7 Cara Hentikan Penyebaran Berita Hoax

Apakah teman-teman masih membaca koran cetak? Aku sudah lama tidak membaca koran cetak, walaupun aku masih sering membelinya ketika bertemu penjual koran di lampu merah.

Beberapa tahun lalu, aku selalu membeli koran Kompas di pinggir jalan setiap pagi. Kalau sekarang, aku membeli koran hanya karena perasaan iba dengan tukang koran yang makin hari makin berkurang peminatnya.

Perkembangan teknologi merubah caraku mendapatkan berita. Informasi yang ditulis di koran cetak menjadi berita basi. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa tulisan di koran cetak jauh lebih berbobot dan akurat dibandingkan dengan versi online yang terkesan terburu buru. Bahkan situs berita ternama saja sempat terkena kasus pemberitaan berita hoax, demi dibilang situs paling update.

Apapun kelebihan dan kekurangan berita online, sekarang beginilah cara kita memperoleh berita. Karena itupula, aku berhenti membaca koran cetak dan mengandalkan informasi dari portal berita online dan media social.

***

Berita Hoax
Berbagi handphone by ARO

Kita bisa mendapatkan informasi secepat kilat hanya dengan mengetik url salah satu situs berita ternama. Bahkan berita yang kita peroleh bukan hanya berasal dari Indonesia, melainkan sampai ke belahan dunia lain. Kemampuan berbahasa asingpun bukan menjadi masalah besar lagi buat kita untuk dapat mengetahui berita di negara tertentu. Kita dapat dengan mudah melakukannya berkat google translate.

Belum lagi berita-berita tersebut dengan cepat tersebar melalui media social milik kita, seperti Facebook, Instagram, Twitter. Pemilik akun Social media menjadi kurator berita terhandal, terakurat dan tercepat saat ini.

Tapi disaat yang bersamaan akun  situs berita online dan media social juga dipakai untuk menebarkan berita berita tidak benar alias hoax. Karena itu, sebaiknya kita harus pandai-pandai memilah berita yang masuk, sebelum kemudian menyebarluaskannya.

Berikut adalah 7 cara untuk menghentikan penyebaran berita hoax agar kehidupan kita bermasyarakat menjadi lebih tentram dan nyaman.

1. Jangan mudah percaya dengan judul

Judul yang provokatif adalah satu cara ampuh mencari perhatian pembaca agar tertarik membaca artikel, menonton video atau apapun yang memang dikehendaki pengirim berita. Judul-judul yang sensasional dibuat, tapi isi dan kontennya belum tentu sesuai dengan apa yang tertulis. Tapi persepsi terkait berita itu, sudah terlanjur masuk, apalagi buat orang orang yang sukanya hanya membaca judulnya saja. Dan tanpa pikir panjang menyebarkan tanpa meneliti lebih lanjut.

Penyebar berita hoax menggunakan teknik yang sama untuk memanfaatkan kemalasan kita itu. Maka jangan mudah percaya kepada judul dan juga jangan malas membaca isi berita yang disampaikan, kalau tidak yakin akan kebenaran berita sebaiknya tidak perlu disebarkan.

Oleh karenanya, apabila kita menjumpai berita dengan judul provokatif, sebaiknya kita mencari referensi terkait berita dari situs-situs berita online resmi. Bandingkan isinya, apakah benar atau tidak, untuk memastikan akurasinya. Dengan demikian, setidaknya kita sebagai pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Perhatian situs asal berita

Aku selalu memperhatikan ini, sebelum membaca saya lihat dulu websitenya. Kalau tidak berasal dari lima besar situs berita di Indonesia, saya tidak akan klik untuk membacanya. Di Indonesia ini, ada hampir 50,000 situs berita, tapi hanya ada 300an yang termasuk dalam institusi pers resmi.

Jadi tahu khan kalau hampir puluhan ribu situs memiliki potensi untuk menyebarkan berita berita palsu di Internet. Karena itu berhati hatilah, sebelum ikut mensharingkan berita, terutama dari situs situs yang tidak resmi.

3. Memastikan itu fakta atau Opini

Mencantumkan nama sumber atau penggunaan nama tokoh tertentu dapat meningkatkan kredibilitas berita. Strategi ini juga sering digunakan oleh penyebar hoax, mereka tidak jarang mencatut sumber dan nama tokoh tanpa izin untuk meyakinkan pembaca bahwa berita itu benar.

Karena itu, kita harus benar benar teliti dan memperhatikan asal berita dan siapa nara sumbernya. Kita perlu juga membandingkan dengan sumber asli yang dicatut pada berita yang sedang disebarkan itu. Jika nama tokoh yang dicatut, pastikan juga mencari informasi terkait tokoh tersebut, apakah sesuai dengan yang diberitakan.

Dengan begitu kita membedakan mana berita berdasarkan fakta atau sekedar opini dari penulis. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Perhatikan keberimbangan isi berita

Kita sering membaca berita yang berat sebelah, ini sebenarnya salah satu ciri berita hoax yang perlu diwaspadai. Berita yang hanya mencantumkan satu sumber, membuat kita tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Karenanya, kita perlu melakukan cek ulang terkait berita itu dan untuk memastikan kebenarannya.

Banyak sekali berita hoax yang disebarkan hanya demi kepentingan tertentu, karena itu, pasti beritanya cenderung berat sebelah atau menitik beratkan hanya pada poin poin tertentu saja. Yuk… kita belajar membaca berita dan memastikan kebenarannya dengan membaca berita lain juga.

5. Perhatikan keaslian foto dan video

Jaman sudah maju ternyata tidak hanya berita dalam bentuk tulisan saja yang dapat dimanipulasi, tapi makin sering kita menerima foto dan video yang isinya ternyata juga hoax. Kelihatannya penyebar hoax mulai mengerti trend masyarakat kita yang memang malas membaca, lebih suka melihat ringkasan dalam bentuk infografik dan juga video.

Sekarang berita dalam bentuk foto, infografik, dan video di edit dan disebarluaskan untuk keperluan penyebaran hoax yang akan membuat masyarakat merasa tidak nyaman.

Banyak cara untuk memastikan keaslian foto, misalnya melihat kesesuaian latar belakang foto, pencahayaan foto (siang atau malam), dan masih banyak cara yang lain. Tapi sebenarnya kita bisa juga mencari dengan menggunakan mesin pencari Google. Mesin pencari mampu memperlihatkan gambar asli dan gambar yang sudah di edit, dengan menyajikan gambar gambar serupa yang terdapat di internet.

6. Klarifikasi melalui grup anti-hoax

Ada loh, grup anti-hoax di Indonesia ini. Ternyata banyak juga yang tergerak hatinya untuk membantu mengantisipasi berita berita hoax yang belakangan ini sangat mengganggu ketentraman hidup bermasyarakat.

Beberapa grup diskusi anti hoax yang dapat kita ikut adalah Forum Anti Fitnah, Hasut, Hoax Buster, dan Grup Sekoci.

Melalui grup grup ini, kita bisa bertanya apakah informasi yang kita terima ini hoax atau bukan. Jadi bagi yang malas mencari sendiri silakan bergabung ke group ini sehingga dapat dengan mudah mengetahui apakah berita ini hoax atau asli.

7. Melaporkan berita atau informasi hoax

Melihat banyaknya berita hoax yang disebarkan melalui internet dan media social, perusahaan seperti Facebook, Google, Twitter, dan lainnya, menyediakan tempat bagi kita untuk melaporkan berita tersebut.

Berita yang menurut kita dapat dikategorikan hatespeech, harassment, rude, dan threatening dapat diadukan melalui media masing masing, jika banyak yang melaporkan maka perusahan perusahan tersebut akan menghapusnya.

Nah begitulah tips dan cara yang bisa diterapkan untuk menghidarkan diri dari berita hoax. Yuk mari sama sama kita menjaga diri dan lebih berhati hati untuk menyebarkan berita berita dan jadilah pembaca yang cerdas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s