Tersenyumlah Karena itu Membawa Kebaikan Untuk Orang Lain

Pakaian Traditional Dayak by ARO
Pakaian Traditional Dayak by ARO

Hallo Hallo… apa kabar semua..? Semoga weekend kemarin menjadi hari yang paling bahagia buat teman teman semua. Amin… Amin… Dan selamat hari Senin juga buat semua. Coba sama sama katakan “It is Monday and It’s ok”.

Posting kali ini aku mau cerita mengenai Wahyu, bagi yang belum kenalan bisa membaca tulisan tulisan mengenai pemikiran dirinya disini. 

Ternyata sudah lama juga aku tidak menceritakan tentang teman aku yang bernama Wahyu ini. Buat teman teman yang sudah kangen, ayo silakan duduk yang manis karena cerita akan segera di mulai. (memang ada yang kangen ya?) ☺

****

Seperti biasa kalau aku tidak membawa makan siang dari rumah, maka aku akan makan di warung dekat kantor. Dan Wahyulah orang pertama yang aku ajak untuk menemani. Kalau sudah gitu, Wahyupun akan langsung bertanya, “Habis berantem ya semalem sama istri jadi tidak dibawain makan?” Dan seperti biasa juga aku selalu membalasnya hanya dengan sebuah senyuman saja sambil memaksa dia untuk jalan. 

Diperjalanan keluar dari gedung kantor kali ini, dan entah kemasukan setan apa, tiba tiba Wahyu berhenti dan menghampiri seorang sekuriti yang sedang duduk termenung dengan muka terlihat sedih. Wahyu memang terkenal ramah dengan semua orang dan dia juga bukanlah penganut agama “Jabatan”. Apa tuh agama “jabatan”.  Itu loh agama yang dianut oleh banyak orang jaman sekarang. Agama ini memiliki ajaran untuk selalu menjaga jarak dengan pengawai rendahan untuk menunjukan wibawanya. Tentunya ini bukan Wahyu banget, buat dia semua orang perlu dihargai dan diperlakukan sama tingginya, termasuk sekuriti penjaga kantor ini.

****

Sekuriti yang bernama Mr. Tile memang terlihat lusuh seperti orang yang kurang tidur dan rambutnya pun kering tidak rapih. Ia terlihat sangat lelah sekali. Wahyupun membuka pembicaraan dengan Mr Tile dan begini kurang lebih percakapan mereka :

 Wahyu : “Kenapa tuh mukamu lesu begitu? Ga mandi?” (khas Wahyu kalau ngomong ceplas ceplos)

Mr Tile  : “Ga kenapa kenapa, baik baik aja Mas?” (menjawab dengan muka heran)

Wahyu : “ Kalau gitu, sana pergi cuci muka biar kelihatan seger. Jangan kelihatan lesu gitu.”

Mr Tile :  “Kenapa mas?” (tambah bingung lagi)

Wahyu :  “Kamu mau sukses? 

Mr Tile :  “Mau” (Mengerutkan dahi)

Wahyu  : “Mau berbuat baik buat orang lain?“

Mr Tile :  “ Mau” (tambah mengerutkan dahi)

Wahyu :  “Orang sukses itu modalnya cuma semangat. Dan syaratnya orang semangat itu adalah tidak boleh kelihatan lesu. Nah kalau mukamu lesu gitu, bagaimana bisa jadi semangat karena ngaca saja pasti ogah. Kalau mukanya sudah lesu pasti kerjanya juga lesu. Dijamin itu. Badan ini harus diperintahkan untuk semangat dengan cara setiap hari harus kelihatan semangat. 

Mr Tile : “Gimana kelihatan semangat itu?” (nanya sambil bingung)

Wahyu : “Berdirinya tegap dan jalannya juga gagah. Coba saja kalau kita jalannya gagah, pasti otomatis nih, dibadan kita akan mengalir darah untuk membuat perasaan yang semangat. Pasti hidup rasanya lebih bergairah. Jadi lakukan itu dipagi hari pasti sip deh sampai malam.”

Mr Tile : “Baik mas, nah sekarang gimana cara berbuat baik?

Wahyu : “ Kamu punya uang banyak?”

Mr Tile : “boro boro buat makan saja susah apalagi buat ngasihin orang”

Wahyu : “Karena itu aku suruh kamu cuci muka dan menyisir rambut dengan rapih. Kenapa? Aku mau kamu kelihatan ganteng dan setelah itu kamu senyumin semua orang yang kamu temui hari ini.  

Tiba tiba ada seorang gadis lewat membawa kantong kresek dan Wahyu menyapanya sambil senyum, “mau kemana Mba? “ Dan Mba yang lewat itu memberikan sebuah senyuman manis sebagai balasannya.

Wahyu : “Nah coba lihat senyum Mba tadi. Dari tidak senyum setelah ditegur tiba tiba bisa senyum seperti itu. Kamu tahu tidak? Apa manfaat sebuah teguran dan senyuman kepada mba itu? Bisa saja kantong plastik yang dia bawa itu berisi Baygon buat bunuh diri, tapi setelah aku tegur dan senyumin bisa jadi dia merasa berharga dan merasa cantik terus mengurungkan diri untuk bunuh diri.”

Mr Tile membenarkan argumen Wahyu sambil tersenyum. Kamipun meninggalkan Mr Tile sendirian menuju warung makan langganan kami Soto Ambengan.

Awali harimu dengan tersenyum dan terus memberi kebaikan untuk orang lain walaupun itu hanya sebuah senyuman saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s