Cerita Menjadi Anak SMA

Nongkrong by ARO
Nongkrong by ARO

Aku mau menceritakan hari hari pertama sekolah di salah satu SMA di Yogyakarta. Mau tahu?

Setelah lulus SMP Mardiyuana, aku memutuskan untuk melanjutkan SMA di kota pelajar Indonesia itu. Sejujurnya, sampai detik detik terakhir setelah pengumuman hasil EBTANAS SMP, tidak terpikir untuk melanjutkan SMA ke kota Gudeg. Sebenarnya aku sudah berencana untuk mendaftar diri ke SMAN 1 Serang bersama sama teman lainnya.

Tapi kayaknya Tuhan punya rencana lain, di saat aku sedang duduk duduk di depan sekolah datang seorang teman aku bernama Sugiono. Aku tidak terlalu akrab dengan beliau awalnya, tapi entah kenapa dia mengajak berbicara dan lalu mempromosikan sekolah di Yogyakarta. Mendengar ceritanya akupun memutuskan untuk meminta izin kepada orang tua aku untuk sekolah di kota Yogyakarta. Merekapun mengizinkan aku untuk berangkat ke Yogya untuk mencari SMA disana.

Aku ditemani oleh Suherman dan Sugiono dan orang tua mereka pergi ke Yogyakarta. Aku seorang diri pergi ke Yogyakarta dengan uang sebesar 500 ribu di kantong aku kalau aku tidak salah ingat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 12 jam dari Cilegon ke Yogyakarta dengan bis malam. Pukul 4.30 pagi akhirnya sampai juga kami di kota yang menurut aku sangat keren ini. Kamipun harus segera mencari hotel untuk numpang meluruskan badan ini, karena pagi pagi sekali kita harus berangkat ke SMA yang kami tuju.

***

SMA pertama yang kami tuju adalah SMA Kolese Debritto. Tapi nasib berkata lain, kami bertiga tidak keterima di SMA ini. Sampai hari ini, aku masih bertanya kenapa kami bertiga bisa kompak tidak diterima, sebenarnya bukan cuma bertiga, karena di dalam bis menuju Yogyakarta kami juga bertemu dengan teman dari lampung. Dan ternyata mereka tidak diterima. Intinya satu bis tidak keterima. 

Tapi tidak mengapa, SMA berikutnya adalah SMA Bopkri I Yogyakarta. Nah disinilah akhirnya aku diterima dan menyelesaikan pendidikan SMAku. Aku sejujurnya tidak tahu menahu mengenai mana mana SMA yang bagus disana.  Aku hanya ikut teman aku itu,  seperti sapi dicocok hidungnya. Pasrah saja. Wong perginya saja mendadak tanpa rencana, maka persiapannya juga tidak ada. 

Setelah mendapatkan SMA,  akupun mencari kost untuk tempat aku tinggal selama di Yogyakarta nanti.  

Perjalanan kali itu, aku tidak sempat berkunjung kemana mana. Setelah menyelesaikan pencarian sekolah kamipun kembali ke Cilegon. Terutama aku, masih perlu memberitahukan kedua orang tua aku mengenai SMA yang aku akan masuki dan tempat tinggal nanti di Yogyakarta.

Sampai di rumah, akupun menceritakan semuanya. Tapi ternyata, dibenak orang tua aku beberapa hari yang lalu saat mengizinkan diriku ke Yogyakarta adalah pergi jalan jalan melihat lihat sekolah, bukan mendaftarkan diri sekolah disana. Melihat aku pulang dengan nama sekolah yang sudah aku daftar dan kost kosan yang juga sudah aku siapkan, mereka tidak mampu berkata apa apa lagi. Apa mau di kata, nasi sudah jadi bubur. Akhirnya merekapun mengizinkan diriku sekolah di Yogyakarta, tanpa saudara.  Perjalanan meninggalkan  rumahpun di mulai hari itu dan pelajaran mengenai kebebasan bertanggung jawabpun dimulai hari itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s