Ini Arti Menikah Bagiku, Apa Bagimu?

Menikah by ARO
Menikah by ARO

Untung saja kemarin tepat tanggal 12-12-12 tidak jadi kiamat, hingga tulisan ini pun masih sempat terbit. ☺ Dan tentunya sebagai rasa syukur yang mendalam, aku doakan semoga semua makhluk di muka bumi ini selalu berbahagia. Lebay.. mode on.

Pada tanggal “sakral” itu juga, aku bisa melihat banyak bayi-bayi yang lahir, baik secara caesar maupun normal. Doa aku juga untuk mereka, semoga bayi bayi yang dilahirkan di tanggal baik itu bisa membawa kebaikan tersendiri buat keluarganya. 

Tentunya pada tanggal yang dianggap baik itu, tidak akan dilewatkan juga oleh sebagian pasangan muda mudi untuk melangsungkan pernikahan. Entah untuk peruntungan baik atau hanya latah, ikut ikutan saja. Tapi apapun alasan pernikahan itu, aku juga mau mendoakan agar semua pasangan dimampukan membina keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. 

Ngomong-ngomong apakah teman teman juga menyiapkan acara khusus untuk merayakan jika ada tanggal yang special ? Share dong kalau ada. 

****

Dan….

Tulisan kali ini, aku ingin mempertanyakan kembali arti sebuah pernikahan. Apa arti pernikahan buat diri teman teman semua? Kenapa akhirnya kalian memutuskan untuk menikah?

Apakah ingin memastikan kalau pacarnya tidak direbut orang lagi? Atau untuk membungkam semua pertanyaan orang tua dan juga kerabat dekat mengenai status kalian? Atau jangan jangan kebablasan…? ☺

Apapun alasannya tidak ada hal yang buruk dari sebuah pernikahan. Menurut aku menikah itu adalah sebuah proses “naik kelas” bagi seorang anak manusia dalam menjalani kehidupan. “Naik kelas” karena kita akan menghadapi tantangan-tantangan baru yang tidak pernah ditemui sebelumnya, dan tentunya akan membentuk kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Setuju?

****

Sejujurnya, tulisan ini terinspirasi dari sebuah pesan singkat seorang teman yang ingin berangkat menjadi Tenaga Kerja Wanita.

Seorang teman yang baru saja menikah, dan memutuskan untuk meninggalkan suaminya mencari uang di negeri orang. Alasan ekonomi yang membelit keluarga telah membuatnya melakukan itu semua. 

Pasangan yang baru menikah kurang dari satu bulan ini sudah harus melupakan indahnya berbulan madu layaknya pasangan muda kebanyakan. Mereka harus melupakan sementara waktu keinginannya memiliki momongan dengan alasan “mau di kasih makan apa anaknya kelak?”

Keterpurukan ekonomi lagi lagi memaksa sebagian umat ciptanNYA tidak bisa menikmati kebersamaan. Kebersamaan buat sebagian mereka adalah kemewahan tersendiri. Walaupun mereka mengerti dengan baik bahwa kebahagian itu hanya datang karena sebuah kebersamaan. Artinya, tidak peduli seberapa banyak uang yang kita punya, tapi kalau tidak bersama-sama maka sebenarnya kebahagian itu tidak pernah ada. 

Pernah membaca kalimat ini “makan tidak makan asal ngumpul”.

Peristiwa yang menimpa teman aku itulah yang akhirnya membuat aku bertanya tanya apa arti sebuah pernikahan sebenarnya. Apa untungnya menikah kalau setelah itu harus berpisah jarak? Untuk apa menikah kalau ternyata harus berjauh jauhan? 

Alasan klasik dan harus kita maklumkan bersama, lagi lagi adalah uang dan uang lagi. Begitulah tuntutannya kalau sudah bicara mengenai yang satu itu. Apa boleh buat, kalau memang dengan berpisah asal bisa mendapatkan uang lebih banyak sehingga ke depannya bisa bersama-sama lagi. 

Toh.. kenyatannya kalau tidak ada uang, mau makan apa. Bisa bisa kebersamaan tanpa uang yang ada hanyalah berantem terus karena perut lapar. Kan ada cinta…katanya. Preet… makan tuh cinta.

Sebegitu besarkah pengorbanan yang dikeluarkan hanya untuk uang yang tidak dibawa mati itu. Apakah tidak ada alternatif lain yang bisa dilakukan agar tetap bersama, hingga berpisah menjadi satu satunya solusi yang harus ditempuh? 

Aku tidak tahu jawabannya. Dengan tulisan ini, aku hanya ingin mengajak diri ini merenung.  Bagaimana kalau kondisi keuangan aku juga mendesak seperti teman aku itu? Apakah itu akan membuat aku memilih meninggalkan keluarga agar dapur tetap ngebul. Apakah aku tetap akan melakukanya? 

Yang jelas, alasan aku meninggalkan Freeport waktu itu hanya karena tak ingin berjauhan dengan istri aku saat ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s