Bukan Muslim Tapi Berpuasa Ramadhan

lalat by ARO
lalat by ARO

Tanpa terasa kita sudah akan bertemu lagi dengan Ramadhan . Artinya sudah satu tahun waktu berlalu. Cepat sekali ya. Padahal hiruk pikuk mudiknya saja masih berbekas .

Untuk menyambut bulan penuh berkah ini, aku akan menginterview Wahyu mengenai kebiasannya menjalakan puasa di bulan Ramadhan.  Kenapa Wahyu? Karena ia aneh. Wahyu adalah seorang katolik dan berpuasa di bulan Ramadhan. 

Jadi semoga dengan interview ini, kita bisa belajar sesuatu dari dirinya.

Inteview dimulai…. Simak ya…..

Wahyu, apakah tahun ini dirimu puasa lagi? 

Pastinya dong, lumayan bisa buat ngurusin badan. (dia menjawab sambil senyum senyum becanda)

Sudah berapa lama dirimu berpuasa seperti ini?

Dengan tahun ini sudah 10 tahun berpuasa. Lama juga ya, aku juga baru sadar ketika ditanyain ini sama dirimu. (Aku shock mendengarnya nih… tidak percaya kalau ia sudah melakukannya selama 10 tahun)

Apa sih yang membuat dirimu berpuasa di bulan Ramadhan?

Dulu di bulan puasa aku susah cari makan.  Biasanya di minggu minggu awal bulan puasa, aku suka kesulitan mencari makan siang. Dimana mana warung makanan tutup. Rasanya tuh bingung mau makan apa. Karena bingung mencari makan itulah akhirnya aku putuskan untuk mencoba ikut berpuasa layaknya umat Muslim.  Awal awal sih susah, tapi lama lama jadi biasa dan berlanjut terus selama sebulan, dan akhirnya menjadi rutinitas tahunan.

Apa sulitnya menjadi katolik yang berpuasa di Bulan Ramadhan?

Oh itu, Semua orang sudah tahu kalau aku beragama katolik. Jadi seringnya pada saat menjalani puasa ada yang tiba tiba ngajak makan siang. Tapi biasanya aku tolak dengan halus.  Aku memang sengaja tidak mau memberitahu kalau aku sedang berpuasa. Biasanya nanti di minggu minggu terakhir biasanya teman teman curiga, tapi sekarang sih sudah tidak mereka semua sudah tahu tingkah laku nyeleneh diriku ini.

Apa lagi susahnya?

Ada dong, kalau sudah begitu tidak ada yang tahu kalau sedang puasa. Maka sebagai orang katolik, kadang kadang godaannya lebih banyak.  Aku punya hak  untuk makan dan minum tanpa takut ada tudingan kalau aku orang yang tidak taat beragama.  Intinya aku tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Karena memiliki kebebasan itulah, suka sekali disaat haus dan ajakan makan enak datang sering terbesit untuk membatalkannya. Tapi semua itu selalu berhasil aku lalui dengan baik. Mungkin bagi orang Islam yang sering puasa senin-kamis pasti tahu rasanya.

Apakah ada pengalaman yang menurutmu hampir membuat dirimu membatalkan puasa?

Ada,  yang paling susah adalah pada saat meeting dengan semua peserta yang tidak berpuasa atau mayoritas tidak  berpuasa. Apalagi mereka semua tahu kalau aku beragama katolik. Itu kalau ngajak makan ganas ganas. Untuk mengatasinya biasanya akhirnya jujur kalau aku sedang puasa. Dan biasanya paling ditanya alasannya saja. Paling fatal ya, aku dibilang beragam islam.

Nah, Dengan berpuasa teman teman kita yang muslimkan dapat pahala, lah kamu dapat apa?

Dapat apa aja dong. Pertama, badan jadi lebih ringan dan lebih sehat rasanya. Kedua, Jadi tahu apa rasanya jadi orang yang tidak makan dan minum seharian, semoga dengan puasa jadi lebih memiliki rasa emphaty terhadap mereka yang susah. Terakhir, yang paling penting, aku tidak peduli mau dapat apa nantinya, intinya aku hanya ingin berpuasa dengan baik.  Mau Tuhan bales dengan pahala atau tidak itu sudah bukan urusan aku. Tugas aku hanya menjalankannya dengan baik. 

Apa yang bisa kamu pelajari dari itu?

Pertama, belajar semakin rela kalau dibilang orang aneh. 

Dengan mampu bertahan dan tidak ada yang tahu kalau kita berpuasa. Sebenarnya unsur keimanan kita terhadap niat berpuasa benar benar diuji dengan baik. 

Dengan tidak ada yang tahu, aku belajar untuk jujur dan ikhlas menjalankan puasa ini dengan baik.  Aku belajar mempercayai kalau Tuhan melihat setiap perbuatan kita, walaupun teman teman tidak ada yang lihat dan tahu. Takut kepada Tuhan apabila membatalkan niat yang sudah diucapkan kepadaNya dan tetap berkomitmen untuk menjalaninya.

Dan rasanya senang sekali bisa tahan sampai magrib dan terus bertahan sampai Idul Fitri. 

Demikian hasil inteview aku dengan Wahyu, semoga kita semua bisa belajar dari dia.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s