Keselamatan Karyawan atau Bisnis dulu, Mana Yang Lebih Penting?

Yogyakarta Tersenyum by ARO
Yogyakarta Tersenyum by ARO

Minggu lalu aku mampir lagi ke toko Encik tempat aku selalu membeli peralatan tanaman, seperti pot dan media tanamnya. Salah satu indukan tanaman Anthurium di rumah ternyata tongkol/mangarnya sudah siap dipanen untuk dikembangbiakan lebih lanjut. Seperti biasa, aku membutuhkan pot berukuran kecil yang cukup banyak beserta vitamin dan hormon tanaman agar dapat menyemai biji biji anthurium dengan baik.

Kebetulan toko Encik siang hari ini tidak begitu ramai. Mungkin karena tinggal berapa hari lagi lebaran jadi konsentrasi orang orang lebih kepada baju baru daripada memperhatikan bunga bunga di taman. Jadilah hari ini aku mendapatkan pelayanan penuh dari seluruh karyawan si Encik. 

Seperti biasa, hanya pada saat berbayarlah aku bisa berbincang bincang dengan si Encik ini. Si empunya toko yang memiliki pemikiran unik dan bagi sebagian orang mungkin bisa dibilang aneh. Di depan meja kasir, aku tertarik dengan sebuah kertas bertulisan “Cash and Carry”.  Disitulah awal percakapan aku dengan si Encik dimulai. “Kok sekarang ada tulisan seperti itu sih Ci? Beberapa minggu lalu aku kesini tidak ada? Memangnya ada yang tidak bayar ya, sampai sampai ada tulisan itu? Tanya aku kepada si Encik.

***

Ia pun memasang muka sedih ketika ditanya seperti itu, dan menjawab, “Iya betul,  memang baru baru ini aku tertipu oleh seorang pembeli, katanya dia mau membayar setelah sampai di rumah, ternyata ditengah jalan dia melarikan diri dengan barang barang yang dibeli.” Mendengarnya aku jadi ikutan prihatin, “Kok bisa sih Ci? Masa tidak ada karyawan Enci yang menemani pembeli itu ke rumahnya? tanyaku lebih lanjut. 

“Ada dong, malah sampai dua orang yang menemaninya. Tapi memang pinterlah penipu itu, dan toko aku ternyata bukan toko pertama yang mengalami kejadian serupa.” Karyawan aku juga dibodohi oleh dia ketika di dalam mobil, mereka di suruh ke Bank untuk mengambil uang dan ternyata dia kabur.” Begitu jelasnya 

Wah pasti sedih sekali Enci ya? Tanyaku kembali. 

***

“Ia aku memang sedih, tapi waktu kejadian itu, yang aku pikirkan adalah karyawan aku, karena selama kurang lebih dua jam aku tidak menerima kabar dari karyawan perempuan aku yang ikut juga bersama orang itu. Yang aku takutkan adalah keselamatan karyawan aku, kalau uang sih bisa dicari lagi. Untunglah mereka semua bisa kembali dengan selamat, setelah diputer-puterin oleh orang itu selama 2 jam lebih. 

Kehilangan finansial anggap saja sebagai uang belajar, khan kita sekolah aja bayar, kok pengalaman yang berharga seperti ini tidak rela sih kalau kita bayar. 

Karena itulah akhirnya tulisan “cash dan carry” ini hadir di sini. Jadi sekarang kamu bayar dulu ya jangan main kabur saja,” begitu kata enci kepada aku sambil bercanda.

Kok Enci kelihatannya tidak sedih banget ya? Tanyaku ingin tahu kondisi sesungguhnya. “Oh aku kalau soal uang mah mudah menghilangkan kesedihannya. Aku sudah anggap sebagai sumbangan, aku yakin harusnya setelah kejadian ini toko ini bakal semakin ramai. Rezeki itu ibarat air melewati pipa dengan dua lubang, kalau kita tutup lubang pipa yang satu, maka aliran air juga akan tersendat. Karena itu kita harus beramal dan ikhlas terhadap semua kejadian yang menimpa. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s