Tips Sebelum menghadapi Interview Kerja

Danbo Menunggu by ARO
Danbo Menunggu by ARO

Pada tulisan kali ini aku mau ngeluh atau curhat ya…. Boleh kan? 

Karena aku cukup terganggu dengan perilaku para oknum lulusan fresh graduate universitas di Indonesia terutama di Jakarta.  Ceritanya begini, beberapa waktu yang lalu aku membuka lowongan untuk beberapa posisi jabatan di kantorku. Belum juga seminggu iklan rekruitmen itu dipasang di koran dan beberapa media rekruitmen online, sudah banyak pendaftar yang tertarik dengan lowongan tersebut. 

Resume para pendaftarpun segera dipilih dan disesuaikan dengan kecocokan posisi yang diinginkan. Setelah itu, dari calon kandidat yang cocok, satu per satu mulai dijadwalkan interview denganku. Semua pendaftar yang terpilih menyetujui hari dan jam yang sudah ditentukan bersama untuk dilakukan interview.

Sampai pada hari interviewnya, ternyata dari 5 kandidat yang dijadwalkan interview, yang hadir hanya ada dua calon karyawan saja. Sedangkan yang tiga lain, tidak ada kabarnya sama sekali. Entah kenapa mereka tiba tiba membatalkan tanpa ada kabar beritanya. Padahal mereka juga sudah diberikan nomor teleponku, sehingga jika berhalangan mereka bisa langsung menghubungi aku untuk melakukan penjadwalan ulang.

Yang menjadi perhatianku adalah terlepas dari apapun alasan yang membuat mereka tidak datang, bukankah etikanya aku diberitahu. Apa susahnya sih memberitahukan kalau memang tidak bisa hadir, sebagai  bentuk rasa menghormati karena sudah berjanji dan sudah ditunggu. Aku bukannya mau dihormati, tapi aku hanya butuh tahu sehingga tidak perlu menunggu lebih lama lagi dan bisa melakukan pekerjaan lainnya.

Ini bukan tuntutan yang aneh atau berlebihan, karena dalam pergaulan pertemanan sehari hari saja, apabila kita sudah berjanji lalu tiba tiba tidak bisa hadir, kita pasti diharapkan untuk memberitahukan ketidakhadiran kita kepada teman yang sudah menanti, bukan?

Tapi kenapa para calon karyawan ini, yang mayoritas fresh graduate tidak mau melakukan itu? Padahal mereka sudah berjanji untuk bisa hadir. Apakah di kampus atau di keluarga tidak diajarkan tata krama ini, sehingga mereka boleh asal asalan?

Ini tidak terjadi sama diri aku saja, ada beberapa rekan kerjaku yang juga mengeluhkan hal yang sama. Apakah mereka di kampus tidak diajarkan tata cara untuk melamar pekerjaan? Apakah begitu gambaran lulusan fresh graduate saat ini? Ini sangat menyedihkan apalagi mereka adalah lulusan strata satu dari universitas bonafide di Jakarta. 

Bagaimana bisa kerja dengan baik, kalau sikap untuk hal-hal kecil seperti ini tidak diperhatikan? Mau jadi apa negera ini kalau anak mudanya saja sudah tidak memiliki sopan santun dan cenderung tidak bertanggungjawab?

Semoga ini tidak terjadi lagi. Sekian curhat aku hari ini. ☺ Apakah teman teman ada yang mengalami hal yang sama atau bahkan pernah melakukan hal serupa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s