5 Langkah Terbukti Efektif Merubah Budaya Perusahaan.

GEDUNG AIA HONGKONG
GEDUNG AIA HONGKONG by ARO

Pagi hari di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. Para pekerja berebut naik lift. Berlomba menuju mesin absen di kantornya masing masing. Kehebohan yang senantiasa menarik untuk diperhatikan dengan seksama.

Para pekerja di gedung itu memiliki kebiasaan yang lain dari pada yang lain. Mereka memasuki lift dan kemudian berdiri membelakangi pintu masuk tanpa berputar balik badan menghadap pintu masuk lift. Ketika pintu lift terbuka di lantai yang dituju, maka mereka baru membalikkan badan dan kemudian keluar dari lift.

Pemandangan seperti ini memang tidak lazim untuk penumpang lift di gedung lain yang selalu menghadap pintu masuk.

Tapi apa boleh buat, karena seperti itulah perilaku semua penumpang lift di gedung itu dan tidak ada satu orangpun yang protes. Mereka semua berpendapat bahwa beginilah cara naik lift yang benar.

Coba kita bayangkan, bagaimana kalau kita suatu hari memiliki kesempatan pertama kali mengunjungi salah satu perusahan di gedung itu. Sedangkan kita memiliki kebiasaan naik lift seperti pada umumnya orang menaiki lift yaitu menghadap pintu keluar. Ketika kita memasuki lift bersama sama mereka dan dipastikan kita sendirian yang memutarkan badan menghadap pintu keluar.

Pertanyaannya adalah kira kira sampai lantai berapa kita akan membalikkan badan dan ikut bersama mereka? Dan lalu menjadi bagian dari mereka walaupun hal itu aneh dan salah menurut kita.

Begitupun dengan budaya, kebiasaan atau norma-norma di suatu tempat yang sudah berakar.  Kebiasaan berperilaku yang dilakukan secara terus menerus secara bersama sama oleh sekelompok orang akan menjadi aturan yang dapat yang diterima bersama sebagai sebuah kebeneran.

Budaya dan aturan setempat juga memiliki kemampuan merubah perilaku orang baru untuk ikut dan menjalankan kebiasaan yang diterima secara bersama baik itu tertulis ataupun tidak tertulis.

Tidak mudah bagi kita merubah kebiasaan yang sudah dilakukan secara kolektif itu, atau jika kita tetap memaksa untuk merubahnya maka jangan heran kalau kita akan disebut orang aneh dan ada kemungkinan dilempar keluar dari lingkungan itu.

Bagaimana kalau kita berkeras ingin membawa suatu yang baru buat mereka, karena mungkin kita melihat bahwa kebiasan yang mereka lakukan itu tidak benar, kurang tepat, tidak efektif dan menurut kita perlu dilakukan perubahan.

Mungkinkah? Jawabannya tentunya adalah sangat mungkin.

Apabila kita sudah memantapkan diri untuk berencana membawa suatu perubahan terhadap lingkungan kita saat ini. Maka kita harus melakukan persiapan dan rencanya yang matang.

Berikut adalah 5 langkah yang dapat diterapkan dalam melakukan perubahan budaya baik di perusahaan, organisasi, lingkungan, ataupun keluarga:

Mulai dari diri sendiri

Kunci kesuksesan dari sebuah perubahan bermula dari segelintir orang yang berinitiatif, dan usulan perubahan biasanya dimulai dari satu orang yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan idenya.

Perubahan akan selalu dimulai dari diri sendiri, mau kita suka atau tidak suka. Tidak akan ada resep lain yang lebih ampuh dari ini. Kalau tidak pasti kita akan di cap sebagai orang yang “ngomong doang bisanya”.

Memang tidak mudah, apalagi jika kita tinggal bersama dengan orang orang yang anti perubahan, maka kita juga akan sering mendengar kata kata yang kurang lebih begini bunyinya;

  • “mana mungkin bisa berubah kalau hanya kita sendiri saja, lingkungan kita sudah begini dari dulu;
  • “lebih enak begini jangan cari masalah”;
  • “Ngapain cape cape begitu, hati hati nanti kamu malah kena batunya loh”;

Pernyataan seperti di atas terlalu sering kita dengar, tapi sebenarnya juga paling mudah dibantahkan.

Siapa lagi yang akan memulai jika bukan diri kita sendiri. Kita tidak mungkin menunggu orang lain berubah terlebih dahulu. Karena jika semua orang berpikiran sama dan menunggu orang lain yang mulai, maka sudah dapat dipastikan tidak akan pernah  ada perubahan sampai kapanpun. Apalagi jika harus menunggu Penguasa atau Pemerintah yang melakukan perubahan terlebih dahulu.

Lakukan dari hal yang kecil dan konsisten 

Setelah memulainya dari diri sendiri, kita juga perlu melakukannya dengan konsisten.  Pilihlah kegiatan yang paling mudah untuk kita lakukan sendiri dan lakukan dari hal hal yang kecil yang menurut kita akan cukup berdampak bagi lingkungan sekitar.

Ketika kita mulai melakukan perubahan, artinya perilaku kita juga akan diamati oleh orang lain, karena kita akan terlihat aneh dan tidak lazim. Jika kegiatan yang kita lakukan itu baik, maka sebenarnya teman-teman di sekitar kita akan mulai menghitung ketahanan kita dalam melakukan perubahan itu dengan konsisten, sebelum mereka bertanya dan kemudian tertarik untuk ikut dalam perubahan yang kita buat. Karena pada dasarnya, banyak sekali yang sebenarnya ingin berubah, tapi tidak berani dan malas untuk mulai melakukannya dengan berbagai alasan.

Oleh karena itu, kemampuan kita menunjukan konsistensi akan apa yang kita lakukan sehingga membuahkan hasil, akan menarik orang orang yang sebenarnya memiliki pemikiran yang sejalan dengan kita tapi tidak berani memulai. Dari sinilah kemudian  akan terbentuk kelompok kecil yang akan menjadi kendaraan perubahan atau kita sebut dengan “agen perubahan” (change agent).

Ajak teman yang dirasa mempunyai kesamaan visi dengan kita.

Perubahan yang baik serta didukung tingkah laku yang konsisten dipastikan akan membuahkan hasil yang baik pula

Perubahan yang memperlihatkan hasil yang baik, pasti akan mempromosikan dirinya dengan sendirinya dan dipastikan akan ada yang tertarik untuk mengikuti kita. Istilah “actions speak louder than words”akan senantiasa berlaku untuk semua hal di kehidupan ini.

Jadi dengan usaha promosi yang minimal dan menjadikan diri kita sendiri sebagai reklame perubahan itu sendiri, dipastikan akan membuahkan simpatisan kita.

Tentu jika kita perlu mempercepat proses perubahan yang kita lakukan dan mengharapkan orang lain juga melakukannya. Maka kita perlu sedikit usaha untuk  menceritakan visi kita kepada teman teman dekat yang sebenarnya cocok atau tertarik dengan apa yang kita lakukan selama ini. Sehingga ini akan memperbanyak “papan reklame hidup” untuk kegiatan perubahan yang sedang kita laksanakan dan mendapatkan perhatian lebih banyak orang lagi.

Mendekati Pemimpin untuk mempercepat perubahan.

Setelah memiliki geng kecil, kita bisa memulai melangkah lebih jauh lagi. Kita bisa mendekati Pemimpin, baik itu Pemerintah, Pemimpin Perusahaan, Pemimpin Organisasi, ataupun Pemimpin Lingkungan, untuk lebih memperluas dampak dari perubahan yang ingin kita ciptakan. Tanpa mendapatkan dukungan Pemimpin tempat kita melakukan initiatif perubahan, dipastikan kita akan mengalami kesulitan untuk menularkan perubahan sampai ke level yang paling bawah dengan cepat. Bukan berarti tidak bisa, tapi akan memakan waktu yang lama dan sudah barang tentu membutuhkan ketahanan kita untuk tetap konsisten.

Dengan bernaung di belakang kekuatan dari Pemimpin akan mempermudah proses internalisasi sampai ke akar rumput.

Permasalahanya tentunya terletak pada bagaimana menyakinkan Pemimpin ini?

Langkah pasti yang harus kita ambil adalah mempresentasikan ide perubahan kita ini dengan baik sehingga ide itu dapat diterima oleh Pemimpin, sehingga ia mau untuk memalingkan mukanya sejenak kepada kita dan kemudian memberikan lampu hijau untuk dilakukan implementasi lebih luas lagi. Alangkah lebih baik lagi jika kita bukan hanya mendapatkan persetujuan implementasi, tapi juga mendapatkan komitmen dari Pemimpin untuk juga memberi contoh menjalankan perubahan budaya yang kita inginkan.

Membuat aturan tertulis terkait perubahan itu.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Pemimpin lingkungan tempat kita bernaung, maka proses berikutnya adalah menuangkan perubahan perubahan yang kita inginkan ke dalam aturan aturan tertulis disertai dengan petunjuk pelaksanaannya.

Sehingga siapapun dapat membaca dan dengan mudah dapat mempelajarinya. Tentunya mempermudah bagi kita untuk memberikan pelatihan kepada khalayak ramai.

Setelah itu semua sampailah kita kepada bagian tersulit dari semua yaitu proses memonitor pelaksanaan aturan aturan tersebut. Memonitor hasil-hasil yang telah diterapkan untuk mengukur keberhasilan implementasi dan tentunya diikuti juga dengan pemberia reward bagi yang melaksanakan dengan baik, dan punishment bagi yang belum baik.

Kesinambungan peninjauan kembali aturan aturan secara berkala sangat diperlukan agar dapat senantiasa menyesuaikan pada masalah masalah implementasi yang ditemukan dilapangan.

Begitu kurang lebih 5 langkah yang dapat diterapkan bagi kamu yang akan melakukan perubahan pada budaya baik dilingkungan perusahaan, lingkungan ataupun keluarga. Selamat mencoba semoga berhasil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s