanya kepada nenek itu dalam bahasa jawa dengan percaya dirinya, menggunakan kalimat seperti yang teman teman sudah ajarkan dan memang selalu terbukti berhasil di setiap kesempatan yang serupa yaitu, “piro Bu?” Tapi ternyata nenek itu diam saja tak merespon pertanyaan tadi.

Saya pikir mungkin nenek ini tidak mendengarnya maka saya besarkanlah volume suara ini sedikit, “piro Bu?” Lagi lagi nenek itu hanya diam saja sambil memandangi diri ini yang mulai kebingungan tak direspon.

 ***

Dilihatin seperti itu oleh seorang nenek yang tetap diam saja dan tidak menjawab sedikitpun pertanyaan saya tadi. Sayapun merasa ada yang salah dengan kata kataku tadi, maka saya putuskan bertanya dalam bahasa Indonesia, “berapa Ibu?” Tiba tiba keluar suara berikut senyum termanis dari mulut yang sudah terlihat keriput itu, “1000 mas?” Sayapun menyerahkan uang 1000an dan meninggalkan nenek itu sendirian dengan penuh pertanyaan dikepala ini.

Sebelum sempat jauh saya meninggalkan warung itu, tiba tiba nenek itu memanggil dan bertanya “Mas, kamu itu pendatang ya?” Saya menjawab “iya nek”. Iyapun melanjutkan dengan sebuah nasihat yang akan saya ingat sampai kapanpun juga yaitu, “lainkali kalau bicara sama orang tua harus pakai bahasa jawa yang lebih sopan.” Rasa kaget melanda serasa mau runtuh dunia ini, rasa malu tidak bisa ditahan lagi.  Saya benar benar tidak tahu salahnya dimana dan bagaimana peraturan seperti itu ada.

Maka supaya tidak salah dua kali, sayapun memberanikan diri untuk bertanya ke nenek itu, “apa yang salah dengan pertanyaan tadi Bu?” Sebenarnya tidak ada yang salah, tapi kalau bicara sama orang tua sebaiknya menggunakan kromo inggil. Jadi kata “piro?” itu diganti dengan “pinten?”, begitu jelasnya.  Sayapun mengangguk walaupun masih belum sepenuhnya mengerti. Disepanjang jalan pulang ke kos, sayapun menghafalkan kata “pinten” berulang-ulang agar tidak lupa supaya bisa ditanyakan lagi kepada teman yang asli jawa.

Itu adalah awal awal saya berkenalan dengan bahasa jawa kromo inggil, yang ternyata sangat tidak mudah untuk menguasainya. Beruntunglah buat teman teman yang memang sempat belajar dan bisa.

Saya akhirnya menyadari betapa majunya budaya jawa ini, masyarakatnya memiliki dua macam bahasa yang bisa digunakan. Ini membuktikan bahwa peradaban budaya di Yogyakarta ini sudah lama terbangun. Peradaban yang sebentar lagi hilang, ditelan oleh sebuah trend yang menuntut hal hal yang serba simple dan instan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s