Takbir dan Perasaanku

menunggu kereta
Menunggu Kereta by ARO

Besar di daerah dengan mayoritas muslim adalah bukan sebuah pilihan buat diriku. Mengikuti orang tua merantau dari pulau kalimantan ke kota yang katanya terkenal dengan debusnya juga bukan hal yang bisa tentukan oleh diriku. Semuanya adalah sebuah perjalanan kehidupan dan takdir yang tentunya ikut berkontribusi dalam pembentukan jati diriku hingga saat ini.

Besar di kota yang dipenuhi penduduk beragama islam bukanlah hal yang mengerikan buat diriku dan tidak seseram seperti yang dipikirkan orang-orang dewasa ini mengenai umat islam itu sendiri.

Rumahku memang dikelilingi masjid-masjid besar, sehingga adzan pengingat sholatpun sudah menjadi bagian dari ritme kehidupan bagi diriku. Masjid buatku bukan hanya tempat untuk mencari sandal baru, tapi sebagai tempat bermain dan berteduh di siang hari bersama teman temanku. Masjid Agung yang gagah di tengah kota adalah tempat aku dan teman temanku menghabiskan waktu. Masjid tidak pernah melarang aku dan teman temanku yang bukan muslim bermain di sana. Bahkan tidur di masjid adalah kebiasaan diriku waktu kecil. Masjid begitu ramah dan teduh buat diriku. Begitulah seharusnya tempat ibadah agama yang katanya Rahmatan Lil ‘Alamin

***

Ada kenangan masa kecilku di kota ini yang perlu aku ceritakan sedikit di sini, terkait dengan malam takbir dan hari Raya Idul Fitri.

Satu momen yang paling selalu kukenang adalah arak arakan gerobak dan truk yang membawa teman teman muslimku berkeliling kota mengumandangkan takbir. Masjid masjid di seluruh penjuru kota tidak henti hentinya bertakbir untuk merayakan hari kemenangan hingga pagi hari.

Tabuhan beduk dan takbir yang khas Idul Fitri merupakan sebuah tanda sekaligus hal yang paling membahagiakan buat diriku waktu itu.  Buatku, suara takbir itu berarti selesai sudah tugasku membantu orang tua menjaga toko dan waktunya aku dan keluarga pergi berjalan jalan keluar kota untuk menikmati liburan sekolahku. Itulah arti takbir buat aku seorang anak kecil yang beragama katholik.

Hal yang lain lagi paling kuingat adalah tepat di hari Idul Fitrinya, diwaktu aku menunggu saat saat kepergiaan kami berwisata keluarga. Aku melihat pemandangan yang paling indah yang tidak akan pernah aku lupakan sampai saat ini. Berdiri di pinggir jalan, kulihat orang orang berpakaian putih bersarung dan berkopiah, berjalan kaki bersama keluarga mereka menuju masjid terbesar di kota untuk menunaikan sholat Id di hari pertama lebaran. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa.

***

Beberapa tahun kemudian, ketika aku menimba pendidikan tinggiku di kota Melbourne Australia. Di kota dan negara yang mayoritas penduduknya non muslim ini, Idul Fitri adalah bukanlah hari yang special untuk warganya.

Tahun itu adalah tahun pertama aku merayakan Idul Fitri di negara ini. Tak mudah bagiku untuk mendengar kumandang takbir dan tabuh beduk yang memang selalu menghiasi hari besar umat muslim disini . Sampai akhirnya aku mendengar takbir dari mulut seorang teman muslim satu flatku. Mendengar takbir sederhana itu, serasa ada getaran rindu yang amat dalam yang membawa pikiranku jauh kemasa kecilku waktu itu.

Takbir itu telah mengingatkan aku pada keluarga yang jauh disana. Takbir buat aku yang non-muslim memang bukan tanda kemenangan, tapi setidak tidaknya takbir telah membuat aku merindukan kebersamaanku bersama keluagaku.

Semoga keberagaman kita sebagai warga negara Indonesia, bukan digunakan untuk saling menghina dan mencaci. Tapi perbedaan harus semakin membuat kita menghargai perbedaan dan memampukan melihat kebaikan yang juga dimiliki oleh orang lain yang berbeda dengan kita.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s