Antara Televisi, Obesitas dan Kreatifitas

Jeans itu sederna by ARO
Jeans itu sederna by ARO

Cerita ini berawal hari minggu yang lalu, tanpa disadari, aku tidak melakukan apa apa seharian. Padahal biasanya aku selalu berusaha melakukan sesuatu agar lebih produktif, baik itu hanya duduk baca buku sampai yang paling sibuk mengurusi tanamanku.

Tapi hari minggu yang lalu begitu lain, aku menghabiskan seluruh waktuku di depan TV dan nonton TV.  Singkatnya bangun tidur kuterus nonton tv, sarapan nonton tv, tidur didepan tv,  bangun nonton tv lagi, makan sambil nonton tv lagi. Dan hari tanpa disadari sudah malam dengan kenyataan tidak melakukan apa apa. 

Aku menyadari betul bahwa nonton tv adalah kegiatan yang paling tidak produktif yang pernah ada di dunia ini. Komunikasi satu arah dari TV ke kita membuatku benar benar menjadi manusia yang konsumtif. Coba bayangkan ceritaku diatas, ternyata dengan memulai hari dengan nonton tv, maka akan berakhir dengan nonton tv terus tanpa ngapa ngapain. Padahal waktu itu berharga dan aku telah mengisinya hanya dengan duduk dan nonton saja. 

Aku orang yang bisa dibilang terlambat mengenal tv. Aku baru benar benar bisa menikmati nonton TV itu ketika duduk dibangku kuliah. Dari nonton serial friend sampai ally mcbeal. Sedangkan dari SD sampai SMA, menonton TV bisa dibilang sebagai hiburan yang langka. Aku menghabiskan waktuku dengan bermain dan sangat jarang sekali nonton TV. Ternyata setelah aku mengenal dan berkesempatan untuk menonton TV, akupun terlena olehnya. TV sudah membuatku menjadi tidak produktif. 

 Bisa aku bayangkan bagaimana kondisi anak kecil sekarang, yang sudah mengenal tv sejak bayi. Orang tuanya membiarkan mereka nonton tv lebih banyak dari bermain. Entah karena alasan apapun juga. Aku hanya kuatir, bisa bisa masa depan anak Indonesia lebih banyak menghabiskan waktunya di depan tv  dari pada berkarya dan menjadi target market yang sangat konsumtif. 

Mungkin aku yang berlebihan, tapi ini hanya kekuatiran saja. 

Aku percaya bahwa anak kecil seharusnya lebih banyak bergerak daripada duduk. Mereka diharuskan lebih banyak mengekplorasi hal hal baru didalam dirinya daripada duduk diam di depan TV saja.  

Jika kita lihat perilaku anak, dengan adanya TV maka frekuensi diam mereka menjadi lebih banyak daripada bergerak. Karena itulah, banyak sekali anak kecil yang sudah mulai terkena obsesitas. 

Aku percaya juga dengan nonton tv ada pendidikan yang bisa diambil, tapi aku lebih percaya lagi dengan anak-anak banyak bergerak dan belajar banyak ragam kegiatan, mereka akan tumbuh menjdi anak anak lebih kreatif dimasa depannya.

Gimana pendapat teman teman? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s