Dating with Dad or Mom

melukis lagi
Aku lagi serius melukis by ARO

Penasaran sama judulnya atau sudah bisa menebak kemana arah tulisanku kali ini? Pasti bisalah menebak alur tulisan ini, kan teman teman lahirnya aja sudah jenius. J

Berkaca pada diriku sendiri, hari demi hari waktuku habis diisi dengan kegiatan mencari nafkah, sehingga waktu buat keluarga menjadi begitu terbatas. Waktu buat istri mungkin bisa lebih banyak, karena biasanya istri masih mau menunggu kehadiran suami tercintanya hingga pulang. Sedangkan seorang anak biasanya lebih mudah tertidur, walhasilnya waktu untuk bertatap muka dengan anakpun menjadi berkurang. Waktu bermain bersama anakpun menjadi begitu langka dan mahal sekali rasanya.

Aku sadari betul, waktu terus berjalan dan anak terus bertumbuh. Waktu tidak menunggu kita untuk memilikinya lebih banyak lagi. Waktu berlalu begitu cepat, meninggalkan semuanya hingga akhirnya kita tersadar kalau anak sudah besar dan tidak membutuhkan kita lagi. Kitapun akhirnya menyesal karena menyadari kalau kita ternyata selama ini belum memberikan perhatian yang memadai kepada keluarga terutama anak.

Waktu bermain dengan mereka sudah habis dicuri oleh pekerjaan. Waktu untuk mendengarkan cerita-cerita mereka juga dilewati sambil bermain dengan handphone. Waktu untuk membacakan buku ceritapun, hanya menjadi rencana rencana cantik di kepala tanpa ada realisasinya. Semua demi pekerjaan yang datang dan pergi silih berganti. Akhirnya semuapun terlambat sudah.

Masalah ini memang dialami oleh hampir semua orang tua dewasa ini.

****

Kesibukan yang memuncak dan rasa bersalah yang tinggi, memunculkan motto yang mengatasnamakan kualitas, “yang penting itu kualitas bukan kuantitas”.

Akhirnya hari Sabtu-Minggu dicanangkan menjadi waktu untuk keluaga. Kita berencana akan habis habisan mencurahkan seluruh perhatian dan waktu untuk keluarga. Pergi makan bersama, jalan-jalan bersama dan kemana mana bersama.

Tapi coba lihat faktanya, berapa banyak orang tua yang hadirbersama keluarga secara fisik tapi otak dan jiwanya tidak hadir bersama. Main bersama keluarga, tapi mata dan kepala masih tetap terpaku ke handphone. Akhirnya kualitas yang dijanjikanpun menjadi sesuatu yang fatamorgana juga.

****

Biasanya tulisanku sifat hanya memprovokasi pikiran saja tanpa ada solusinya. Bolehlah, untuk kali ini aku berikan satu ide yang sudah aku jalankan untuk memperbaiki hubungan dengan anak.

Aku menamainya dengan Dating with Dad or Mom. Ide ini terlintas ketika aku sedang jalan jalan berdua dengan anakku. Jalan dengan anak itu sebenarnya biasa saja. Tapi entah kenapa, waktu itu aku pergi ke toko buku dengan anak dan aku merasa hati dan pikiranku semuanya tertuju padanya. Ada rasa jatuh cinta lagi seperti waktu dulu masih pacaran dengan mantan pacar. Rasa jatuh cinta itu, yang sebenarnya membuat seorang selalu hadir sepenuhnya ketika menghabiskan waktu bersama.

Maka dengan ide “Dating with Dad or Mom” ini, aku mau mengajak teman teman meluangkan waktu untuk ngedate dengan anaknya. Namanya ngedate ya hanya berdua saja, tidak ada orang lain. Seolah olah dibuat seperti orang yang sedang pacaran. Orang tua harus berpikiran seperti layaknya ngedate dengan seorang pacar. Jadi persiapannya juga harus baik. Berpakaian dan berdandanlah layaknya orang yang mau pacaran. Anak juga harus melakukan hal yang sama.

Berikutnya, seluruh pikiran dan hati orang tua sepenuhnya harus dicurahkan kepada si anak. Sehingga dating ini akan berkesan untuk kalian berdua, antara orang tua dan anak. Aktifitasnya teman teman bisa tentukan sendiri, intinya beraktifitaslah layaknya orang yang sedang pacaran.

Demikian ide sederhana ini aku buat, mungkin banyak yang sudah melakukannya. Nah, kalau begitu tidak ada salahnya untuk share juga pengalaman teman teman pada kolom komentar.

Semoga dengan ide “Dating with Dad or Mom” ini, kita dapat memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak yang terbatas oleh waktu ini. Sehingga motto yang penting kualitas daripada kuantitas benar benar bisa terwujud.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s