Falun Dafa, Tsim Sha Tsui Dan Pancasila

Anti Falun Gong
Anti Falun Gong by ARO

Tsim Sha Tsui. Ya Tsim Sha Tsui. Jika jalan jalan ke Hong Kong dan tidak mampir ke sana rasanya belum afdol. Mengunjungi tempat ini memang wajib hukumnya. Lokasi yang selalu menjadi tempat berkumpul hampir seluruh penduduk Hong Kong ketika menikmati acara pergantian tahun.

Di lokasi ini juga ada Avenue of Stars, itu loh tempat yang ada cetak tangan para artis artis terkenal, kayak walk of famenya Hollywood. Hanya saja yang di sini berisi artis artis Hong Kong, seperti Bruce Lee, Jacky Chan dan Summo Hung.

Tentunya disini juga surganya shopping barang barang branded, yang hanya bisa dilihat dari luar butik tapi tidak berani masuk. LKasus ini mungkin khusus buat aku saja kali ya.  Aku mah mau pura pura bergaya orang punya uang juga percuma, karena kelihatannya butik butik itu sudah dilengkapi dengan alat pendeteksi muka kere. J

Jadi buat aku lupakanlah keinginan untuk masuk ke dalam salah satu toko branded itu.

Ada yang aneh loh, walaupun semua orang tahu kalau harga barang di butik butik seperti itu mahal, tapi di depannya selalu penuh dengan antrian orang orang yang ingin masuk ke sana, Katanya sih orang Hong Kong itu seneng show off kesuksesan dengan membeli barang barang branded seperti itu.

Sebenarnya selama mampu boleh boleh saja menghadiahkan diri barang barang seperti itu sekali kali. Asalkan setelah itu tidak terlilit hutang yang tidak lunas lunas hanya demi gengsi belaka.

****

Tentunya, sama seperti tempat tempat lain di Hong Kong, di Tsim Sha Tsui aku juga menemukan pemandangan yang menarik perhatian.

Sesaat setelah turun dari Star Ferry, aku melihat ada satu organisasi yang sedang diprotes dengan berbagai spanduk dan orasi dari para pembencinya.

Teman-teman pernah mendengar organisasi bernama Falun Dafa?  Setahu aku organisasi ini sering mengajarkan meditasi kesehatan kalau di Indonesia. Entah kenapa, ada sebagian masyarakat Hong Kong yang memprotes keberadaannya.

Waktu itu terlihat, para pendukung Falun Dafa cenderung pasif dan lebih berkonsentrasi pada kegiatan meditasinya. Sedangkan para tukang protes terlihat berorasi dan marah marah kepada pengikut Falun Dafa yang ada di dekatnya. Anehnya dengan jarak sedekat itu dan tanpa ada satu sekat pemisahpun, hari itu tidak terjadi bentrokan fisik. Polisi pun tidak terlihat berkeliaran di sekitarnya, padahal maki maki dan sumpah serapah sudah keluar dari mulut tukang protes.

Aku langsung membayangkan, coba kalau di Indonesia, dijamin tuh organisasi serupa itu akan porak poranda tanpa bekas. Dan akan berjatuhan korban korban karena kekerasan fisik.

Kenapa ya? Di Negara yang katanya berdasarkan Pancasila, dan tidak ada satu orangpun di muka bumi Indonesia yang luput dari pendidikan pancasila di sekolahnya, malah cenderung lebih suka melakukan kekerasan dan main hakim sendiri.

Malah di Hong Kong, Negara yang mungkin tidak mengenal pancasila, manusianya bisa hidup berdampingan dan mampu mengkontrol emosi mereka lebih baik, sehingga tidak terjadi apa apa pada saat ada kejadian seperti itu.

Membela kenyakinan memang sah-sah saja, tapi tidak dengan kekerasan apalagi sampai merengut jiwa seseorang.

Ah… mungkin belum waktunya Indonesia seperti Hong Kong, masih butuh waktu hingga nanti masyarakatnya cukup dewasa dan berpikiran lebih terbuka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s