Change Management (Managemen Perubahan) Ala Jokowi

Anti Falun Gong by ARO
Anti Falun Gong by ARO

Sebuah kilas balik ke masa lalu…

Pada saat mendengar pasangan Jokowi dan Basuki menang pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta versi quick count hati aku langsung bersorak senang. Hari itu, sedari pagi aku sudah menunggu hasilnya dengan was was dan sialnya aku tidak bisa ikut memilih (KTPnya Tangerang). Dan yang lebih anehnya lagi, rasa deg-degkan menanti hasilnya membuat aku totally “lumpuh” tidak bisa kerja (catatan hari itu kantor aku masuk, sebenarnya ini lebih sial dan aneh lagi ya).  Dan gilanya sekarang aku ketularan jadi orang lebay… 

Tapi biarlah jadi lebay yang penting akhirnya Jakarta punya Gubernur dan Wakil Gubernur baru yang kata kebanyakan orang, mereka baik. Kata orang juga kalau mereka berdua itu adalah pemimpin yang benar benar mementingkan rakyat kecil dan dielu elukan oleh warganya sewaktu memimpin Solo dan Belitung. Coba siapa yang tidak senang dipimpin oleh pemimpin seperti itu.

Karena itu pulalah dalam hati aku berjanji, nanti kalau beliau berdua terpilih dan mulai menjabat, aku akan mengamati sepak terjang mereka berdua. Dan untungnya media juga mendukung keinginan aku, dengan selalu memberitakan kegiatan mereka setiap harinya, Jadi aku bisa mengikutinya dengan lebih seksama lagi.

****

Nah aku akan memulai pengamatan ini dengan mambahas momen di hari pelantikan Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Pada hari pelantikan mereka berdua, ribuan warga DKI Jakarta rela berpanas panasan demi menyaksikan secara langsung Gubernur dan Wakil Gubernur mereka yang baru. Kalau melihat dari liputan di televisi, mungkin bisa aku bayangkan kondisinya seperti sebuah konser group band terkenal yang dipenuhi oleh fansnya. Setiap kata kata yang meluncur dari mulut Jokowi selalu disambut dengan sorakan kegembiraan dari warganya. 

Selama aku hidup di Jakarta bahkan Indonesia, belum pernah aku menyaksikan situasi dimana rakyat sangat mengidolakan pemimpinnya seperti kejadian sekarang ini. Luar biasa sekali dan senang bisa menjadi saksi dari kejadian ini. 

Langsung kebayang tuh waktu jamannya Presiden Soekarno, dimana setiap kali beliau berpidato hampir semua rakyat menunggunya. Kata orang-orang dulu, kalau habis mendengarkan pidato Soekarno itu bisa membuat semangat kita membara.  Ya memang sih, tidak bisa membandingkan  Soekarno dengan Jokowi, tapi aku cuma mencari pembandingnya saja. Habis tidak ada sih… masa dibandingkan sama Barrack Obama… ☺ 

Tentunya, kondisi ini sedikitnya membuat iri banyak pemimpin di Indonesia dan di sisi yang lain buat Jokowi-Basuki adalah sebuah beban yang sangat berat untuk dipikul.  Sekarang aku mau berandai andai lagi. Bayangkan saja kalau ternyata selama kampanye dulu, Jokowi-Basuki ndobosi warga Jakarta. Dan selama masa kampanye dulu ternyata mereka berdua itu hanya janji janji kosong, dimana sebenarnya beliau tidak mengerti cara mengimplementasikannya. Rasanya dengan sambutan warga yang sedemikiannya bisa bisa kalau aku yang jadi Jokowi atau Basuki mah mending milih bunuh diri kali ya…Malu. Semoga beliau berdua bisa menjalankan semua rencana yang sudah mereka janjikan.

****

Setelah mengamati sepak terjang Jokowi-Basuki selama mereka masih memimpin Jakarta, kelihatannya mereka itu tahu apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan semua janji janjinya. Dihari pertama menjabat saja beliau sudah langsung turun ke jalan membawa para kepala dinas untuk menyaksikan masalah warganya secara langsung. 

Menurut aku ini adalah teknik yang hebat dalam melakukan perubahan (change management). Jokowi-Basuki tidak nyuruh nyuruh tapi mereka terjun langsung memberi contoh sambil ngajak anak buahnya. Dengan begitu, suka tidak suka para Kepala Dinas harus kerja deh, mungkin dulunya mereka hanya nunggu jam empat sore dengan tidak ngapa ngapain lalu pulang atau istilah kerennya makan gaji buta. 

Aku jujur saja, kagum dengan metode yang digunakan Jokowi ini, tadinya perkiraan aku, dia akan memulai dengan duduk di kantor selama 3 bulan awal  untuk menganalisa kondisi, kemudian baru jalan jalan. Tapi ternyata aku salah, hari pertama dia sudah jalan jalan dan benar benar bekerja. Semua staffnya sampai tingkat kelurahan dibuat pontang panting. Dan aku senang melihatnya..:)

Dalam teori salah satu model Change Management, untuk melakukan perubahan sebaiknya dilakukan dengan 3 langkah yaitu Unfreeze-Change- Freeze. Tapi itu memang sekedar teori saja. Yang benar ya kayak Jokowi dan Basuki begini, kerja kerja saja dulu, kepentok baru pikirin strategi mengatasinya. Jakarta sudah tidak bisa menunggu orang yang kerjanya lelet dan ngomong doang.

Jika ditilik dari pembagian tugas antara Jokowi dan Basuki juga terlihat begitu rapih, seolah olah sudah saling tahu kekurangan dan kelebihan masing masing. Jokowi jalan jalan dan sedangkan Ahok lebih berkonsentrasi di belakang layar, dia kelihatannya lebih mengurusi keuangan dan menganalisa paperwork buat project project. Luar biasa pembagian kerjanya. Semoga bisa langgeng deh.

Beginilah pengamatan aku mengenai Jokowi yang dulu memimpin Jakarta Ngomong ngomong Jokowi dan Basuki kalau makan bawa dari rumah tidak ya? Buat jaga jaga saja, orang seperti ini banyak musuhnya.. ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s