Gagal Donor Darah, Apa Penyebabnya?

Lomba Menebang Pohon by ARO
Lomba Menebang Pohon by ARO

Donor darah lagi nih….  Ini tulisan ketiga di blog ini tentang donor darah. Aku tidak tahu apakah kalian sudah bosan membacanya atau tidak. Buat aku, menulis mengenai donor darah memiliki kepuasan tersendiri. 

Selain untuk mencatatkan semua kegiatan donor darah disini, entah kenapa, aku sekarang seperti “kecanduan” donor darah. Aku sekarang tidak bisa melihat spanduk yang mengajak untuk berdonor darah. Rasanya selalu mau terus berpartisipasi. Jangan tanya alasannya. aku benar benar tidak tahu dan ini bukan lebay.

Ya aku serius merasakan ini. Padahal sejujurnya setiap mau donor darah, perasaan takut ditusuk jarum itu selalu menghantui pikiran aku.  Swear.. jadi bukan karena sekarang sudah menjadi berani, oh tidak, aku tetap penakut seperti dulu. Nah itulah anehnya, bukannya menjauh, tapi malah rasanya senang sekali kalau bisa mendonorkan darah. 

Begini, coba aku deskripsikan rasanya.  Setiap kali aku selesai melakukan donor darah, ada perasaan lega yang menyelimuti.  Seperti layaknya seorang yang sudah menyelesaikan tugas dan berhasil. Pernah tidak merasakan rasa itu? Atau gimana ya menggambarkannya.

Padahal tidak ada satu orangpun di dunia ini yang mewajibkan aku untuk melakukan donor darah. Dan begitulah kira kira rasanya. Puas. Untung saja, donor darah hanya boleh dilakukan 3 bulan sekali. Kalau tidak bisa gawat aku.

****

Nah, tulisan donor darah aku kali ini adalah mengenai kegagalan donor darah yang aku alami di hari minggu yang lalu. Seperti yang sudah pernah aku ceritakan pada artikel terdahulu, bahwa di gereja sekarang sudah ada kegiatan rutin donor darah yang dilakukan setiap 3 bulan sekali. Nah minggu lalu, adalah 3 bulannya sejak terakhir aku donor disana.

Seperti 3 bulan lalu, aku dan istri memang berencana untuk melakukan donor darah di minggu ini. Sebagai catatan,  ini merupakan donor darah kedua untuk istri aku.

****

Antrian donor darah terlihat sudah mengular. Ditemani anakku, aku mengisi formulir untuk mendapatkan nomor antrian yang kemudian dilanjutkan dengan timbang berat badan, pengukuran tensi dan tes kadar kekentalan darah.

Setelah menimbang berat badan, akupun diukur tensinya dan dinyatakan memiliki tekanan darah 100/80. Petugas PMI tersenyum kepada aku dan mengatakan bahwa aku tidak boleh melakukan donor darah kali ini.

Deg..….. sedih rasanya. Aku tidak pernah menyangka bahwa tekanan darah yang rendah dapat menggagalkan aku untuk berdonor darah. Aku tidak memperkirakan hal ini karena selama ini aku selalu memiliki kecenderungan berdarah tinggi bukan malah sebaliknya. 

Penolakan kali ini, membuat aku mengingat ingat apa yang telah menyebabkan tekanan darah aku merendah. Aku memang sebelumnya, di pagi hari, bersepeda selama satu jam. Apakah karena itu sehingga tekanan aku menurun? Mungkin ada teman dokter yang bisa bantu aku menjelaskan. Pada intinya kalau hari minggu lalu, aku gagal mendonorkan darah aku.

****

Kemudian terlintas pula, penyataan salah satu teman yang mengalami masalah kekentalan darah sehingga beliau tidak pernah bisa melakukan donor darah. Jadi setiap kali, beliau ingin melakukan donor darah selalu gagal pada saat tes darahnya. Jadi teman aku ini harus bayar untuk “membuang darahnya” di rumah sakit selain harus meminum obat pengencer darah tiap hari. ☹

Katanya lagi donor darah mampu mencegah kekentalan darah, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya penyumbatan pembuluh darah. 

Jadi buat teman teman yang belum pernah donor darah, sebaiknya mulailah mencoba. Daripada nanti kalau sudah berumur malah harus bayar ke rumah sakit. Lebih baik dibiasakan diri dari sekarang khan.

Yuk yuk donor darah…

Anyway hari selasa depan ada acara donor darah di kantor  dan doakan aku kali ini  bisa melakukan donor darah dengan baik.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s