Batu dan Kekuatan Supernaturalnya

Foto Anak anak
Kakak beradik by Aro

Batu….

Apa yang teman-teman bayangkan ketika membaca kata batu itu?

Kalau aku, sekarang sedang membayangkan sebuah batu besar di pinggir sungai, yang biasa digunakan untuk duduk-duduk sambil mendengarkan suara aliran air sungai yang selalu menenangkan hati.  Batu-batu besar itu sering juga dipakai sebagai titian untuk melompat ke dalam sungai ketika hendak memamerkan keberanian kita kepada teman teman sepermainan.

Aku seneng sekali melihat batu batu besar itu. Batu yang selalu membantu saya menghargai keharmonisan alam ciptaan Yang Kuasa. Batu yang selalu aku cari ketika menikmati suasana pedesaan.

Akan tetapi, sejak batu batu itu sudah mulai dijadikan komoditi, maka pelan pelan keberadaan batu-batu besar nan indah itu sudah makin sulit ditemukan.

Batu batu besar itu sering diambil dan dipecah-pecah menjadi batu kecil untuk dihantar ke kota dan ditukarkan dengan rupiah demi melanjutkan kehidupan sebagai anak manusia. Batu batu itupun lambat laun punah terancam oleh kerakusan manusia.

Karena itu aku tidak heran kalau ada beberapa orang di Indonesia yang sangat mencintai batu batu besar itu kemudian membelinya dan membiarkan di tempat aslinya demi untuk mencegah orang memidahkan batu tersebut.

Mereka percaya bahwa batu batu itu memberikan peranan penting bagi kelestarian lingkungan.  Dipercaya juga bahwa dibawah batu besar itu banyak sekali kekayaan kehidupan yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Tapi begitulah kita manusia, selama segala sesuatu itu bisa dijual untuk memperpanjang hidup maka digadaikanlah semuanya tanpa perlu lagi memikirkan dampak ke depan untuk anak cucu penerus kehidupan di bumi ini.

****

Batu selalu memiliki tempat tersendiri di hatiku, terutama dalam bentuk yang lebih kecil.

Ada semacam kekuatan supernatural yang ditimbulkan ketika aku sedang membawa batu batu kecil itu di dalam saku celana.

Aku pertama kali berkenalan dengan kekuatan supernatural batu ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Batu batu kecil dengan bentuk yang simetris itu sering aku gunakan sebagai jimat untuk menahan buang air besar.

Disaran oleh seorang teman ketika itu, aku selalu mengantongi batu bulat kecil ketika hasrat buang air besar mulai menunjukan tanda tanda akan tidak terkendali dan perjalanan menuju toilet pun semakin tidak memungkinkan.

Entah karena sugesti atau apapun itu, mengantongi batu, ternyata benar benar membantu. Buktinya selama itu, batu batu kecil itu tidak pernah mengecewakanku ketika kondisi serupa datang. Ia selalu berhasil menjaga harga diriku dari kejadian diketawain teman teman gara gara buang air besar di celana.

Sebegitu berharganya batu batu itu dimataku. Dan pastinya aku akan sedih jika suatu hari nanti keberadaannya menjadi semakin sulit dicari.

Bisa bisa gelar lelaki yang sering buang air besar di celana akan disematkan di dada ini. Apa kata dunia nanti….

Batu… batu… kemana dan akan seperti apa nasibmu nanti. Semoga saja makin banyak yang peduli.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s