Antara Mushola, Toilet dan Tuhan

Termenung by ARO
Termenung by ARO

Artikel ini tercetus ketika aku dan Samsudin (Sams) mengunjungi salah satu mall di bilangan Jakarta. Kami sedang mencari kios yang strategis untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Kami berkeliling-keliling mall, dari satu lantai ke lantai yang lain, melihat-lihat kios yang paling cocok untuk kami sewa. Setelah berputar putar lebih dari dua jam, perut ini pun terasa lapar dan tanpa berpikir panjang lagi, kami langsung menuju food court yang terdapat di dalam mall ini. 

Sebelum mulai memilih makanan,  Sams izin diri untuk menunaikan sholatnya dan aku disuruh mencari tempat duduk terlebih dahulu.

Akupun langsung memesan makanan dan mendapatkan tempat duduk yang paling strategis, dimana tidak jauh dari musholla sehingga mudah ditemukan oleh Sams jika nanti ia sudah selesai menunaikan kewajibannya.

Belum selesai aku menghabiskan makanan, Sams sudah datang sambil membawa makanan dikedua tangannya.  Dan tanpa nunggu lama iapun langsung menyantapnya dengan lahap sekali. Oh.. kelihatannya ia sudah sangat lapar  .☺

Sambil makan, untuk memecahkan keheningan diantara kami, akupun lalu memulai pembicaraan  dengan bertanya sesuatu yang telah mengusik pikiran ini selama menunggu dia selesai sholat tadi.

 “Din eh.. Sam, tadi pas di musholla ada yang membuat kamu risih tidak?” Diapun langsung memasang muka bingung dan bertanya, “maksudmu apa?” 

“Coba kamu lihat tuh ke arah toilet dan orang-orang yang sholat di depannya.  Banyak banget orang yang lalu lalang disana.  Ditambah lagi lantai becek penuh dengan bekas cap sepatu kotor akibat orang keluar masuk dari toilet yang basah itu. Anehnya, orang yang sholat, tetap saja menggelar sejadahnya di sekitar situ. Seolah olah sudah menjadi hal yang biasa dan lumrah. Apakah kamu tadi bisa nyaman sholatnya dengan kondisi seperti itu? Kenapa Mall sebesar ini menyediakan tempat sholat yang sangat tidak memadai dan berdekatan dengan toilet yang kondisinya seperti itu pula?

Bagaimana kita semua mau diberikan berkat olehNya kalau tempat untuk berkomunikasi dengan DIA saja tidak layak? Coba bandingkan dengan tempat –tempat hiburan di dalam mall ini, yang katanya adalah  “tempat setan”, tapi jelas jelas kondisinya jauh lebih bagus. 

“Iya juga ya…,” kata Samsudin, dan Ia pun menambahkan, “kenapa para developer mall takut sekali membangun tempat sholat yang bagus dan kemudian ditempatkan di tempat yang paling layak di dalam mallnya, bukan di dekat toilet atau di bawah dekat tempat parkir seperti sekarang ini. Developer seakan akan menyediakan ini hanya sebagai sebuah keharusan saja.”

Ia terdiam sejenak membiarkan aku mencerna penjelasannya tadi dan melanjutkan dengan lebih semangat lagi.

“Coba bayangkan, dengan menyediakan tempat sholat yang bagus di dalam mall,  pasti  akan semakin banyak orang yang tertarik untuk berkunjung ke mall itu. Pengunjung pasti akan merasa nyaman untuk menunaikan sholatnya, sehingga tidak segan segan berlama lama di dalam mall ini. Semakin banyak yang sholat di mall ini, dijamin tempat ini akan semakin maju dan sukses. 

 Akupun langsung bertanya, “dijamin….? Siapa yang berani menjamin itu?” Sams pun menjawab, “Loh katanya kita ini harus beriman padaNya? Di kitab  suci agamamu saja ada tertulis, “carilah kerajaan Allah terlebih dahulu, maka semuanya akan dicukupi untukmu.” Artinya kan kita tidak perlu takut untuk menyediakan tempat terbaik untuk Dia dan sebagai balasannya, Iapun akan memberikan yang terbaik kepada kita yang telah menomorsatukan Dia. 

Setelah menjelaskan itu semua, iapun tersenyum penuh kemenangan.

Akupun langsung terdiam malu, Samsudin yang beragama Islam saja mampu  mengingatkan aku mengenai Iman dengan ayat itu.  Memang sebagai umat beragama kita harus saling mengingatkan, apapun caranya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s