Dilema Bahasa Pertama Anak

makan pizza by ARO
makan pizza by ARO

“Pak, Anaknya umur berapa ya?” tanya temanku.  “Anak saya baru 16 bulan”, jawabku. “Lagi lucu lucunya ya tuh, terus diajarin pake bahasa apa dirumah?”  tanya temanku melanjutkan.  

Pertanyaan menarik yang sudah pasti dapatku jawab dengan tegas tanpa pikir dua kali. BAHASA INDONESIA dong kan kita orang Indonesia, ajari dululah bahasa Ibu, nanti baru diajarkan bahasa yang lainnya, begitu jawabku. Tentunya percakapan itu dilanjutkan dengan diskusi mengapa harus bahasa Indonesia dan kenapa tidak bahasa inggris.  

Aku telah memutuskan untuk tetap mengajarkan bahasa Indonesia terlebih dahulu daripada bahasa lain. Walaupun nanti di sekolahnya menggunakan Bahasa Inggris sekalipun.

***

Pada dasarnya di dalam rumah, aku selalu berbicara dalam bahasa Indonesia dengan anak, walaupun kadang ia suka bertanya menggunakan bahasa Inggris. Aku selalu menjawabnya dengan bahasa Indonesia. Bukan karena aku tidak dapat berbahasa Inggris karena sebagai orang  yang pernah belajar di negeri orang, tentu bukan hal yang sulit untuk mengajarkan bahasa Inggris kepada anak.

Bahkan lagu pertama yang aku nyanyikan kepada anak pun adalah lagu balonku ada lima. Koleksi lagu anak anak di mobil dan di rumah juga semua lagu Indonesia. 

***

Akan tetapi akhir akhir ini, aku menemukan kasus lain sehingga membuatku perlu menulis ini dalam blog. Anakku sudah mulai belajar berhitung dan mulai mengenal abjad.  Aku pun berinitiatif untuk membelikan mainan yang bisa membantu mempercepat proses pengenalannya kepada angka dan abjad.

Masuk dari satu toko mainan ke toko mainan yang ada di mall dan mencari mainan dengan angka dan huruf abc-nya. Dengan mudah aku temukan mainan seperti itu, akan tetapi pada saat aku tekan salah satu tombol tertulis angka “1”, mainan tersebut akan mengeluarkan suara “wan” bukan “satu”, dan tertulis huruf “A” di tekan  suara perempuan dari mainan pun berbunyi “ei” bukan “a”. 

Semua mainan serupa semua dalam bahasa Inggris tidak ada satupun dalam bahasa Indonesia.  Walhasil tidak jadi aku beli, sambil berpikir keras. Kira kira ada tidak ya ditempat lain yang menjual mainan serupa dalam bahasa Indonesia.

***

Saat inipun, aku ingin anakku sudah bisa belajar berinteraksi dengan orang lain, karena ia di rumah hanya main bersama ibunya saja. Aku putuskan mencari tempat bermain agar ia bisa berinteraksi dengan teman sebayanya karena ia sudah menunjukan keinginanannya berteman dan bermain. Aku pun mencoba mencarikan tempat bermain untuk dirinya. 

Hari ini adalah hari pertama anakku mencoba kelas trial, hasilnyapun dapat ditebak bahwa bahasa pengantar gurunya pun berbahasa inggris, lagu lagu yang dinyanyikan juga berbahasa inggris. 

Tambah pusing deh kepalaku ini. Haruskah tetap mempertahankan idealisme dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Sesulit itukan mencari mainan dan tempat bermain yang menggunakan bahasa Indonesia di negara Indonesia ini.

Jangan jangan lebih mudah mencari sekolah berbahasa Indonesia di luar negeri ☺. 

***

Ya mungkin saja aku kurang gigih untuk mencari sekolah dan mainan seperti-seperti itu. Tapi minimal dari semua sekolah yang dekat rumah yang aku kunjungi semua menggunakan bahasa Inggis sebagai bahasa pengantar.

Pasti teman teman memiliki argumen yang betul mengenai ini. Sekarangkan era globalisasi, bahasa inggris sudah menjadi bahasa wajib dikuasai, karena dapat dipastikan bahwa masa depan bahasa inggris akan menjadi bahasa pengantar wajib di sekolah sekolah dan menjadi bahasa sehari hari anak anak Indonesia. 

Pastinya itu adalah hal positif untuk masa depan anak anak Indonesia dalam pergaulan international. 

Tapi masa bahasa Indonesia di negara sendiri dinomor duakan, sehingga kita harus melihat anak Indonesia lebih fasih berbahasa inggris daripada bahasa Indonesia padahal mereka tinggal dan makan di Indonesia. Aneh khan? 

Dan tidak bisakan kita berbangga dengan berbicara bahasa Indonesia dan harus mendengar anak anak kita berbicara bahasa inggris dalam kesehariannya. Mudah mudahan kita tidak perlu menerjemahkan Lagu Indonesia Raya ke Bahasa inggris hanya karena tidak ada lagi anak anak Indonesia yang bisa melafalkan bahasa Indonesia dengan benar.

Iya itu mungkin ketakutanku saja, harusnya hal itu tidak mungkin terjadi. karena aku percaya masih banyak orang yang mencintai bahasa dan negeri ini.

Advertisements

3 Comments

  1. wah salut!

    sy juga prihatin ttg ini.. dan sy setuju u menanamkan kebanggaan berbahasa Indonesia..

    sampai anak berusia 6 tahun, sy hanya berkomunikasi dengan bahasa Indonesia ke anak, kemudian dia tertarik belajar bahasa Jepang (krn game dan film2 anime), umur 9 tahun baru dia belajar bahasa2 lain..

    tantangan (untuk tidak mengajarkan bahasa selain bahasa Indonesia) tidak mudah karena sy guru bahasa Inggris, orang2 cenderung menyangka anak sy pasti fasih bhs Inggrisnya..

    1. Iya, pengalaman saya tidak mudah memang mengajarkan bahasa Inggris ke anak sekarang ini, apalagi jika kita menyekolahkan di sekolah yang bahasa pengantarnya bahasa inggris. Exposure anak anak sekarang ke bahasa asing jauh lebih banyak lagi. Tapi intinya kita yang harus berusaha mengajarkan anak untuk berbahasa indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s