Lucu! Cerita Pengalaman Salah Ambil Makan Orang

diatas motorku
Melaju di atas motor by ARO

Pagi itu Jakarta sangat cerah.  Seperti biasa pukul setengah tujuh aku sibuk menyiapkan diri seolah akan berangkat kerja.Yang berbeda kali ini tas di punggungku isinya terasa lebih berat saja dari biasanya. Kali ini aku berangkat bak seorang profesional, pakaian rapi, tas berisi laptop dan tidak lupa sebuah jas hujan, maklumlah mungkin dunia ini sudah uzur sehingga walupun pagi harinya cerah namun siang atau sorenya bisa tiba-tiba berubah secara drastis, hujan datang dengan derasnya.

Dengan sedikit rasa takut bercampur bimbang aku tancap gas menuju  sebuah hotel, tempat dimana acara training selama dua hari akan dilangsungkan.

Dengan penuh perjuangan yang melelahkan,” terbukti pakaianku jadi basah kuyup oleh keringat, karena jalan dari arah Depok melalui Pasar Minggu ternyata sangat luar biasa macetnya” ditambah sedikit rasa was-was bercampur kedunguan, akhirnya sampai juga akudidepan pintu masuk gedung. Sayangnya karena  untuk kendaraan sepeda motor pintu masuknya harus melalui pintu yg berada dibelakang gedungakupun masih harus meneruskan sedikit perjuangan untuk sampai ke belakang gedung.

Setelah memarkir sepeda motor dan beberapa kali bertanyakepada securitysampailahakudisebuah loby. Keraguan dan risau kembali menyelimuti, sapuan pandangan matakuterus menebar kesegala arah. Dalam hati aku berharap ada salah seorang teman yang sudah lebih dahulu datangtapi ternyata tak seorangpun yang nampak.

Serta merta perut dan mulutku secara alami meningkatkan produksi suatu kelenjar  yang membuat keduanya jadi lapar dan asamketika melihat orang-orang yg sedang sarapandi ruangan itu.Dengan keberanian yang sudah kuusahakan sekuat tenaga aku lalu menuju meja panjang dimana kopi  dan banyak kue berada.Aku mengambilsebuah kue dan langsung menikmatinya. Kulihat beberapa orang yang sudah sedikit tua sedang asik ngobrol di sofa paling pojok. Sambil masih mengunyah kueaku segera menuju kesofa itu danbeberapasaat kemudiansegelas kopi dan beberapa potong kue sudah berpindah kedalam perutku.

Sebagai seorang pecandu rokok, bila ritual makan dan minum sudah selesai masih harus segera melakukan ritual lainnya.Aku berpamitan pada pada seorang  pria yang tadisempat kuajak basa-basi dan aku berjalanmengikuti arah anak panah yang diatasnya tertulis informasi tempat ritual setelah makan dan minumku.

Saat sedang asik melakukan ritual, barulah kulihat beberapa temanku sesama peserta datang satu persatu dan langsung bergabung bersamaku.

Beberapa saat kemudian sesuai jadwal yang telah disepakati kami masuk kembali ke lobydimana tadi aku sarapan, dan aku melihatsemua orang masuk kesebuahruangan dimana kursi telah berjejer rapi menunggu sang bokong menindihnya.

Pucat pasi wajahku setelah melihat nama ruangan itu, bukan karena ada syetan tapi tiba tiba nama ruangan tersebut membuat aku menyadari sesuatu  yangtelah terjadi dansangat memalukan.

Akhirnya aku menyebutkannama ruangan tempat dimana kami seharusnyamengikuti trainingdanternyata ruangan kami berbeda dengan orang-orang tadi.Demikian pulapria yang kuajak ngobrol tadi pagi, ternyatamereka bukanlah peserta yang sama denganku.

Setelah mengisi daftar hadiraku berusaha secepat mungkin masuk keruangan dimana seharusnya aku berada.Disana telah banyak orang duduk di kursi yang disetmelingkar. Akupun segera mengambil tempat yang kosong yang jauh dibelakang supaya tidak terlihat dari pintu masuk.

Aku merasa sangat tidak tenang danmerasa sangatbersalah telah menikmati makanandan minuman yang bukan hakku.

Hari pertama mengikuti training ini diawali dengan perasaan bersalah dan memalukanyang membuat hati sangat tidak nyaman.Diselasela pelajaran berlangsung sesekali terlintas kejadian tadidan aku berusahakeras memikirkanbagaimana caranya agar semua yg telah kunikmati tadi menjadi halal agar aku bisamerasatentram dan nyaman mengikuti pelajaran dikelas.

Beruntunglah waktu makan siang telah tiba, kami segera menghambur keluar.Kulihat orang-orang  di ruangan sebelahpun keluar  menuju satu tempat yg sama untuk makan siang.

Sejak tadi otakku berputar membuat skenario bagaimana caranya bisa menyelesaikan masalah ini.  Akhirnya kuputuskan untuk menemui seseorang yang kira-kira berkepentingan dengan masalahku, Disamping pintu kulihat seorang pria dan seorang wanita yang dengan ramah memberikan petunjuk pada semua orang yang keluar dari ruangan itu.

Dengan seribu satu perasaan antara ragu,bimbang,takut,aku diam menunggu semua orang keluar dulu dari ruangan tersebut. Dan setelah agak sepi kuberanikan diri menyampaikankepada kedua orang tadimengenaisemua yang telah terjadi tadi pagi.Aku minta maafdanjugadan menekankan dalam hati bahwa apapun resikonya akan kuterima.

Setelah kuungkapkan semua, keduanya mengatakan,”tidak apa-apa pak,  toh tadi juga masih tersisa”,,

Terima kasih tak terhinggapunkuucapkan pada penjaga pintu itu.

Dunia yang tadinya terasa penuh tak beraturan, dada yang sesak, kini semua berubah menjadi ringan dan kosong “. Dalam benak aku berucap terima kasih Tuhan ternyata semua baik-baik saja, semua masalah akan beres apabila dalam hidup ini kita mau bersikap jujur”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s