Penabuh Gong, Sejarah, dan Perannya

Danbo Tanpa Kepala by ARO
Danbo Tanpa Kepala by ARO

Sebagai pembuka tulisan kali ini, aku mau bercerita sedikit tentang kekayaan budaya Indonesia terutama dalam bidang musik. Tapi perlu diingat cerita ini hanya untuk lucu lucuan saja dan kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Jadi kalau sampai kalian menyebarkan cerita ini tanggung sendiri akibatnya. ☺

Pernahkah kita menyadari bahwa alat musik traditional di seluruh daerah di tanah air tercinta kita ini memiliki kemiripan.  Coba deh perhatikan baik baik alat musik di daerah kita masing masing. Aku jamin kalian akan menemukan alat musik seperti gong, gendang, suling, kenong dan lain lainnya yang juga dapat ditemukan di daerah lain terutama di kepulauan Jawa. Nah kira kira ada yang tahu tidak ceritanya apa yang menyebabkan semua kemiripan itu? Padahal dulunya Indonesia itu terdiri dari kerajaan kerajaan yang berbeda beda bahasa dan budaya. 

Aku sendiri tidak tahu jawabannya dan tidak yakin juga di google ada yang membahas itu. Tapi tenang saja, dulu aku sempat mendengar cerita mengenai ini, entah dari siapa aku lupa dan tentunya cerita ini hanya untuk lucu lucuan saja dan jangan dimasukan ke dalam hati jika sampai ada yang tersinggung.

****

 

Konon katanya pernah ada pengiriman besar besaran satu set lengkap alat musik gamelan ke seluruh penjuru pulau di Indonesia dari pulau Jawa. Karena dulu moda transformasi yang paling canggih itu hanya melalui laut maka jadilah semua set gamelan itu  dikirim menggunakan kapal laut. Satu set gamelan yang terdiri dari Gendang, Demung, Saron, Peking, Gong, Kempul, Bonang, Slenthem, Kethuk, Kenong, Gender, Gambang, Rebab, Sitter dan Suling. (tolong tambahkan kalau ada yang kurang)

Diperjalanannya naaspun tidak bisa dihindari, sama seperti tragedi Titanic, kapal yang mengangkut beberapa set lengkap dan beberapa alat musik gamelanpun tenggelam di lautan. Walhasil, projek pengiriman set gamelan ke seluruh Indonesia dapat dibilang gagal. 

Tentunya tidak lengkap kalau kita sebagai orang Indonesia tidak menunjukan sisi keindonesian kita, yaitu di setiap kejadian pasti selalu ada untungnya. Nah untungnya pada peristiwa ini adalah ternyata beberapa alat musik pada gamelan itupun terpisah dan terombang ombing di laut hingga membawa mereka terdampar di pulau-pulau Indonesia secara terpisah pisah. Kabar baiknya alat musik gamelan yang terdampar di Bali dengan komplit. Tapi tidak dengan papua yang hanya kebagian gendangnya saja, sehingga kalau kita lihat maka alat musik tradisional di Papua hanya tinggal gendangnya saja. Dan begitu juga untuk daerah daerah lain di Indonesia, ada yang tinggal sulingnya doang, ada yang tinggal rebabnya doang. Begitulah konon kisahnya, mau percaya atau tidak dipulangkan kepada kita semua.☺ 

****

Sekarang aku mau tanya siapa yang pernah bermain gamelan? Eh salah, aku ganti pertanyaannya. Siapa yang pernah alat musik bersama sama dalam grup dan membentuk semacam orchestra kecil kecilan? 

Karena pasti tidak ada yang jawab maka aku saja yang cerita duluan dan kalian nanti di kolom komentar ya. 😉

Aku pernah. Dulu waktu masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Kebetulan sekolah aku akan mengadakan acara untuk menyambut perpisahan kakak kelas enam. Dan kami adik adik kelasnya disuruh menyumbangkan acara untuk memeriahkan pesta perpisahan itu dan kelas aku menyumbangkan kesenian musik. 

Sebenarnya sih waktu itu aku tidak terpilih dalam tim, secara aku tidak punya keahlian untuk memainkan alat musik dan nilai pada pelajaran seni musik juga pas pasan.  Hanya saja memang kebetulan, waktu itu kelompoknya kekurangan orang. Maka sebagai seorang yang geleman alias banci tampil, akupun menawarkan diri untuk bergabung. Memalukan tidak? Bodo amat. ☺

Karena teman teman tahu kalau aku tidak bisa bermain alat musik, maka akupun disuruh memainkan alat musik yang bernama Gong. Jujur saja, aku waktu itu antara bangga dan terhina. Bangganya aku bisa ikut tim musik kelas bersama teman teman lainnya dan terhinanya kok ya cuma disuruh mukul gong. Coba bayangkan kira kira apa susahnya bermain alat musik gong? Waktu aku ceritakan ke orang tua akupun hanya diketawain saja. Tapi sudah lah, pokoknya aku bisa tampil dan membuktikan kalau aku bisa. Singkat cerita akupun berhasil memainkan alat musik gong dengan baik pada acara tersebut. 

Coba deh kalian bacanya saja tidak bangga khan, apalagi aku yang nulis. ☺

****

Saat aku sudah dewasa seperti sekarang ini, aku baru benar benar menyadari kalau bermain alat musik bersama sama itu tidak mudah. Karena setiap alat musik harus bisa memainkan perannya masing masing untuk menghasilkan sebuah musik dengan harmoni yang baik. Dan karena pemikiran itupulalah pemain gong tidak bisa diremehkan kontribusinya. 

Mukul gong memang pekerjaan mudah karena bagaimanapun sulitnya mukul gong ya gitu gitu saja, apalagi kalau dimainkan sendirian tidak menghasilkan apa apa, yang ada cuma berisik saja. Kalau diamati baik baik memainkan alat musik gong itu tantangannya bukan pada memukulnya tapi lebih pada tuntutan untuk tetap berkonsentrasi pada saat menunggu giliran gong itu dibunyikan. 

Coba deh bayangkan dalam satu lagu kira kira berapa kali gong itu berbunyi, praktis bisa dihitung dengan jari. Kalau pemainnya tidak berkonsentrasi bisa bisa kelewatan dan membuat musik yang dimainkan kehilangan momentumnya (bener tidak istilahnya, tapi tahukan maksudnya, maksa mode on) pokoknya pasti ada yang kurang deh kalau gong itu terlupakan.

Pemain gong dituntut untuk mengikuti setiap nada pada musik yang sedang dimainkan, tidak boleh meleng sedikitpun. Oleh sebab itu, konsentrasi dari pemain gong untuk bisa mengikuti musik yang sedang dimainkan adalah sebuah keharusan sehingga ia dapat berkontribusi dengan baik pada sebuah pertunjukan musik.

Dan moral dari cerita ini adalah, sekecil apapun kontribusi kita didalam kehidupan ini tetap harus disyukuri dan dijalani dengan sebaik baiknya karena yakinlah keberadaan kita tetap akan dibutuhkan untuk menambah warna buat orang lain.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s