Tip Donor Darah Bagi Pemula

Mencium Ronaldinho by ARO
Mencium Ronaldinho by ARO

Buru buru aku parkirkan mobilku begitu sampai di baseman kantor. Siang ini tanggal 9 December 2011 dan arah jarum jam sudah menunjukan ke angka 2. Aku sudah berencana untuk berdonor darah. Hari ini kantorku mengundang PMI (Palang Merah Indonesia). Kegiatan rutin ini diadakan setiap 3 bulan sekali. Sudah 2 kali acara donor darah dikantorku ini dan aku selalu tidak ikut. Terakhir tercatat dibuku donor darah, January 2010.

Setelah menaruh tas dan laptop di ruangan, aku bergegas menuju lokasi eksekusi. Didepan ruangan sudah ramai oleh orang orang yang siap mendonorkan darahnya. Aku melongok dalam ruangan donor, ternyata masih kosong dan hanya ada petugas yang sedang menunggu. Tanpa pikir panjang, aku cepat cepat mengisi form dan lanjut dengan test kekentalan darah berikut check tensinya agar dapat antrian pertama.

Testku lulus semua.

Edward (twilight) yang diwakilkan petugas PMI menyuruhku berbaring di kasur. Sebenarnya ada petugas yang mirip Bella loh, tapi kok aku tidak yakin kalau beliau bisa menusukan jarum dengan baik. Maaf ya Mba, tidak bermaksud merendahkanm hanya perasaanku saja sehingga aku harus memilih.

***

Jarum dengan diameter cukup besar mulai disiapkan dan Mas Edward bilang tarik nafas ya. Belum sempet narik nafas sudah ditusuk saja tangan kananku . Darah mengucur deras melalui selang dan 450ml sudah di sedot oleh “vampire” yang bernama PMI.

Selesai.

Aku dapat susu, Indomie, dan obat penambah darah sebagai hadiahnya.

Bagaiamana? Keren ga? Berani ya diriku..? Mau tau apa sebenarnya yang terjadi di pikiranku? Karena rasanya tidak seindah apa yang aku ceritakan di atas.

***

Begini ceritanya.

Sejak diumumkan adanya donor darah, kurang lebih 2 minggu yang lalu.  Sebenarnya segen juga ikut Donor darah. Itu loh.. membayangkan jarum yang menurutku besarnya tidak wajar itu, masuk menusuk salah satu nadi tanganku. Aku memang tergolong orang yang takut sama yang namanya jarum suntik.

Lah… Kok nekad mau ikut donor darah sampe dibela belain gitu lagi? Ada alasan khusus? Pastinya ada dong.

Dulu waktu kuliah, aku punya teman satu rumah dari Bali. Dia pernah cerita kalau Bapaknya adalah pendonor darah yang sudah mendapatkan PIN sebagai tanda mata karena sudah mendonor sebanyak 100 kali. Seketika waktu itu aku langsung tertarik dengan program donor darah. Membayangkan diri bisa dapat PIN itu juga. Mungkin menurut kalian tidak berharga pin itu, tapi aku memang suka saja dengan sesuatu hal yang kecil yang dapat memotivasiku untuk mencapainya.

Sejak saat itu, aku mulai tertarik untuk mendonorkan diri, dan tentunya masih dalam tahap hanya tertarik ya… belum mulai mendonorkan darahnya. Ya kalau dasarnya penakut ya penakut. Ketertarikan hanya bisa jadi cita cita saja.

Gimana tidak? Sejak lulus kuliah dan sudah bekerja selama hampir 12 tahun, ternyata aku baru 2 kali mendonorkan darah dan itupun mulainya baru di tahun 2010. Setelah mulai berani mendonorkan diri. Aku baru sadar bahwa untuk mendapatkan PIN dari PMI itu, aku akan membutuhkan kurang lebih 25 tahun. Kok bisa?

Begini hitungannya.

Kita hanya boleh mendonorkan darah kita, 3 bulan sekali secara prinsip ya, katanya sih agar memberikan waktu kepada tubuh kita untuk memproduksi kembali darah yang sudah diambil tadi. Nah kalau sudah begitu, maka setahun kita hanya dapat mendonor secara rutin sebanyak 4 kali, sehingga dalam 10 tahun hanya 40 kali saja. ya kalikan saja sendiri agar bisa mencapai 100 kali. Jadi apabila aku memulai mendonorkan darah di umur 30 tahun maka aku akan mendapatkan pin tersebut kira kira diusiaku yang ke- 55 tahun. Lama banget ya.

Tapi ya tidak perlu menyerah jalani saja. Kalau Tuhan kasih umur dan kesehatan ya pasti kita bisa mencapainya. Yang penting kita sudah berbuat baik untuk orang lain. PIN hanyalah alat motivasi belaka.

Ada yang tertarik untuk memulai berdonor darah?

Kalau ada yang baru mau mulai berdonor darah. Aku coba berikan beberapa tip sederhana ya. Begini ya, coba perhatikan baik baik. Widih sudah kayak yang paling tahu saja aku ini. Ya biarlah, toh tidak ada yang marah.

Aku coba jelaskan dulu prosesnya ya. Dalam proses hendak melakukan donor sebenarnya ada 3 proses yang harus dilalui; Pertama adalah mengisi formulir mengenai riwayat kesehatan; Kedua, chek kekentalan darah dan tekanan darah; yang terakhir adalah proses pengambilan darah itu sendiri.

Untuk diketahui saja, menurut pengalamanku, tantangan terbesar pertama yang harus dilalui adalah mengisi formulir. Kenapa? karena dengan mengisi formulir  kita diajak untuk membuat sebuah komitmen. Tentunya kita sudah satu langkah lebih dekat untuk bertemu dengan Edward atau Bella. Oleh karena itu, adrenalinpun akan meningkat kurang lebih sebanyak 30%.

Ini aku kasih tip supaya berani ikut donor darah ya, begini triknya:

Isi Formulir dengan Cepat

Jadi tip aku yang pertama adalah isi saja formulir itu tanpa mikir lama-lama, karena makin lama kita mikir makin takutlah kita. Saran lainnya adalah isilah formulir tersebut di depan teman temanmu, sehingga sudah ada saksi hidupnya dan tentunya akan membuat kita segan mengundurkan diri. Bagi yang penakut seperti diriku, jangan pernah coba coba lihat-lihat ke dalam ruang eksekusi sebelum mengisi formulir. Bisa batal beneran nanti.

Serahkan dengan Cepat Formulir yang telah Diisi

Tantangan kedua yang paling sulit adalah menyerahkan formulir itu kepada petugasnya. Ini membutuhkan nyali yang cukup tinggi. Dari pengalamanku, waktu yang paling baik untuk menyerahkan formulir  adalah langsung setelah mengisi formulir selesai.

Langsung serahkan saja kepada pertugasnya tanpa perlu pikir pikir lagi.  Karena walaupun sudah memberikan formulir, kita masih punya 2 kesempatan untuk meloloskan diri dari tusukan jarum donor. Kok bisa? Ya bisa dong. Pertama kita masih bisa berdoa supaya gagal pada test kekentalan darah dan yang kedua gagal di test tekanan darah tinggi. Jadi dengan alasan itu janganlah kita takut untuk menyerahkan formulir itu ke petugas.

Jangan Kabur Walaupun Takut

Nah setelah lolos tantangan pertama dan kedua, kita sebenarnya masih bisa melarikan diri dari proses eksekusi itu, walaupun itu kecil sekali kemungkinannya. Kalau ga tahu malu, ya tinggal kabur aja.

Kok tipsnya dari tadi kayaknya nyuruh kabur kabur juga sebenarnya mau nganjurin donor apa tidak sih? Kalau mau jujur, buat seorang penakut  apalagi ini pengalaman pertama buat kita, pikiran seperti itu yang akan muncul. Jadi aku ceritakan lah sebenar benarnya, biar ga munafik.

Nikmati dan Ikuti Petunjuk Tarik Nafas (penting)

Lanjut lagi ya.. Kalau sudah terbaring pasrah saja lah. Karena pada dasarnya sakitnya hanya sedikit kok. Untuk mengurangi kaget karena tusukan ada baiknya pada saat jarum akan ditusuk kita tarik nafas dalam dalam. Setelah darah mengalir sudah tidak ada rasa apa apa lagi. Perlu diingat turuti semua saran yang diberikan oleh petugas. Seperti jangan langsung bangun, apabila terasa pusing silakan duduk duduk dulu sebelum beraktifitas kembali.

Sekali lagi, intinya semua itu perlu dimulai. Kalau sudah dimulai pasti semua sulit akan bisa diatasi. Selamat mencoba.

Advertisements

6 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s