Bikin SIM Sendiri Tanpa Calo, Mungkinkah?

Danbo with Canon Cap by ARO
Danbo with Canon Cap by ARO

Satu hari di lobby kantor, terdengar percakapan antara seorang office boy dengan resepsionis.

Mereka sedang mendiskusikan jadwal piket. Jadwal yang harus diatur karena salah satu dari office boy harus pergi untuk membuat surat izin mengemudi (SIM).

Sebagai seorang blogger kepo, diskusi seperti itu perlu dicermati dan tidak boleh dilewatkan. Kali kali saja bisa jadi sebuah artikel baru. Dan kayak sekarang ini, jadi deh satu artikel, hasil dari kekepoan aku. ☺

Tanpa pikir panjang lagi, pertanyaan yang sedari tadi sudah di ujung bibir inipun meluncur ke office boy yang sedang kebingungan memikirkan waktu yang baik untuk membuat SIM perdananya itu.

     “Mas, dirimu mau bikin SIM dimana?” Tanyaku.

     “Ya di Samsat pak? Jawabnya.

     “Pake calo?” Tanyaku lagi. 

     “Iya pak, habis lama dan ribet kalau ngurus sendiri?” Jawabnya jujur.

Begitulah kira kira percakapan awal aku dengan seorang office boy. Aku lalu berpikir, ternyata tidak mudah loh, untuk jadi orang yang bener di Negara ini.  

Pada saat kita mau mencoba untuk membuat SIM sesuai dengan prosedur, ada ketakutan ketakutan yang terus menghantui kita. Persepsi buruk terhadap ribet dan rumitnya pengurusan SIM sudah terlajur melekat di kepala masyarakat. 

****

Mari kita lanjutkan pecakapan aku dengan office boy tadi.

   “Loh ngurus sendiri saja, sekarang sudah gampang dan lebih murah kok?” Jelasku lagi.

   “Pak, aku dulu sudah pernah ngurus sendiri, tapi ga pernah berhasil? Dan selalu gagal pada saat ujian tertulisnya. Itu pasti “dikerjain” petugas?” Jelasnya lagi.

Tuh kan, walau sudah aku coba bantu luruskan, dia tetap saja tidak percaya, dan malah menyalahkan petugasnya. Padahal, tidak lulus test tertulis itukan bisa disebabkan karena dirinya saja yang tidak mampu. Tapi tetep saja, karena sudah begitu buruknya persepsi dia terhadap instansi itu, maka yang keluar adalah pikiran negatif terus. 

Walaupun yang benar adalah mawas diri kan. ☺

****

Lanjutkan lagi ya percakapannya :

    “Ya coba lagi saja testnya sampai lulus?” Saranku.

    “Cape Pak, bolak balik seperti itu, ngabis ngabisin waktu, lagian juga di kantor banyak kerjaan yang belum selesai.” Keluh dirinya.

    “Ya izin lagi saja, kok gitu aja repot.” Tantangku.

   “Pak, mau izin buat besok bikin SIM saja susahnya minta ampun, apalagi disuruh berhari hari ngurus SIM. Bisa bisa aku dipecat nanti.”Jawabnya lagi.

****

Aku terdiam lalu bertanya dalam hati.

Ada tidak ya perusahaan yang merelakan karyawannya meninggalkan pekerjaannya berhari hari hanya demi mendukung karyawannya menjadi orang yang lebih jujur? 

Atau

Ada tidak ya orang yang rela merepot dirinya sendiri dan menghabiskan waktunya untuk bolak balik kantor samsat demi membuat SIM dengan jujur?

Padahal kalau ada, perusahaan itu secara tidak langsung sudah ikut serta dalam memperbaiki sistem di Negara ini. Dan aku berani jamin, karyawannya akan bangga telah bekerja di perusahaan seperti itu.

Dan individu yang telah berhasil melakukan itupun, pasti akan bangga menunjukan kepada temannya, kalau SIM yang dipegangnya saat ini adalah hasil kerja kerasnya bolak balik demi sebuah idealisme.

Yuk kita mulai? ☺

Kalau bukan karena satu orang yang rela melakukan itu, siapa lagi yang bisa memperbaiki kerusakan sistem yang terjadi di Negara ini. Bisa tunggu tungguan nanti kalau tidak ada yang mulai. 

Padahal ini baru urusan bikin SIM saja loh, masih banyak urusan lain yang membutuhkan orang berani yang dengan suka rela menginvestasikan waktunya untuk turut serta memperbaikinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s